Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Risiko Robekan Serius saat Melahirkan Meningkat, Ini Fakta yang Perlu Bunda Ketahui

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 04 Jul 2026 13:20 WIB

Operasi Caesar Melahirkan
Risiko Robekan Serius saat Melahirkan Meningkat, Ini Fakta yang Perlu Bunda Ketahui/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Leandro Santiago
Daftar Isi
Jakarta -

Banyak perempuan mengalami robekan serius perineum saat melahirkan, terutama ketika persalinan anak pertama. Robekan ini terjadi ketika kulit dan otot di area perineum meregang dan robek saat bayi dilahirkan.

Sebagian besar robekan terjadi di perineum, yaitu area antara lubang vagina dan anus. Selama persalinan, area perineum meregang untuk memungkinkan bayi lahir.

Kasus peningkatan risiko robekan perineum ternyata naik di beberapa negara, salah satunya di Inggris. Menurut data NHS Inggris, perempuan di Inggris berada pada risiko tertinggi mengalami cedera serius saat melahirkan sejak pencatatan dimulai pada tahun 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Angka kejadian robekan paling serius saat melahirkan meningkat menjadi 31,1 dari setiap 1.000 pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2026. Angka itu masuk kategori tertinggi sejak pemantauan dimulai pada tahun 2020.

Tak hanya itu, Bunda. Angka kejadian perdarahan pasca persalinan pada perempuan di Inggris juga meningkat selama tahun 2025 menjadi 31,2 per 1.000 kelahiran.

"Di balik statistik ini terdapat perempuan yang mengalami trauma yang tak terbayangkan, membutuhkan operasi dan dalam banyak kasus berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk pemulihan. Beberapa di antaranya tidak akan pernah pulih sepenuhnya," kata juru bicara kesehatan dari Partai Liberal Democrat, Helen Morgan, dilansir The Guardian.

"Berita ini menunjukkan bahwa kita perlu memperlakukan layanan persalinan sebagai krisis nasional. Kita tidak akan membalikkan tren berbahaya dan tidak dapat diterima ini sampai kita menjadikan keselamatan sebagai prioritas."

Secara data, angka kejadian robekan perineum derajat ketiga dan keempat di Inggris telah meningkat menjadi 31,1 per 1.000, dari 25 per 1.000 ketika angka tersebut pertama kali dipublikasikan pada Juni 2020.

Angka kejadian perdarahan pasca persalinan, yang melibatkan kehilangan 1,5 liter darah, juga meningkat selama periode tersebut, dari 25,6 per 1.000 menjadi 31,65 per 1.000 tahun lalu. Angka tersebut sedikit lebih rendah bila dibandingkan data pada awal tahun 2026, yakni 31,2 per 1.000.

Menurut kepala eksekutif Birth Trauma Association, Dr. Kim Thomas, ibu yang lebih tua dan perempuan Asia lebih rentan mengalami robekan saat melahirkan. Selain itu, peningkatan risiko juga dapat terjadi pada proses persalinan yang menggunakan forcep.

"Penggunaan forsep yang luar biasa umum oleh NHS untuk membantu persalinan, juga dapat berarti lebih banyak cedera terjadi," ungkap Thomas.

Menurut ulasan di Journal of Midwifery and Nursing tahun 2024, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 menunjukkan bahwa 2,7 juta kasus ruptur perineum terjadi pada perempuan yang sedang melahirkan. Pada tahun 2050, kasus ini diperkirakan mencapai 6,3 juta.

Peningkatan tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang perawatan kebidanan yang baik dalam mencegah ruptur perineum.

Apa itu robekan perineum?

Kasus robekan perineum sering dijumpai pada ibu yang melahirkan. Robekan perineum adalah cedera pada kulit atau otot di antara vagina dan anus, Bunda. Melansir dari Pregnancy Birth Baby, sekitar 8 dari 10 perempuan akan mengalami robekan perineum dalam berbagai bentuk saat melahirkan secara pervaginam.

Robekan perineum diberi derajat dari 1 hingga 4, tergantung pada tingkat keparahan dan jaringan mana yang terkena. Berikut penjelasan terkait derajat robekan menurut ulasan di laman United Lincolnshire Hospitals NHS Trust:

  • Derajat pertama: Ini biasanya berupa robekan kecil di permukaan kulit yang biasanya sembuh secara alami.
  • Derajat kedua: Robekan ini lebih dalam dan memengaruhi otot perineum dan biasanya membutuhkan jahitan.
  • Derajat ketiga: Pada beberapa perempuan, robekan mungkin lebih dalam dan melibatkan otot yang mengontrol anus (anal sphincter).
  • Derajat empat: Robekan meluas lebih jauh ke lapisan anus atau rektum.

Faktor penyebab robekan perineum

Ada beberapa faktor yang dikaitkan sebagai penyebab robekan perineum, yakni:

  • Kehamilan pertama
  • Perempuan berasal dari latar belakang Asia Tenggara
  • Bunda memiliki riwayat robekan perineum derajat ketiga atau keempat
  • Bayi memiliki berat lebih dari 4 kilogram (kg) atau berada dalam posisi punggungnya menempel di punggung ibu (posterior)
  • Bahu bayi tersangkut saat persalinan
  • Bunda memerlukan forsep atau instrumen lain untuk membantu persalinan

Cara meminimalkan risiko terjadinya robekan perineum

Robekan perineum dapat diminimalkan risikonya, Bunda.Pada tahap akhir kehamilan, latihan otot dasar panggul secara teratur dan pijatan perineum mulai dari minggu ke-35 dapat membantu mencegah cedera perineum.

Sebaiknya Bunda juga berbicara dengan bidan atau dokter tentang faktor risiko. Tanyakan tentang strategi yang dilakukan rumah sakit atau pusat persalinan untuk menurunkan kemungkinan terjadinya robekan serius.

Demikian serba-serbi tentang robekan serius saat melahirkan, serta cara mencegahnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda