Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Bunda Nekat Melahirkan dengan Panduan YouTube namun Berakhir Tragis

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Jul 2026 14:00 WIB

Ibu hamil dan ponsel
Kisah Bunda Nekat Melahirkan dengan Panduan YouTube namun Berakhir Tragis/Foto: Getty Images/Taras Grebinets
Daftar Isi
Jakarta -

Persalinan panduan YouTube berakhir tragis dialami seorang ibu berusia 32 tahun di Tamil Nadu, India. Keputusannya untuk melahirkan secara alami di rumah hanya dengan mengikuti video-video di YouTube berujung duka setelah ia mengalami pendarahan hebat pascapersalinan dan akhirnya meninggal dunia.

Mengutip laman Etvbharat, seorang perempuan bernama Sasikala (32) meninggal dunia setelah menjalani persalinan panduan YouTube di rumah di wilayah Punjai Thalavaipalayam, dekat Uthukuli, Distrik Tiruppur, Tamil Nadu.

Menurut pengakuan keluarga, Sasikala menolak pergi ke rumah sakit karena trauma dengan pengalaman persalinan anak sebelumnya yang dilakukan melalui operasi caesar pada 2020 silam. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sebagai gantinya, Sasikala mempersiapkan persalinan normal di rumah dengan mengikuti petunjuk yang ditontonnya melalui video-video YouTube. Namun, kondisinya kemudian memburuk hingga mengalami koma.

Sasikala langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran Pemerintah Perundurai, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Swasta Royal Care di Coimbatore untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sasikala  menjalani perawatan di ruang ICU, tetapi meninggal dunia pada Minggu 28 Juni.

Trauma kelahiran anak pertama

Kuzhanthaisamy suami Sasikala mengungkapkan bahwa istrinya mengalami berbagai komplikasi setelah operasi caesar anak pertamanya, termasuk nyeri punggung berkepanjangan. Pengalaman tersebut membuat Sasikala trauma dan enggan kembali menjalani pemeriksaan di rumah sakit selama kehamilan anak keduanya. 

"Ia mengalami berbagai komplikasi setelah persalinan sebelumnya, termasuk sakit punggung yang parah. Karena pengalaman itu, selama kehamilan kali ini ia tidak pernah menjalani satu pun pemeriksaan kehamilan di rumah sakit," ujar Kuzhanthaisamy dikutip dari laman Etvbharat.

Kuzhanthaisamy mengatakan bahwa dirinya bersama anggota keluarga lainnya sebenarnya telah berulang kali membujuk Sasikala untuk memeriksakan kondisi kehamilannya ke rumah sakit.

Namun, Sasikala tetap bersikeras menolak bertemu dokter ataupun bidan dengan alasan trauma dengan kelahiran anak pertamanya. Sasikala lebih memilih mempersiapkan persalinan secara mandiri dengan mempelajari berbagai video persalinan alami yang tersedia di YouTube.

Keputusan tersebut akhirnya membuat proses persalinan berlangsung tanpa pendampingan tenaga medis maupun fasilitas kesehatan yang memadai.

Kronologi melahirkan anak kedua di rumah

Pada malam 23 Juni, Sasikala mulai merasakan kontraksi persalinan. Beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 05.42 pagi tanggal 24 Juni, Sasikala berhasil melahirkan seorang bayi berjenis kelamin perempuan, anak keduanya.

Awalnya proses persalinan berlangsung lancar hingga bayi lahir dengan selamat. Namun kebahagiaan keluarga tidak berlangsung lama. Beberapa menit setelah melahirkan, Sasikala mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya tidak sadarkan diri (koma).

Ibu dua anak ini kemudian segera dilarikan ke rumah sakit Pendidikan Kedokteran Pemerintah Perundurai lalu dirujuk ke Rumah Sakit Swasta Royal Care di Coimbatore untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. 

Namun nyawanya tak tertolong,  Sasikala yang dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) meninggal dunia sekitar pukul 10.00 pagi pada Minggu 28 Juni 2026.

Hasil penyelidikan kepolisian 

Saat Sasikala masih menjalani perawatan, Petugas Medis Regional Kunnathur, Nithiya, melaporkan kasus tersebut ke Kantor Polisi Uthukuli. Dalam laporannya disebutkan bahwa kondisi Sasikala sangat kritis setelah melahirkan di rumah dengan mengikuti panduan dari video YouTube.

Polisi kemudian mendaftarkan laporan tersebut dan melakukan penyelidikan intensif bersama dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Setelah korban meninggal, polisi mengubah status perkara menjadi penyelidikan kematian dan kini tengah memeriksa secara menyeluruh semua pihak yang terlibat dalam proses persalinan panduan YouTube berakhir tragis tersebut. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda