kehamilan
5 Bahan Kimia di Rumah yang Memengaruhi Kesuburan, Ada di Alat Masak hingga Kosmetik
HaiBunda
Jumat, 03 Jul 2026 18:30 WIB
Daftar Isi
Saat menjalani program hamil, penting bagi pasangan suami istri untuk menjaga kesehatan. Tak hanya itu, pasangan juga perlu membatasi paparan bahan kimia dari produk rumah tangga yang digunakan sehari-hari.
Ya, ada beberapa bahan kimia dalam produk rumah tangga yang ternyata dapat memengaruhi kesuburan. Paparan zat ini tak hanya berpotensi mengganggu keseimbangan hormon, tapi juga memengaruhi kesehatan organ reproduksi.
"Bahan kimia ini terutama memengaruhi kualitas sel telur dan sperma, yang dapat mempersulit kehamilan," kata pakar Jennifer Hirshfeld-Cytron, MD, dilansir laman Everyday Health.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun usia masih menjadi faktor terkuat dalam kesuburan, paparan bahan kimia merupakan lapisan kekhawatiran tambahan yang dapat kita coba minimalkan," sambung perempuan yang juga berprofesi sebagai peneliti di Chicago dan bersertifikasi di bidang obstetri dan ginekologi serta endokrinologi reproduksi dan infertilitas.
Lantas, apa saja bahan kimia dari produk rumah tangga yang dapat memengaruhi kesuburan? Simak penjelasan Bubun berikut ini ya!
Bahan kimia yang dapat memengaruhi kesuburan
Berikut 5 bahan kimia di produk rumah tangga yang dapat memengaruhi kesuburan:
1. Bisphenol A
Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang diproduksi untuk plastik dan resin epoksi. Paparan BPA pada manusia sangat luas, karena ditemukan dalam berbagai produk mulai dari tutup botol hingga kacamata dan kaleng logam.
"Kekhawatiran terbesar yang saya lihat adalah paparan plastik, terutama ketika digunakan untuk menyimpan atau memanaskan makanan," ungkap Dr. Hirshfeld-Cytron.
"Plastik melepaskan bahan kimia, termasuk BPA, yang mengganggu endokrin dan kesehatan reproduksi."
Hal yang sama juga diungkapkan dokter spesialis kebidanan dan ginekologi di Columbia University Irving Medical Center di New York City, Alex Robles, MD. Menurutnya, BPA dapat memengaruhi kesuburan dengan mengganggu hormon, yang mengakibatkan menstruasi tidak teratur, masalah ovulasi, dan penurunan fungsi ovarium atau kualitas sperma.
"BPA dapat meniru estrogen dan telah dikaitkan dengan penurunan kualitas sel telur," ujar Robles.
2. Petroleum
Petroleum ditemukan dalam berbagai macam barang rumah tangga, termasuk cat kuku, alkohol gosok, amonia, kapsul vitamin, cat, kantong sampah, sepatu, telepon, dan crayon. Petroleum juga merupakan sumber dari 95 persen bahan kimia yang digunakan dalam lilin aromaterapi dan parfum sintetis, Bunda. Di produk tersebut, kita juga dapat menemukan benzena.
"Saya memperingatkan pasien tentang lilin beraroma kuat dan produk apa pun yang berlabel 'parfum', karena produk-produk ini sering kali mengandung campuran bahan kimia yang tidak diungkapkan dan tetap berada di udara serta debu di rumah, yang berkontribusi pada paparan jangka panjang," kata Hirshfeld-Cytron.
Produk berbahan dasar petroleum dapat melepaskan senyawa organik volatil, termasuk turunan benzena, ke udara dalam ruangan. Sebagian besar penelitian tentang benzena dan kesuburan telah dilakukan pada hewan.
Penelitian pada manusia masih terbatas, tetapi sebuah studi di jurnal Genetic Testing and Molecular Biomarkers tahun 2012 menemukan bahwa pekerja industri yang terus-menerus terpapar benzena mengalami penurunan jumlah sperma yang signifikan dan peningkatan kerusakan DNA.
3. Ftalat
Semua orang terpapar ftalat setiap hari. Paparan bahan kimia ini dapat mengganggu hormon dan kesehatan reproduksi, Bunda.
"Ftalat adalah bahan kimia yang membuat plastik menjadi lunak dan fleksibel," kata Robles.
"Ftalat sebagian besar ditemukan dalam plastik, produk perawatan pribadi, dan pengharum ruangan, tetapi dapat mengganggu fungsi hormon dan dapat memengaruhi perkembangan sperma dan ovarium."
Ftalat telah dikaitkan dengan masalah pada ovarium, rahim, hasil kehamilan yang buruk, dan masalah pada hormon. Dalam sebuah studi di Environmental Health Perspectives tahun 2023 terhadap 1.228 perempuan yang mencoba hamil, paparan ftalat sebelum kehamilan dikaitkan dengan penurunan peluang hamil sebesar 12 hingga 18 persen setiap siklus. Para perempuan ini juga mengalami perubahan biologis seperti peradangan dan perubahan hormonal yang mungkin berperan dalam tantangan kesuburan.
4. Paraben
Menurut Hirshfeld-Cytron, banyak produk pembersih dan perawatan pribadi mengandung paraben. Bahan kimia ini juga sering dikaitkan dengan masalah kesuburan.
Paraben dapat bertindak seperti hormon estrogen dalam tubuh, yang bisa mengganggu sistem reproduksi normal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan paraben dapat mengubah kadar hormon reproduksi dan tiroid. Namun, penelitian tersebut masih terbatas dan terkadang saling bertentangan.
"Bahan-bahan ini terutama ditemukan dalam kosmetik, jadi penting untuk sangat memperhatikan apa yang kita gunakan," kata peneliti dan profesor klinis bidang obstetri dan ginekologi di Stanford Medical School di California, Ruben Alvero, MD.
"Banyak pengecer telah melarang atau membatasi paraben dalam produk yang mereka jual. Namun, tetaplah bijak untuk memeriksa label 'bebas paraben' pada produk yang digunakan. Hindari juga produk yang mengandung bahan-bahan yang berakhiran 'paraben', seperti methylparaben, ethylparaben, propylparaben, dan butylparaben."
5. PFAS
PFAS atau zat per- and polifluoroalkil dikenal sebagai 'bahan kimia abadi' karena sangat tahan terhadap degradasi atau penguraian. Paparan PFAS dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari di lingkungan yang kita tinggali, Bunda. Di produk rumah tangga, PFAS sering ditemukan dalam peralatan masak anti-lengket dan perlengkapan tekstil yang diberi label anti-air atau anti-noda.
"Banyak plastik terus diproduksi dengan komponen yang mengandung bahan kimia ini. Bahan kimia ini terus ditemukan dalam berbagai barang, mulai dari wadah sabun hingga wadah makanan siap saji. PFAS sering digunakan untuk membuat produk tahan panas, yang juga dikaitkan dengan masalah kesuburan," kata Robles.
PFAS adalah pengganggu endokrin yang dapat memengaruhi perkembangan sperma dan ovarium. Penelitian yang dilakukan di Singapura menunjukkan bahwa paparan PFAS dapat mengurangi kemungkinan kehamilan hingga 40 persen pada perempuan. Kadar PFAS yang lebih tinggi dalam darah juga dikaitkan dengan penurunan signifikan dalam peluang kehamilan dan kelahiran hidup.
"Mencari alternatif yang aman dan tidak beracun itu mahal dan membingungkan, jadi saya ingin mengingatkan orang-orang untuk memulai dengan perubahan sederhana, seperti menghindari plastik, menggunakan filter udara dan air, melepas sepatu di dalam rumah, menghindari lilin beraroma kuat, dan menggunakan pelindung kulit yang tepat dapat membuat perbedaan yang berarti," ujar Hirshfeld-Cytron.
Demikian 5 bahan kimia di produk rumah tangga yang dapat mengganggu kesuburan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Tips Mengurangi Risiko Paparan Bahan Kimia Berbahaya selama Kehamilan, Salah Satunya Tak Gunakan Kuteks
Kehamilan
9 Bahan Kimia Berbahaya saat Promil, Terdapat di Produk Apa Saja?
Kehamilan
Waspadai Phtalates, Bahan Kimia pada Produk Plastik yang Pengaruhi Hormon Kehamilan
Kehamilan
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Kehamilan
12 Bahan Kimia dalam Skin Care & Kosmetik yang Perlu Ibu Hamil Hindari
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Sel Telur
7 Kebiasaan Penyebab Sulit Punya Anak, Salah Satunya Kebanyakan Minum Vitamin
Ketahui Ukuran Sel Telur Normal agar Bisa Hamil