kehamilan
Tingkat Kesuburan Perempuan Lebih Tinggi dari Laki-laki? Ini Faktanya Menurut Penelitian
HaiBunda
Kamis, 02 Jul 2026 20:50 WIB
Banyak orang beranggapan bahwa kesuburan laki-laki selalu lebih tinggi dibandingkan perempuan, Bunda. Hal ini karena laki-laki dapat memproduksi sperma secara berkelanjutan sepanjang siklus hidupnya.
Anggapan tersebut tampaknya berubah seiring berkembangnya zaman. Studi baru-baru ini mengungkap bahwa pergeseran tingkat kesuburan total telah berubah di kalangan laki-laki dan perempuan.
Menurut penelitian, secara global perempuan sekarang memiliki tingkat kesuburan yang lebih tinggi daripada laki-laki. Studi baru ini dilakukan para peneliti dari Max Planck Institute for Demographic Research (MPIDR), United Nations Population Division dan University of Oslo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti menilai dampak ketidakseimbangan populasi terhadap kesuburan laki-laki menggunakan data dari Prospek Populasi Dunia PBB dan metode demografi-statistik tidak langsung. Mereka lalu menyoroti bagaimana peningkatan proporsi laki-laki dalam populasi memengaruhi tingkat kesuburan.
"Temuan kuncinya adalah kita mengamati pergeseran dari tingkat kesuburan total yang lebih tinggi di kalangan laki-laki ke tingkat kesuburan total yang lebih tinggi di kalangan perempuan, yang telah terjadi secara global pada tahun 2024. Pergeseran ini didorong oleh peningkatan proporsi laki-laki dalam populasi," ungkap salah satu peneliti MPIDR, Henrik-Alexander Schubert, dilansir laman Max-Planck-Gesellschaf.
Schubert dan rekan-rekannya mengaitkan hal tersebut dengan tren jangka panjang. Salah satunya adalah penurunan angka kematian dan penyempitan kesenjangan angka kematian antara perempuan dan laki-laki. Tren-tren tersebut mempertahankan atau memperburuk rasio jenis kelamin yang condong ke laki-laki.
Transisi terjadi pada waktu yang berbeda di seluruh dunia
Menurut studi, transisi tingkat kesuburan perempuan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki terjadi pada waktu yang berbeda di seluruh dunia, dan waktunya terkait dengan transisi demografis. Di sebagian besar negara Eropa dan Amerika Utara, peralihan ini terjadi beberapa dekade yang lalu, terutama pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Di sebagian besar negara Amerika Latin, peralihan terjadi beberapa tahun belakangan. Sementara itu, di Oseania, Amerika Selatan, dan Asia, transisi baru-baru ini mulai terjadi.
Lantas, apa dampak dari perubahan ini ya, Bunda?
Perbedaan tingkat kesuburan antara laki-laki dan perempuan semakin meningkat sebagai akibat dari meningkatnya proporsi laki-laki dalam populasi. Pergeseran ini menghadirkan tantangan dan peluang bagi masyarakat, Bunda.
"Tantangan terutama memengaruhi pria yang tidak memiliki anak karena faktor yang di luar kendali (childless), suatu status yang sering dikaitkan dengan kesehatan lebih buruk dan meningkatnya ketergantungan pada perawatan profesional di usia lanjut. Solusi kebijakan yang mendesak diperlukan untuk mengatasi perbedaan kesuburan berdasarkan gender dan konsekuensinya, seperti ketidaksuburan di kalangan laki-laki," kata para peneliti.
Dalam studi ini, para peneliti mengusulkan tiga langkah spesifik terkait transisi kesuburan berdasarkan jenis kelamin. Pertama, memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat untuk mencegah aborsi berdasarkan jenis kelamin.
Kedua adalah meningkatkan pendidikan dan menciptakan lapangan kerja bagi laki-laki lajang dan yang belum memiliki anak. Terakhir, memberikan solusi teknis bagi seseorang yang lajang dan tidak memiliki anak, seperti membentuk lingkaran pertemanan dan legalisasi teknologi reproduksi berbantuan.
"Jika tantangan yang dihadapi para laki-laki ini tidak diperhitungkan, ada risiko terjadinya reaksi balik budaya terhadap kesetaraan gender dan konflik sosial," demikian peringatan dari tim peneliti.
Demikian temuan baru dari para peneliti yang mengamati adanya pergeseran dari tingkat kesuburan di kalangan laki-laki dan perempuan yang berubah seiring bertambahnya populasi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Makanan yang Dilarang Selama Program Hamil, Hindari Dulu Bun
Kehamilan
Ingin Lakukan Program Hamil Tanpa Ke Dokter? Coba Konsumsi 7 Sayuran Ini
Kehamilan
Buah Zuriat Tingkatkan Kesuburan agar Cepat Hamil, Mitos atau Fakta?
Kehamilan
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
Kehamilan
Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Cara Mengecek Kesuburan Wanita secara Alami, Mudah Bisa Dilakukan di Rumah Bun!
7 Cara Mudah Tingkatkan Kesuburan di Usia 30 Tahun agar Cepat Hamil
7 Kebiasaan Bunda Gen Z yang Tidak Sehat bagi Kesuburan