kehamilan
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
HaiBunda
Rabu, 01 Jul 2026 20:00 WIB
Operasi caesar dapat menjadi pilihan persalinan yang direncanakan. Saat ini, metode persalinan operasi caesar bahkan sudah bisa dipilih atas permintaan pasangan suami istri, Bunda.
Menurut studi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global dan mencapai lebih dari 21 persen dari seluruh persalinan. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat, dengan hampir sepertiga (29 persen) dari seluruh persalinan kemungkinan akan terjadi melalui operasi caesar pada tahun 2030.
"Jika tren ini berlanjut, pada tahun 2030 tingkat tertinggi kemungkinan akan berada di Asia Timur (63 persen), Amerika Latin dan Karibia (54 persen), Asia Barat (50 persen), Afrika Utara (48 persen), Eropa Selatan (47 persen), dan Australia dan Selandia Baru (45 persen)," demikian isi penelitian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Inggris, angka persalinan caesar telah terbukti meningkat selama beberapa tahun belakangan. Data NHS Inggris untuk tahun 2024 hingga 2025 menunjukkan bahwa 45 persen kelahiran dilakukan melalui operasi caesar, dibandingkan dengan 44 persen yang terjadi secara spontan (pervaginam). Sementara itu, sebanyak 11 persen lainnya membutuhkan dukungan dan intervensi tambahan seperti penggunaan forsep.
Penyebab operasi caesar meningkat di sejumlah negara
Operasi caesar semakin sering dipilih untuk persalinan karena dipengaruhi banyak faktor, Bunda. Dilansir BBC, NHS Inggris mengungkap salah satu alasannya karena peningkatan kondisi kesehatan ibu yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes dan obesitas. Tak hanya itu, trauma yang dialami perempuan di persalinan sebelumnya juga bisa memengaruhi keputusan.
"Kita tahu bahwa usia ibu semakin meningkat, kita tahu bahwa angka penyakit juga meningkat. Saya juga berpikir pengalaman sebelumnya akan berperan," kata Dr. Donna Ockenden dari Shrewsbury and Telford Hospitals.
"Trauma saat melahirkan dan menjalani operasi caesar pada kelahiran pertama dapat memengaruhi keputusan mereka untuk menjalani operasi caesar pada kelahiran kedua," sambungnya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat (CDC AS), tren peningkatan operasi caesar berlaku di semua ras dan etnis serta usia kehamilan. Melansir dari Lown Institute, beberapa pihak berspekulasi bahwa peningkatan angka persalinan caesar mungkin disebabkan karena kekhawatiran selama pandemi COVID-19, serta implikasi finansial dan hukum bagi penyedia layanan kesehatan yang membantu persalinan.
Di Turki, angka kelahiran dengan operasi caesar meningkat karena beberapa penyebab. Menurut studi yang diterbitkan di BMC Pregnancy Childbirth tahun 2025, indikasi untuk operasi caesar yang paling umum yang diteliti adalah riwayat operasi rahim sebelumnya, yang meliputi operasi caesar dan/atau miomektomi, dan kondisi gawat janin.
Studi tersebut didasarkan pada data 68.944 persalinan, di mana tingkat operasi caesar keseluruhan sebesar 55,0 persen.
Pertimbangan sebelum memilih operasi caesar
Ada beberapa pertimbangan yang perlu dibuat sebelum memilih operasi caesar. Sayangnya, pertimbangan ini masih kurang dipahami oleh sebagian masyarakat.
Perlu diketahui, persalinan caesar adalah operasi, yang berarti infeksi dan komplikasi bisa muncul sebagai risikonya. Operasi caesar bahkan dikaitkan dengan risiko pembekuan darah dan infeksi yang lebih tinggi, dengan beberapa penelitian mengaitkannya dengan angka kematian dan morbiditas ibu dan berpotensi menjadi faktor dalam krisis kematian ibu yang sedang berlangsung.
Operasi caesar juga memiliki waktu penyembuhan yang lebih lama daripada persalinan pervaginam. Mereka yang melahirkan melalui operasi caesar bahkan cenderung menjalani operasi caesar berulang yang dapat meningkatkan risiko pada setiap operasi.
Semua faktor tersebut mendorong American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) untuk menyampaikan kekhawatiran mereka tentang penggunaan operasi caesar yang 'berlebihan'.
"Persalinan caesar dapat menyelamatkan nyawa janin, ibu, atau keduanya dalam kasus-kasus tertentu. Namun, peningkatan pesat angka persalinan caesar dari tahun 1996 hingga 2011 tanpa bukti jelas adanya penurunan angka kesakitan atau kematian ibu atau bayi baru lahir menimbulkan kekhawatiran signifikan bahwa persalinan caesar terlalu sering digunakan," kata ACOG, beberapa waktu lalu.
Para ahli mengatakan, perempuan harus memiliki pilihan tentang bagaimana mereka melahirkan dan kapan pun keadaan memungkinkan, serta apa yang dianggap aman. Menurut NHS, setiap ibu bahkan mempunyai hak untuk menjalani operasi caesar terencana, bila dianggap aman bagi dirinya dan bayi dalam kandungan.
"Operasi caesar adalah operasi besar yang disertai risiko, jadi biasanya dilakukan saat ini menjadi pilihan paling aman bagi perempuan dan bayinya. Namun, beberapa orang memilih untuk melakukan operasi caesar karena alasan non-medis," ujar seorang juru bicara NHS.
Sebelum memutuskan untuk melahirkan dengan operasi caesar, Bunda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter ya. Pastikan Bunda sudah mengetahui risikonya dengan tepat.
Demikian penyebab operasi caesar meningkat di sejumlah negara dan dampaknya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
10 Risiko Penyakit yang Bisa Timbul Setelah Operasi Caesar dan Cara Mengatasinya, Waspadai Bun!
Kehamilan
8 Makanan yang Perlu Bunda Hindari setelah Melahirkan secara Caesar
Kehamilan
Vagina Terasa Nyeri meski Melahirkan secara Caesar? Normal kok Bun
Kehamilan
4 Tips Mempercepat Pemulihan Luka Operasi Caesar, Salah Satunya 'Puasa' Seks
Kehamilan
4 Produk untuk Merawat Luka Sayatan Operasi Caesar agar Cepat Sembuh
5 Foto
Kehamilan
Perjuangan Nita Vior Sambut Anak Pertama, Tunggu Persalinan Pervaginam tapi Akhirnya Caesar
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Melahirkan Normal ataupun Caesar Itu Sama-sama Butuh Perjuangan
Antara Persalinan Caesar dan Pervaginam, Mana yang Sebenarnya Lebih Berisiko?
Bekas Luka Caesar Bisa Berubah Seiring Waktu, Ini yang Perlu Diketahui