kehamilan
Perempuan Vegetarian Ngidam Daging saat Hamil? Bisa Jadi Sinyal Tubuh Kekurangan Nutrisi
HaiBunda
Kamis, 02 Jul 2026 16:30 WIB
Daftar Isi
Ngidam saat hamil dianggap sesuatu yang normal. Selama hamil, calon Bunda bisa ngidam makanan tertentu atau jenis makanan yang sebelumnya sama sekali tidak disukai.
Lantas, bagaimana bisa seorang perempuan vegetarian mendadak ngidam daging? Apa yang membuat ngidam ini tiba-tiba muncul ya?
Sebelum membahasnya, Bunda perlu ketahui dulu tentang pola makan seorang vegetarian. Melansir dari laman Eatright, orang yang mengikuti pola makan vegetarian tidak pernah makan daging, ikan, atau daging unggas. Sebaliknya, mereka mengandalkan berbagai makanan nabati untuk mendukung kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa orang yang mengikuti pola makan vegetarian mungkin tetap mengonsumsi produk susu dan telur. Namun, ada juga yang menghindari semua produk makanan dari hewan.
Perempuan vegetarian yang sudah terbiasa menjauhi daging bisa saja tiba-tiba menginginkannya saat hamil. Setidaknya hal itu pernah dialami seorang Bunda bernama MacKenzie Passegger. Saat hamil anak keduanya beberapa waktu lalu, MacKenzie Passegger yang telah menjadi vegetarian sejak kecil, tiba-tiba saja ngidam makan daging.
"Saya pernah sampai pada titik di mana saya sampai menangis hanya karena ingin makan steak atau hamburger," kata Passegger kepada Insider.
Bunda dua anak ini awalnya mencoba mengabaikan keinginan ngidamnya. Tetapi selama trimester kedua dan setelah berkonsultasi dengan dokternya, dia akhirnya menyerah. Dokter kandungan meyakinkan bahwa ngidam ini kemungkinan adalah sinyal dari tubuh bahwa dia kekurangan nutrisi penting dan tidak boleh mengabaikannya.
Penyebab seorang vegetarian ngidam makan daging saat hamil
Pengalaman ngidam Passegger bukanlah hal yang aneh, Bunda. Menurut ginekolog Dr. Allison Suttle, banyak pasien vegetarian atau vegan mengalami keinginan makan daging selama kehamilan atau tepat setelah melahirkan.
Suttle mengatakan bahwa ngidam bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan nutrisi tertentu. Ngidam daging selama kehamilan dan setelah melahirkan sering kali disebabkan oleh kekurangan zat besi.
"Saya selalu berpesan kepada pasien, dengarkan tubuh kamu. Tubuh akan memberi tahu kita kapan ia membutuhkan hal-hal tertentu," ungkap Suttle.
Perlu diketahui, sebagian besar perempuan usia produktif memiliki cadangan zat besi yang rendah karena kehilangan darah di siklus menstruasi. Saat hamil, perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi untuk membantu mendukung pertumbuhan janin.
Setelah melahirkan, seorang ibu dapat mengalami kekurangan zat besi yang lebih parah karena kehilangan darah saat melahirkan. Keinginan makan daging usai melahirkan dapat terjadi karena tubuh mencoba mengganti kehilangan zat besi dan protein yang hilang selama persalinan, Bunda.
"Saya pernah menemui beberapa pasien vegetarian atau vegan yang mengatakan, 'Kamu tahu saya benci daging, saya tidak menginginkannya, tetapi sekarang saya hamil dan saya tidak bisa berhenti memikirkan steak. Kondisi tersebut agak menyedihkan bagi mereka," kata Suttle.
Selain karena kekurangan zat besi, keinginan mengonsumsi daging selama kehamilan juga bisa dikaitkan dengan kebutuhan tubuh akan vitamin B12. Vitamin yang mendukung sistem saraf ibu dan bayi ini sering ditemukan dalam produk hewani, seperti daging merah, susu, dan salmon.
Kenapa daging bagus untuk ibu hamil?
Konsumsi daging saat hamil dengan porsi yang tepat sebenarnya sangat dianjurkan, Bunda. Ahli anestesi bersertifikat yang berbasis di Los Angeles, California, Dr. Myro Figura, mengatakan bahwa daging tak hanya mengandung vitamin dan zat besi, tapi juga kolin yang penting bagi perkembangan otak janin.
"Daging adalah protein berkualitas tinggi yang bisa didapatkan, kaya akan nutrisi seperti kolin, dan 90 persen ibu hamil tidak mendapatkan cukup kolin. Itu penting karena ibu yang mendapatkan cukup kolin selama kehamilan bisa melahirkan anak yang lebih cerdas tujuh tahun kemudian," ungkap Figura, dikutip dari Times of India.
Dampak vegetarian pada kehamilan
Sejauh ini sudah banyak studi mengungkap dampak menjalani pola makan vegetarian pada kehamilan. Salah satunya adalah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Metabolism Open tahun 2025.
Studi ini mengungkapkan bahwa pola makan vegetarian ketat selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko bayi lahir dengan berat badan dan panjang badan yang lebih rendah, dibandingkan bayi lain dengan usia kehamilan yang sama.
Nah, untuk mengurangi risiko tersebut, studi merekomendasikan pengembangan pedoman diet khusus yang menekankan asupan nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, asam lemak omega-3, dan yodium. Tak hanya itu, suplementasi dan konseling diet juga dapat disesuaikan, terutama yang mencakup makanan sehat.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyempurnakan pedoman ini dan mengeksplorasi dampaknya pada berbagai populasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ada-ada Aja, Sisca Kohl Ngidam Berenang di Kolam Uang
Kehamilan
5 Kisah Ngidam yang Bikin Heran, Ingin Makan Batu Bata hingga Sabun Cuci Tangan
Kehamilan
Mengenal Pica, 'Ngidam' Aneh yang Dialami Bunda Sepanjang Kehamilan
Kehamilan
Istri Ngidam Kepiting Tiap Hari, Suami Habis Uang Jutaan & Hampir Bangkrut
Kehamilan
Hamil 7 Bulan, Irish Bella Bikin Suami Pusing Gara-gara Ngidam Beton
5 Foto
Kehamilan
Putri Isnari Tak Alami Ngidam di Kehamilan Pertama tapi Jadi Sensitif & Mood Swing
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Amankah Ibu Hamil Terapkan Pola Makan Vegetarian?
4 Nutrisi Penting bagi Ibu Hamil dan Cara Memenuhinya
Apakah Pola Makan Vegan Aman Dilakukan Ibu Hamil?