Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Bunda Harus Jalani 'Dua Kali' Persalinan karena Bayinya Idap Kondisi Langka

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 01 Jul 2026 11:10 WIB

Ilustrasi Melahirkan
Kisah Bunda Harus Jalani 'Dua Kali' Persalinan karena Bayinya Idap Kondisi Langka/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Proses persalinan umumnya hanya terjadi satu kali dalam satu kehamilan. Namun dalam kasus tertentu, seorang ibu harus menjalani 'dua kali' proses persalinan demi keselamatan bayi di dalam kandungannya.

Fenomena tak biasa ini dialami seorang Bunda bernama Keishera Joubert. Perempuan dari Amerika Serikat ini mesti menjalani dua kali operasi untuk 'memperbaiki' kondisi langka yang dialami bayinya.

"Tidak banyak perempuan yang menjalani operasi caesar, tetapi mereka tetap hamil setelahnya," kata Keishera, dilansir laman Eyewitness News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Saat usia kehamilan 19 minggu, Keishera menerima kabar buruk bahwa bayi di dalam kandungannya mengidap kondisi langka yang disebut sindrom obstruksi saluran napas atas bawaan atau congenital high airway obstruction syndrome (CHAOS). Kondisi tersebut ditandai dengan penyumbatan saluran pernapasan, yang menyebabkan cairan terperangkap di paru-paru bayi yang belum lahir.

"Paru-paru mereka membesar, menyempit, dan tekanannya meningkat. Hal ini mulai menekan jantung bayi. Sebagian besar bayi ini meninggal," kata direktur di Orlando Health Women's Institute Fetal Care Center, Dr. Emanuel Vlastos.

Keishera syok saat mengetahui kondisi calon anak keduanya. Ia dan sang suami lantas memutuskan untuk menjalani prosedur dengan tingkat keberhasilan yang rendah.

"Sebelum operasi pertama, kami memperkirakan peluang keberhasilan sekitar 20 hingga 25 persen, bahkan bisa dibilang sangat konservatif," kata suami Keishera, Greg Joubert.

Jalani operasi pertama untuk menyelamatkan bayi

Setelah satu prosedur terbukti tidak berhasil, Vlastos merekomendasikan tindakan operasi caesar sebagai alternatif. Namun, alih-alih melahirkan anaknya, Keishera bakal menjalani operasi untuk memperbaiki kondisi janin.

Pada usia kehamilan 25 minggu, Keishera 'melahirkan' bayinya sebagian melalui operasi caesar. Kepala dan lengan bayi berada di luar rahim, tetapi masih terhubung ke plasenta. Di waktu bersamaan, tim medis berupaya membuat jalan napas.

"Lalu kami menempatkan bayi kembali ke dalam rahim, kami menutup rahim, dan ibu tetap di rumah sakit sampai persalinan," ungkap Vlastos.

Selama prosedur tersebut, tim medis sempat mengambil foto bayi Keishera, sebelum akhirnya dikembalikan ke dalam rahim. Meski baru pertama kali dilakukan, tindakan ini berhasil menyelamatkan nyawa bayi di dalam kandungan Keishera.

Pada usia kehamilan 31 minggu, ketuban Keishera pecah. Ia kembali menjalani operasi untuk benar-benar melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki.

Setelah 132 hari di unit perawatan intensif neonatal, bayi Keishera yang diberi nama Cassian, diperbolehkan pulang. Putra Keishera tumbuh sehat dan sedang bersiap untuk merayakan ulang tahun pertamanya.

Apa itu congenital high airway obstruction syndrome (CHAOS)?

Congenital high airway obstruction syndrome (CHAOS) yang dialami Cassian sebelum lahir adalah kondisi yang langka, Bunda. Istilah CHAOS pertama kali dicetuskan oleh Marcelo Martinez-Ferro, MD, dan N. Scott Adzick, MD, pada tahun 1994.

Dilansir laman Children's Hospital of Philadelphia, CHAOS adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan anomali kongenital langka sebelum lahir, yang ditandai dengan penyumbatan jalan napas. Penyumbatan pada CHAOS dapat terjadi di berbagai area di sepanjang saluran pernapasan, dan menyebabkan cairan terperangkap di paru-paru bayi yang belum lahir. Kondisi tersebut bisa membuat paru-paru menjadi sangat besar dan mengembang berlebihan sehingga menekan jantung.

Akibat perubahan tersebut, penumpukan cairan dapat terjadi di berbagai kompartemen janin, termasuk perut (asites) serta kulit, dan kulit kepala, yang juga dikenal sebagai hidrops.

Penyebab mendasar dari CHAOS belum diketahui secara pasti. Namun, sindrom ini dapat dikaitkan dengan perbedaan genetik atau kromosom seperti sindrom Fraser.

Tanda CHAOS pada kehamilan dan janin

Tanda-tanda CHAOS biasanya ditemukan pada pemeriksaan USG prenatal rutin. Berikut tanda-tandanya:

  • Paru-paru janin tampak membesar dan terang (ekogenik) di kedua sisi dengan saluran udara yang menonjol (bronkial yang melebar).
  • Diafragma (otot pernapasan) tampak seperti ditekan ke bawah.
  • Jantung tampak tertekan dan bergeser ke tengah dada.
  • Terjadi penumpukan cairan di rongga perut janin (asites) dan berpotensi di kompartemen janin lainnya (hidrops).
  • Cairan ketuban dapat meningkat (polihidramnion) karena kompresi esofagus.

Demikian kisah Bunda yang menjalani dua kali persalinan untuk menyelamatkan bayi di dalam kandungannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda