kehamilan
Kaki Bengkak saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?
HaiBunda
Sabtu, 27 Jun 2026 19:00 WIB
Daftar Isi
- Pembengkakan atau edema saat hamil
- Penyebab kaki bengkak saat hamil 9 bulan
- Kapan Bunda perlu ke dokter?
-
Cara meredakan pembengkakan selama kehamilan
- 1. Kurangi berdiri terlalu lama
- 2. Tidur miring ke kiri
- 3. Gunakan stoking kompresi
- 4. Berdiri atau berjalan di kolam renang
- 5. Kenakan pakaian yang tidak terlalu ketat
- 6. Berolahragalah setiap hari
- 7. Minum banyak air
- 8. Konsumsi makanan sehat
- 9. Pijat
- 10. Lakukan peregangan kakiÂ
- 11. Tinggikan posisi kakiÂ
Kaki bengkak saat hamil 9 bulan apakah tanda mau melahirkan? mungkin pertanyaan ini sering muncul menjelang akhir kehamilan. Banyak ibu hamil yang merasa khawatir ketika melihat kaki dan pergelangan kaki membesar, terutama saat usia kehamilan sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL).
Pada sebagian besar kasus, kaki bengkak di usia kehamilan 9 bulan merupakan kondisi normal yang terjadi akibat perubahan tubuh selama kehamilan. Namun, meski umum terjadi, pembengkakan tidak selalu menjadi tanda bahwa persalinan akan segera dimulai ya, Bunda.Â
Meski demikian, ada beberapa kondisi pembengkakan yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius seperti preeklamsia atau trombosis vena dalam (DVT). Berikut penjelasan lengkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembengkakan atau edema saat hamil
Mengutip laman Mayoclinic, pembengkakan atau edeme kondisi ketika cairan menumpuk di jaringan tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan. Saat hamil, pembengkakan paling sering terjadi pada kaki, pergelangan kaki, betis, jari-jari tangan dan wajah dalam beberapa kasus. Pembengkakan biasanya akan semakin jelas seiring mendekatnya waktu persalinan. Namun kaki bengkak saat hamil 9 bulan apakah tanda mau melahirkan? Jawabannya tidak selalu ya, Bunda.Â
Pasalnya, dalam kebanyakan kasus, pembengkakan selama kehamilan merupakan hal yang normal, terutama pada tungkai dan kaki. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar dua dari tiga perempuan mengalami edema yang cukup terlihat selama kehamilan. Edema ringan hingga sedang bahkan merupakan tanda yang sehat karena menunjukkan aliran darah yang baik ke rahim, janin, dan plasenta yang sedang berkembang.
Penyebab kaki bengkak saat hamil 9 bulan
Mengutip laman BabyCenter, memasuki trimester ketiga, tubuh ibu hamil menahan lebih banyak cairan untuk mendukung pertumbuhan janin. Seiring pertumbuhan bayi, rahim akan memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh darah vena di panggul, terutama vena besar yang membawa darah kembali dari kaki ke bagian atas tubuh. Tekanan ini memperlambat aliran darah sehingga cairan lebih mudah merembes ke jaringan di kaki dan pergelangan kaki. Akibatnya, terjadilah pembengkakan.Â
Perubahan hormon juga dapat menyebabkan pembengkakan selama kehamilan. Saat hamil, tubuh memproduksi lebih banyak hormon progesteron yang membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar. Akibatnya, pembuluh darah menjadi kurang efisien dalam mengalirkan darah kembali ke jantung. Kondisi ini membuat lebih banyak darah tertahan di area pergelangan kaki dan kaki, sehingga menimbulkan pembengkakan.
Selain itu, tubuh secara alami menahan lebih banyak cairan untuk mendukung kehamilan. Bahkan, pada akhir masa kehamilan, Bunda dapat membawa tambahan berat badan sekitar 1–1,5 kilogram yang berasal dari cairan. Pembengkakan juga cenderung semakin parah jika Bunda terlalu lama berdiri atau duduk, karena gaya gravitasi menarik cairan turun ke pergelangan kaki dan kaki.
Pembengkakan juga normal terjadi setelah melahirkan. Setelah bayi lahir, Bunda mungkin melihat pembengkakan pada tungkai, kaki, dan tangan.Â
"Banyak pasien saya terkejut dengan pembengkakan yang mereka alami setelah melahirkan. Biasanya pembengkakan paling terlihat dalam beberapa hari pertama setelah persalinan, tetapi dapat berlangsung hingga satu atau dua minggu," kata Kristin Cohen, DNP, bidan perawat bersertifikat dan praktisi perawat kesehatan wanita.
"Tubuh perlu membuang seluruh cairan yang tertahan selama kehamilan. Pembengkakan terjadi karena cairan tersebut didistribusikan kembali ke jaringan tubuh saat tubuh mulai mengeluarkannya melalui urine dan keringat," imbuhnya.Â
Kapan Bunda perlu ke dokter?
Mengutip laman Pregnancybirthbaby, Bunda tidak perlu menemui dokter jika pembengkakan terjadi secara bertahap dan ringan karena hal ini normal selama kehamilan. Namun, jika pembengkakan mengganggu aktivitas atau membuat Bunda merasa tidak nyaman, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter atau bidan.
Segera hubungi dokter, bidan, atau rumah sakit bersalin jika Bunda mengalami pembengkakan mendadak pada wajah, tangan, atau kaki, atau mengalami salah satu gejala berikut:
- Sakit kepala yang sangat berat atau nyeri tumpul yang tidak kunjung hilang
- Perubahan pada penglihatan, seperti penglihatan kabur, melihat kilatan cahaya, atau bintik-bintik
- Nyeri hebat tepat di bawah tulang rusuk
- Merasa mual atau muntah
- Tekanan darah tinggi
- Nyeri ulu hati (heartburn) yang tidak membaik meskipun sudah mengonsumsi antasida
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. Jika salah satu lengan atau kaki mengalami pembengkakan yang lebih parah dibandingkan sisi lainnya dan disertai rasa nyeri, kemerahan, atau terasa hangat, segera hubungi dokter, bidan, atau rumah sakit bersalin.
Bunda mungkin memerlukan penanganan darurat di rumah sakit. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya bekuan darah di dalam pembuluh vena (tromboemboli vena atau venous thromboembolism/VTE).
Cara meredakan pembengkakan selama kehamilan
Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki selama kehamilan merupakan hal yang umum terjadi. Kondisi ini biasanya akan membaik dan menghilang dalam beberapa minggu setelah bayi lahir. Sementara itu, beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi pembengkakan:
1. Kurangi berdiri terlalu lama
Hindari berdiri dalam waktu yang panjang. Jika memungkinkan, berbaringlah dengan kaki ditinggikan atau duduk dengan kaki disangga lebih tinggi. Saat duduk, gerakkan kaki dengan memutar pergelangan kaki secara perlahan. Bunda juga dapat meregangkan otot betis dengan menekuk dan meluruskan kaki secara lembut.
2. Tidur miring ke kiri
Posisi ini membantu mengurangi tekanan pada vena besar yang mengalirkan darah dari bagian bawah tubuh kembali ke jantung, yaitu vena cava inferior. Menopang kaki dengan bantal saat tidur juga dapat membantu mengurangi pembengkakan.
3. Gunakan stoking kompresi
Tenaga kesehatan mungkin menyarankan penggunaan stoking atau celana ketat khusus yang memberikan tekanan ringan pada kaki selama siang hari.
4. Berdiri atau berjalan di kolam renang
Berdiri atau berjalan di dalam air dapat membantu menekan jaringan pada kaki sehingga pembengkakan berkurang dan terasa lebih nyaman.
5. Kenakan pakaian yang tidak terlalu ketat
Hindari pakaian dengan karet atau pita yang ketat, terutama di sekitar pergelangan kaki atau betis, karena dapat menghambat kelancaran aliran darah.
6. Berolahragalah setiap hari
Aktivitas seperti berjalan kaki atau bersepeda statis merupakan pilihan yang sangat baik karena tidak hanya mendukung kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga membantu mengurangi edema selama kehamilan.
7. Minum banyak air
Meskipun terdengar aneh, minum cukup air justru membantu tubuh menahan lebih sedikit cairan. Usahakan minum sekitar 10 gelas berukuran 240 ml air atau minuman rendah gula setiap hari. Bunda bisa mengetahui kecukupan cairan dari warna urine yang kuning pucat atau hampir bening.
"Mungkin terdengar bertentangan dengan kondisi saat Anda sudah merasa bengkak, tetapi menjaga hidrasi dengan minum banyak cairan sepanjang hari sangatlah penting," ujar kata Kristin Cohen, DNP, bidan perawat bersertifikat dan praktisi perawat kesehatan wanita.
8. Konsumsi makanan sehat
Batasi makanan tinggi garam dan makanan olahan yang dapat meningkatkan retensi cairan. Sebagai gantinya, pilih buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh sebanyak mungkin.
9. Pijat
Pertimbangkan untuk menemui terapis pijat bersertifikat yang berpengalaman menangani ibu hamil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pijat kaki dan refleksologi dapat membantu mengurangi edema selama kehamilan.
10. Lakukan peregangan kakiÂ
Jika Bunda harus duduk atau berdiri dalam waktu lama, luruskan kaki dengan tumit menyentuh lantai terlebih dahulu, lalu tekuk dan luruskan telapak kaki secara perlahan untuk meregangkan otot betis selama sekitar 30 detik. Setelah itu, putar pergelangan kaki sekitar delapan kali ke masing-masing arah dan gerakkan jari-jari kaki.
11. Tinggikan posisi kakiÂ
Manfaatkan gravitasi untuk membantu mengurangi pembengkakan. Saat bekerja, gunakan bangku kecil atau tumpukan buku di bawah meja untuk menopang kaki agar cairan tidak menumpuk di tungkai bawah. Saat tidur, letakkan beberapa bantal di bawah kaki.
Semoga informasi tentang kaki bengkak saat hamil 9 bulan apakah tanda mau melahirkan sudah terjawab dan bermanfaat, ya Bunda.Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ketahui Penyebab Kaki Bengkak Saat Hamil 9 Bulan dan Cara Mengatasinya
Kehamilan
Kehamilan 30 Minggu: Otak Bayi Semakin Membesar dan Bunda Jadi Lebih Sulit Tidur
Kehamilan
Waspada Kaki Bengkak Saat Hamil: Gejala, Faktor Penyebab, dan Cara Mengatasi
Kehamilan
5 Asupan Makanan untuk Mengatasi Kaki Bengkak saat Hamil
Kehamilan
13 Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil, Bunda Perlu Tahu
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Bunda Alami Preeklamsia Pasca Persalinan, Berawal dari Sering Lelah saat Hamil
Kaki Ibu Hamil Bengkak saat Bangun Tidur, Ketahui Penyebab dan Tanda Harus ke Dokter
Ragam Keluhan Banyak Dialami Ibu Hamil yang Bekerja, Simak Cara Mengatasinya