Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Sakit Perut Setelah Berhubungan Intim, Apakah jadi Tanda Hamil?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 26 Jun 2026 21:40 WIB

Ilustrasi sakit perut
Sakit Perut Setelah Berhubungan Intim, Apakah jadi Tanda Hamil?/Foto: Getty Images/Suriyawut Suriya
Daftar Isi
Jakarta -

Hubungan intim kerap menyisakan rasa nyeri atau sakit perut. Bahkan, sebagian perempuan merasakan muncul sakit perut setelah berhubungan intim, apakah jadi tanda hamil?

Bercinta dengan pasangan seharusnya memang yang dirasakan kenikmatan ya, Bunda. Tetapi, kalau yang muncul rasa sakit, ujungnya jadi khawatir terjadi apa-apa. Apalagi, ada juga yang merasakan sakit perut setelah berhubungan intim, khususnya di bagian perut bawah. 

Ya, sakit perut khususnya bagian bawah menjadi masalah umum yang dialami sebagian perempuan setelah berhubungan intim. Ketidaknyamanan tersebut dapat muncul sebagai sakit yang singkat hingga nyeri tumpul berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab sakit perut setelah berhubungan intim

Berhubungan intim yang menyakitkan sebenarnya bukanlah hal yang normal, Bunda. Ketika berkonsultasi dengan dokter, biasanya mereka akan menanyakan gambaran lengkap mengenai riwayat kesehatan Bunda, gejala yang dirasakan dan menyebabkan ketidaknyamanan di tempat yang seharusnya tidak ada seperti dikutip dari laman Cvmus.

Karenanya, sangat penting mengetahui penyebabnya lebih dini agar dokter juga bisa membantu Bunda menyingkirkan kemungkinan adanya diagnosis serius yang melatarinya. Sebab, selain membuat ketidaknyamanan, rasa sakit tersebut juga menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Selain itu, nyeri atau sakit setelah berhubungan seksual juga dapat memengaruhi kenikmatan seksual dan kualitas hubungan seksual itu sendiri.

Berikut ini beberapa penyebab sakit perut setelah berhubungan intim yang biasanya dirasakan perempuan:

1. Hubungan seksual yang tidak tepat atau kasar

Pasangan yang terburu-buru melakukan hubungan intim tanpa pemanasan, atau melakukan hubungan intim dengan kasar, menggunakan posisi yang salah, juga dapat memberikan tekanan tiba-tiba dan kuat pada area seperti otot perut, dinding rahim, rektum, dan kandung kemih. 

Selama hubungan seksual, mungkin tidak ada pasangan yang menyadari masalah ini, tetapi setelahnya, nyeri tumpul yang berkepanjangan atau bahkan nyeri tajam dan tidak nyaman di perut bagian bawah dapat berkembang, seperti dikutip dari laman Vinmec.

2. Hubungan intim yang terlalu lama

Ketika seorang perempuan telah mencapai orgasme dan pria belum berejakulasi, keduanya mungkin berjuang mencapai klimaks. Dalam situasi ini, pria dapat melakukan gerakan yang intens, di mana dapat menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan nyeri perut bagian bawah bagi keduanya, terutama pada perempuan.

3. Adanya kondisi medis tertentu

Kondisi medis yang menyebabkan nyeri perut bagian bawah setelah berhubungan seksual meliputi adneksitis yang disebabkan kebersihan yang buruk, praktik seksual yang tidak aman, keguguran, aborsi, atau penggunaan alat IUD. Kondisi medis lainnya yakni bisa juga dikarenakan adanya fibroid uterus yakni tumor jinak yang ditemukan pada perempuan berusia 30-40 tahun. 

Jika tumornya kecil, hal itu tidak akan mengganggu kesuburan, dan tidak menyebabkan gangguan menstruasi, mungkin hanya memerlukan pemantauan. Adapun gejala umum yang dirasakan meliputi rasa sakit atau tekanan di area panggul, terutama selama atau setelah hubungan seksual, sering disertai dengan perdarahan hebat yang tidak normal atau periode menstruasi yang berkepanjangan.

Kondisi medis seperti adanya endometriosis juga menjadi alasan sakit yang muncul dirasakan usai berhubungan intim. Endometriosis ditandai dengan nyeri selama atau setelah hubungan seksual, nyeri panggul selama menstruasi, dan nyeri saat buang air besar atau buang air kecil selama menstruasi.

4. Kekeringan vagina

Kekeringan vagina juga dapat membuat hubungan seks tidak nyaman dan merupakan salah satu penyebab paling umum nyeri perut bagian bawah setelah berhubungan intim.

5. Menstruasi

Siklus menstruasi umumnya menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri di perut bagian bawah. Nyeri panggul yang kencang dan berat sebelum atau selama menstruasi, serta kram parah yang terkait dengan sindrom pramenstruasi (PMS), dapat diperburuk oleh hubungan seksual pada waktu-waktu tertentu selama siklus menstruasi.

6. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul muncul sebagai penyebab serius sakit perut bagian bawah setelah bercinta terutama akibat IMS yang tidak diobati. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri panggul dan perut bagian bawah ringan hingga berat, yang sering kali memburuk setelah berhubungan intim.

Cara mencegah sakit perut setelah berhubungan intim

Rasa sakit yang muncul setelah berhubungan intim memang sangat tidak nyaman ya, Bunda. Berikut ini beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan dengan aman, Bunda:

1. Lakukan hubungan intim dengan posisi yang tepat

Pilihlah posisi bercinta yang paling nyaman dan hindari aktivitas kasar atau terburu-buru. Dan, hindari berhubungan intim lebih dari sekali dalam waktu singkat.

2. Buat tubuh rileks

Hindari stres dan kondisikan tubuh senantiasa rileks ya, Bunda. Kemudian singkirkan gangguan yang kerap membuat gangguan pada pikiran.

3. Jaga kebersihan area genital

Bersihkan area genital dengan air bersih dan sabun kewanitaan yang lembut setelah berhubungan seks. Berikan perhatian khusus pada kebersihan sebelum dan sesudah berhubungan intim, serta selama menstruasi, untuk mencegah infeksi.

Jika Bunda mengalami gejala yang tidak biasa, berkonsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda