Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Pilu Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal usai Alami Kontraksi & Jalan Kaki akibat Jalanan Rusak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 25 Jun 2026 18:50 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil Sedih
Kisah Pilu Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal Usai Alami Kontraksi & Terpaksa Jalan 1 Km akibat Jalan Rusak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments
Jakarta -

Kisah tragis dialami seorang ibu hamil di kota Jabalpur, India, belum lama ini. Perempuan bernama Mamta Kushwaha ini dilaporkan meninggal dunia setelah ia terpaksa berjalan kaki hampir satu kilometer (km).

Dikutip dari laman Times of India, Mamta Kushwaha yang tengah hamil tujuh bulan memutuskan berjalan kaki untuk mencapai transportasi karena jalan menuju rumahnya rusak. Saat itu, tidak ada pengemudi kendaraan yang mau melewati daerah tersebut karena kondisi jalan yang sangat buruk.

Menurut laporan, Mamta Kushwaha mengalami kontraksi persalinan sebelum berjalan kaki. Kepala petugas medis dan kesehatan Naveen Kothari mengatakan bahwa jalan yang menghubungkan rumah ibu hamil ini ke jalan utama rusak parah, sehingga memaksa seorang petugas untuk mengantarnya berjalan kaki sejauh hampir satu kilometer sebelum ia dapat mengakses transportasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dari jalan utama, Mamta lalu dibawa ke Elgin Hospital dengan menggunakan becak motor sewaan. Namun, kondisinya memburuk dan mengalami kesulitan bernapas yang parah.

Dokter lalu merujuknya ke Netaji Subhash Chandra Bose Medical College Hospital, di mana ia dirawat dengan bantuan ventilator. Namun, upaya medis tersebut tidak membuahkan hasil yang baik. Mamta dan bayi di dalam kandungannya meninggal selama perawatan.

Petugas kesehatan mengatakan bahwa temuan awal menunjukkan Mamta telah menjalani pemeriksaan kehamilan sebanyak dua kali selama bulan tersebut. Namun, pendaftaran kehamilannya dilaporkan tertunda hampir empat bulan karena ia menghabiskan waktu di luar kota.

Peristiwa tragis yang dialami Mampa memicu keprihatinan publik. Penyelidikan pun dilakukan untuk menyoroti protokol darurat yang telah ditetapkan. Para pejabat mengatakan bahwa petugas seharusnya menghubungi layanan ambulans alih-alih menggunakan transportasi lain.

Naveen Kothari selaku kepala petugas medis atau chief medical and health officer (CMHO) mengatakan bahwa instruksi telah dikeluarkan untuk penyelidikan. Tindakan lanjutan dapat diambil bila terbukti ada kelalaian dalam kejadian ini.

Kenapa ibu hamil 7 bulan perlu mendapat penanganan saat kontraksi?

Kontraksi yang terjadi di usia 7 bulan kehamilan bisa menandakan persalinan prematur. Untuk itu, penanganan kontraksi di usia kehamilan ini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, Bunda.

Perlu diketahui, persalinan prematur adalah persalinan yang dimulai lebih awal atau sebelum usia kehamilan 37 minggu. Melansir dari laman Cleveland Clinic, bayi yang lahir prematur dapat mengalami komplikasi kesehatan, seperti kesulitan bernapas atau berat badan lahir rendah.

Persalinan prematur dapat dihentikan dengan istirahat total, pemberian cairan intravena (melalui pembuluh darah), dan obat-obatan untuk menunda persalinan. Jika obat-obatan tersebut tidak berhasil, maka obat lain dapat diberikan untuk pematangan paru-paru dan organ-organ janin agar siap dilahirkan.

Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui tanda-tanda persalinan prematur. Berikut beberapa tandanya:

  • Ibu hamil mengalami empat kontraksi atau lebih dalam satu jam, dan tidak hilang setelah mengubah posisi.
  • Muncul rasa tegang atau nyeri tumpul yang ringan di punggung. Nyeri dapat hilang timbul, tetapi tidak mereda dengan mengubah posisi.
  • Kram perut bagian bawah yang mungkin terasa seperti nyeri perut karena perut kembung.
  • Peningkatan tekanan di panggul atau vagina.
  • Kram seperti menstruasi yang terus-menerus.
  • Peningkatan keputihan atau cairan vagina seperti lendir atau berwarna merah muda.
  • Keluarnya cairan dari vagina, yang perlu diwaspadai sebagai cairan ketuban.
  • Perdarahan vagina.
  • Gejala mirip flu seperti mual dan muntah.
  • Penurunan gerakan janin.

Bila salah satu gejala di atas tidak kunjung hilang dalam satu jam, atau rasa sakitnya parah dan terus-menerus, Bunda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Demikian kisah pilu Bunda hamil yang meninggal karena terpaksa berjalan satu kilometer usai mengalami kontraksi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda