kehamilan
Peran Hormon Kehamilan pada Perubahan Rambut Ibu Hamil Menurut Pakar
HaiBunda
Sabtu, 20 Jun 2026 14:20 WIB
Kehamilan membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk memengaruhi kondisi rambut. Banyak ibu hamil merasakan rambutnya menjadi lebih tebal, berkilau, atau justru mengalami kerontokan.
Perubahan rambut selama hamil adalah kondisi yang wajar, Bunda. Fluktuasi hormon kehamilan menjadi penyebab utama berubahnya kondisi rambut.
"Seringkali, para calon ibu melaporkan bahwa rambut mereka tumbuh lebih cepat selama kehamilan," kata ahli trikologi dan penata rambut bersertifikat di Bosley MD/Keranique, Gretchen Friese.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi itu terjadi karena kadar estrogen yang tinggi dan fase pertumbuhan rambut yang lebih lama. Umumnya, lebih sedikit rambut yang rontok selama waktu ini, itulah sebabnya rambut tampak lebih tebal," sambungnya, dilansir laman Parents.
Hal yang sama juga dikatakan oleh dokter kulit bersertifikasi di Los Angeles, Maryam Safaee, MD, FAAD. Menurutnya, peningkatan pertumbuhan rambut yang signifikan selama hamil dapat disebabkan karena hormon.
"Peningkatan estrogen memperpanjang fase pertumbuhan rambut, yang juga dikenal sebagai fase anagen. Hal ini menyebabkan rambut menjadi lebih tebal dan lebat," ungkapnya.
|
Baca Juga : 10 Tips Perawatan Rambut untuk Ibu Hamil
|
Tak hanya tebal, banyak ibu hamil merasa rambutnya lebih berkilau karena cenderung berminyak. Di saat bersamaan, ibu hamil mengalami masalah yang cukup mengganggu karena kulit kepalanya jadi sering gatal.
"Jika hormon tidak seimbang, kita mungkin akan melihat efek yang kurang diinginkan seperti kekeringan, rambut berminyak, atau kulit kepala yang gatal dan iritasi. Jika rambut berminyak berlebih atau kulit kepala sensitif, biasanya itu karena progesteron yang berlebihan," ujar seorang penata rambut Anya Martin.
Peran hormon kehamilan pada kondisi rambut
Ada dua hormon utama berperan selama kehamilan, yakni estrogen dan progesteron. Keduanya sangat berperan dalam perubahan kondisi rambut selama masa kehamilan, Bunda.
"Kadar estrogen meningkat drastis selama kehamilan dan merupakan pendorong utama di balik pertumbuhan rambut yang luar biasa. Hormon ini juga memperpanjang fase anagen atau fase pertumbuhan siklus rambut dan mengurangi jumlah folikel yang memasuki fase telogen atau fase kerontokan," kata Safaee.
Sementara itu, hormon progesteron juga meningkat selama kehamilan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan penurunan konversi testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT). Perlu diketahui, DHT adalah androgen yang mengecilkan folikel rambut, yang menyebabkan kerontokan rambut.
"Itulah sebabnya perempuan tidak banyak kehilangan rambut selama kehamilan," ujar Safaee.
Hindari perawatan rambut berbahan kimia tertentu
Perubahan rambut selama hamil perlu mendapatkan perhatian. Meski begitu, Bunda tetap perlu membatasi penggunaan bahan-bahan kimia perawatan rambut yang bisa memengaruhi perkembangan janin.
"Saat hamil, minimalkan paparan bahan kimia keras dan praktikkan perawatan rambut yang lembut," kata Safaee.
"Pewarna rambut umumnya aman selama kehamilan , tetapi saya akan membatasinya sampai trimester pertama dan (mewarnai rambut) tidak lebih dari empat kali selama kehamilan."
Sebagai penata rambut, Anya Martin menyarankan ibu hamil untuk memilih sampo, kondisioner, atau produk penataan rambut yang bebas sulfat dan paraben. Bila memungkinkan, ibu hamil juga bisa menjauhi bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit kepala.
"Semakin bersih semakin baik. Bahan seperti ammonia juga bisa mengiritasi selama periode ini. Jika masih mewarnai rambut, maka mintalah penata rambut untuk menggunakan pewarna bebas ammonia. Jika tidak, cukupi kebutuhan cairan , diet kaya nutrisi, dan lakukan pemangkasan rutin untuk membuat rambut tetap sehat," kata Martin.
Rambut yang tebal biasanya tidak bertahan lama, Bunda. Banyak calon Bunda menjadi stres lantaran rambutnya mulai rontok setelah melahirkan.
Ya, faktanya lebih dari 90 persen perempuan mengalami kerontokan rambut usai melahirkan. Kerontokan rambut ini dimulai sekitar dua hingga empat bulan setelah melahirkan dan dapat berlangsung antara enam bulan hingga satu tahun.
"Sangat umum mengalami kerontokan rambut pasca persalinan atau telogen effluvium," ungkap Safaee.
"Peningkatan hormon yang intens selama kehamilan membuat rambut tetap dalam fase pertumbuhan. Namun, setelah melahirkan, terjadi penurunan hormon secara tiba-tiba, dan rambut-rambut ini memasuki fase rontok."
Ingatlah bahwa perubahan yang terjadi pada rambut selama masa kehamilan dan usai melahirkan adalah kondisi yang normal. Bunda tidak perlu stres. Paling penting adalah merawat rambut semaksimal mungkin agar tetap sehat.
Demikian penjelasan tentang hormon kehamilan da kaitannya dengan perubahan rambut ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Jenis Hormon Kehamilan dan Fungsinya bagi Janin dan Ibu Hamil
Kehamilan
Mengenal Relaksin, Hormon yang akan Bantu Lancarkan Proses Persalinan Bunda
Kehamilan
Penyebab Perut Kembung saat Hamil Muda dan Cara Mengatasinya
Kehamilan
3 Cara Mengatasi Rasa Nyeri pada Tulang Ekor saat Hamil
Kehamilan
Saat Hamil Bunda Sering Sakit Gigi, Akibat Stres atau Hormon ya?
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Rambut Rontok saat Hamil? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya yuk Bunda
Mitos atau Fakta: Potong Rambut saat Hamil, Berbahayakah bagi Janin?
Amankah Ibu Hamil Gunakan Dry Shampoo? Simak Kata Pakar