Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Dokter Sebut Kehamilan Jadi Penyebab Utama Disfungsi Dasar Panggul, Ini Alasannya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 19 Jun 2026 11:10 WIB

Kehamilan Jadi Penyebab Utama Disfungsi Dasar Panggul, Ini Penjelasan Dokter
Kehamilan Jadi Penyebab Utama Disfungsi Dasar Panggul, Ini Penjelasan Dokter/Foto: Getty Images/baona
Jakarta -

Banyak perempuan khawatir saat memilih metode persalinan, terlebih jika harus menjalani persalinan normal. Tidak sedikit yang takut proses tersebut bisa menyebabkan masalah pada tubuh setelah melahirkan, termasuk gangguan pada dasar panggul.

Kondisi dasar panggul memiliki fungsi untuk menopang organ-organ di area panggul, seperti kandung kemih, rahim, dan usus supaya tetap berada pada posisinya.

Saat fungsi dasar panggul terganggu, dapat muncul kondisi yang dikenal sebagai disfungsi dasar panggul atau pelvic floor dysfunction (PFD). Keluhan yang dirasakan mulai dari sulit menahan buang air kecil, hingga rasa tidak nyaman pada area panggul.

Oleh karena itu, banyak perempuan mengaitkan masalah tersebut dengan proses persalinan yang dijalani. Apalagi, persalinan normal kerap dianggap sebagai penyebab utama terjadinya gangguan pada dasar panggul usai melahirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun menurut penjelasan dokter, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Bukan jenis persalinan yang jadi penyebab utama disfungsi dasar panggul, melainkan kehamilan itu sendiri, Bunda.

Lalu, mengapa kehamilan bisa berperan besar terhadap kondisi ini? Mari kita simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Kehamilan jadi penyebab utama disfungsi dasar panggul

Banyak yang masih mengira bahwa jenis persalinan jadi penyebab utama disfungsi dasar panggul, Bunda. Padahal, faktor yang paling besar pengaruhnya justru berasal dari proses kehamilan itu sendiri.

"Apakah jenis persalinan menyebabkan disfungsi dasar panggul? Sebenarnya jenis persalinan tidak terlalu menentukan. Karena yang paling berpengaruh terhadap disfungsi dasar panggul adalah kehamilan itu sendiri," ujar Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi Estetika di Jakarta, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG., FAUCICOG., MM., MARS, saat berbincang dalam acara Seminar Media bersama Bamed, Kamis (18/6/2026).

Ini berarti bahwa risiko gangguan dasar panggul sebenarnya sudah terbentuk sejak masa kehamilan. Jadi, Bunda tidak perlu menganggap persalinan normal sebagai penyebab utama masalah tersebut.

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan untuk mendukung tumbuh kembang janin. Seiring bertambahnya usia kehamilan, beban yang ditopang dasar panggul juga semakin besar.

Menurut dr. Yeni, tekanan terhadap dasar panggul akan mencapai titik tertinggi saat usia kehamilan mendekati persalinan. Inilah sebabnya, area dasar panggul bekerja lebih berat dibandingkan sebelumnya.

"Saat kehamilan memasuki usia 36 minggu hingga 9 bulan, di situlah tekanan terhadap dasar panggul mencapai kondisi maksimal," ungkap dr. Yeni.

"Maka itu, kita perlu mengedukasi para ibu hamil agar tidak mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan," lanjutnya.

Selain kehamilan, proses persalinan juga tetap berperan terhadap kesehatan dasar panggul. Namun, ada beberapa faktor tertentu yang perlu mendapat perhatian lebih.

Salah satu yang disebutkan adalah ukuran bayi saat berada dalam kandungan. Bayi dengan berat badan yang besar dapat memberi tekanan lebih besar pada dasar panggul sejak masa kehamilan hingga proses persalinan.

"Selain itu, proses persalinan juga berpengaruh. Salah satunya adalah berat badan bayi. Bayi yang berukuran besar dapat meningkatkan risiko kerusakan dasar panggul, baik selama kehamilan maupun saat persalinan," jelas dr. Yeni.

Lebih lanjut, faktor lain yang turut berpengaruh adalah lamanya proses mengejan saat persalinan, Bunda.

"Penyebab berikutnya adalah lamanya proses mengejan. Semakin lama bayi berada di dasar panggul dan semakin sulit ibu mengejan, maka risiko kerusakan dasar panggul juga semakin besar," tuturnya.

Pentingnya pemulihan pascapersalinan menurut dokter

Selain memperhatikan kondisi selama hamil, Bunda juga perlu memberi perhatian pada masa pemulihan setelah melahirkan. Menurut dr. Yeni, proses pemulihan yang baik dapat menurunkan risiko terjadinya disfungsi dasar panggul di kemudian hari.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan sebenarnya perlu dilakukan sejak masa kehamilan, berlanjut saat persalinan, hingga setelah bayi lahir.

"Yang ingin selalu saya tekankan adalah bagaimana proses pemulihannya. Kalau semua dilakukan dengan baik, baik saat kehamilan, persalinan, maupun pasca melahirkan, maka gangguan dasar panggul bisa dicegah atau ditangani," ujar dr. Yeni.

Sebaliknya, jika berbagai faktor risiko tidak diperhatikan dengan baik, kemungkinan terjadinya gangguan dasar panggul pun dapat meningkat, Bunda.

"Sebaliknya, kalau semuanya dibiarkan begitu saja, misalnya berat badan berlebih dianggap tidak masalah atau ukuran bayi yang besar dianggap biasa saja, maka risikonya akan semakin meningkat," katanya.

Karena itu, dr. Yeni menyarankan agar tubuh diberi waktu untuk pulih sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Ini penting ya supaya kondisi dasar panggul kembali lebih baik usai menjalani kehamilan dan persalinan.

"Idealnya setelah satu kehamilan, lakukan pemulihan terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Itu yang selalu kami edukasikan kepada pasien," saran dr. Yeni.

Menurutnya, risiko disfungsi dasar panggul dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah kehamilan yang dialami seseorang.

"Semakin sering seseorang hamil, maka semakin besar pula risiko mengalami disfungsi dasar panggul, terutama jika proses pemulihan tidak dilakukan dengan baik," pungkasnya.

Itulah ulasan mengenai penyebab utama disfungsi dasar panggul yang ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh kehamilan. Semoga dapat menambah wawasan baru ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda