Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Angka Kelahiran di Jepang Meningkat sejak Diberlakukannya Asuransi Perawatan Kesuburan

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Jumat, 19 Jun 2026 08:50 WIB

Ilustrasi kehamilan
Angka Kelahiran di Jepang Meningkat sejak Diberlakukannya Asuransi Perawatan Kesuburan/Foto: Getty Images/Oulaphone Sonesouphap
Daftar Isi
Jakarta -

Selama beberapa tahun terakhir, Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan masalah penurunan angka kelahiran. Banyak pasangan menunda memiliki anak karena berbagai alasan, mulai dari kondisi ekonomi, kesibukan pekerjaan, hingga tantangan dalam mendapatkan kehamilan.

Namun, sebuah perubahan kebijakan kesehatan di Jepang membawa angin segar. Setelah pemerintah mulai memasukkan perawatan kesuburan ke dalam cakupan asuransi kesehatan nasional, semakin banyak pasangan yang memiliki kesempatan untuk menjalani program kehamilan.

Dikutip dari Kyodo News, kebijakan ini mulai berlaku pada April 2022. Sebelumnya, perawatan seperti inseminasi buatan dan bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) membutuhkan biaya besar karena harus ditanggung sendiri oleh pasangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dengan adanya dukungan asuransi, biaya perawatan menjadi lebih terjangkau sehingga pasangan yang sebelumnya kesulitan secara finansial dapat mencoba mendapatkan bantuan medis untuk memiliki anak.

Mengapa perawatan kesuburan bisa membantu meningkatkan kehamilan?

Tidak semua pasangan bisa langsung mendapatkan kehamilan secara alami. Beberapa mengalami gangguan kesuburan yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti usia, gangguan ovulasi, kualitas sperma, atau masalah pada organ reproduksi.

Teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART) hadir untuk membantu pasangan yang memiliki kendala tersebut. Melalui program seperti IVF, dokter dapat membantu mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh sebelum embrio ditanamkan kembali ke rahim.

Sebelum ada dukungan asuransi, banyak pasangan harus berpikir panjang karena biaya perawatan yang tinggi. Dengan adanya kebijakan baru, akses terhadap layanan ini menjadi lebih luas.

Kehamilan dari program kesuburan mengalami peningkatan

Setelah perawatan kesuburan masuk dalam sistem asuransi, Jepang melihat peningkatan penggunaan teknologi reproduksi berbantu. Studi nasional di Jepang menemukan peningkatan jumlah pasien yang menjalani layanan kesuburan, terutama pada kelompok usia 25–34 tahun yang meningkat hingga sekitar 22,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ketika biaya diturunkan melalui asuransi, lebih banyak pasangan akhirnya berani memulai atau melanjutkan program kehamilan.

Selain itu, data menunjukkan jumlah kehamilan yang berasal dari program ART meningkat setelah kebijakan tersebut diterapkan. Pada 2023, tercatat ribuan kehamilan dari teknologi reproduksi berbantu, termasuk peningkatan kasus kehamilan kembar atau lebih.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa ketika akses terhadap layanan kesehatan reproduksi diperluas, lebih banyak pasangan mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan impian menjadi orang tua.

Namun, kehamilan dari IVF tetap membutuhkan pengawasan

Meskipun teknologi kesuburan memberikan harapan bagi banyak pasangan, dokter tetap mengingatkan bahwa beberapa prosedur memiliki risiko tertentu.

Salah satunya adalah kemungkinan kehamilan ganda, seperti bayi kembar. Kehamilan kembar membutuhkan pemantauan lebih ketat karena memiliki risiko lebih tinggi terhadap kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan komplikasi selama kehamilan.

Karena itu, dokter biasanya akan mempertimbangkan jumlah embrio yang ditanam agar peluang keberhasilan tetap baik dengan risiko yang lebih rendah bagi ibu dan bayi.

Masalah angka kelahiran tidak hanya tentang kesuburan

Meski akses perawatan kesuburan membantu meningkatkan peluang kehamilan, para ahli menilai masalah rendahnya angka kelahiran di Jepang tidak bisa diselesaikan hanya dengan teknologi medis.

Keputusan pasangan untuk memiliki anak juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti biaya hidup, dukungan keluarga, lingkungan kerja, dan kesiapan menjadi orang tua.

Artinya, dukungan kesehatan reproduksi perlu berjalan bersama dengan kebijakan yang membantu keluarga membesarkan anak.

Bagi Bunda yang sedang menanti kehadiran Si Kecil, kisah Jepang ini menunjukkan bahwa kemajuan medis dan dukungan yang tepat bisa membuka lebih banyak peluang untuk mewujudkan impian menjadi orang tua.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda