Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Suhu Panas & Dingin di Trimester Awal Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Janin sejak 12 Minggu

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Sabtu, 20 Jun 2026 08:00 WIB

Ilustrasi wanita minum dalam cuaca panas
Suhu Panas & Dingin di Trimester Awal Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Janin sejak 12 Minggu/Foto: Getty Images/Satoshi-K
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan adalah masa ketika tubuh Bunda mengalami banyak perubahan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Tidak hanya nutrisi dan kesehatan Bunda yang berperan, ternyata kondisi lingkungan seperti suhu panas dan dingin juga dapat memengaruhi perkembangan janin, bahkan sejak awal kehamilan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa paparan suhu lingkungan yang terlalu ekstrem pada trimester pertama dapat berkaitan dengan perubahan pertumbuhan janin. Masa awal kehamilan menjadi periode penting karena organ-organ utama bayi mulai terbentuk dan plasenta mulai berkembang untuk mendukung kebutuhan janin.

Mengapa suhu lingkungan bisa berpengaruh pada janin?

Saat Bunda mengalami paparan suhu ekstrem, tubuh akan berusaha menjaga kestabilan suhu internal. Proses ini melibatkan perubahan aliran darah, metabolisme, serta respons stres tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada kondisi terlalu panas, tubuh dapat mengalami peningkatan suhu inti (hipertermia). Kondisi ini dapat memicu perubahan pada sistem peredaran darah dan berpotensi memengaruhi aliran darah menuju plasenta.

Sementara itu, paparan suhu dingin ekstrem dapat menyebabkan tubuh melakukan vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah sebagai cara mempertahankan panas. Hal ini juga dapat memengaruhi distribusi oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin.

Dampaknya bisa terlihat sejak usia kehamilan 12 Minggu

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menemukan bahwa paparan suhu panas dan dingin selama trimester pertama berhubungan dengan perubahan ukuran janin yang diukur melalui pemeriksaan ultrasonografi.

Para peneliti melihat parameter pertumbuhan janin seperti:

  • Panjang kepala hingga bokong (crown-rump length),
  • Ukuran kepala,
  • Serta perkembangan awal janin.

Trimester pertama menjadi periode yang sangat sensitif karena sekitar minggu ke-12 kehamilan, perkembangan organ dan sistem tubuh bayi sedang berlangsung pesat.

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology ini menganalisis data dari dua kelompok penelitian kelahiran di Belanda, yaitu Generation R Next Study dan Generation R Study. Para peneliti melihat hubungan antara suhu lingkungan selama awal kehamilan dengan ukuran janin melalui pemeriksaan ultrasonografi. 

Ukuran yang diperhatikan adalah crown-rump length (CRL) atau panjang kepala hingga bokong janin, salah satu indikator pertumbuhan awal bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan suhu panas dan dingin selama trimester pertama berkaitan dengan ukuran CRL yang lebih kecil pada usia kehamilan sekitar 12 minggu.

Paparan suhu tinggi terutama terlihat berhubungan dengan perubahan pertumbuhan ketika terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan, khususnya sekitar minggu pertama hingga keenam. Sementara paparan suhu dingin memiliki hubungan yang terlihat dalam rentang waktu yang lebih panjang, yaitu sekitar minggu pertama hingga minggu ke-11. 

Namun, peneliti tidak menemukan hubungan yang sama pada pemeriksaan lebih awal di usia sekitar 8 atau 10 minggu. Perbedaan ukuran lebih terlihat ketika memasuki minggu ke-12. 

Suhu panas lebih banyak dikaitkan dengan risiko pertumbuhan terhambat

Beberapa studi epidemiologi menunjukkan bahwa paparan panas tinggi, terutama gelombang panas, dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin.

Suhu panas yang berlebihan dapat menyebabkan:

  • Peningkatan dehidrasi pada ibu,
  • Perubahan volume darah,
  • Peningkatan detak jantung,
  • Gangguan aliran darah ke plasenta.

Plasenta memiliki peran penting sebagai penghubung antara Bunda dan bayi. Jika suplai oksigen atau nutrisi terganggu, pertumbuhan janin bisa ikut terdampak.

Bagaimana dengan suhu dingin?

Suhu dingin juga menjadi perhatian, terutama jika paparan terjadi dalam waktu lama dan cukup ekstrem.

Tubuh yang terus-menerus beradaptasi dengan kondisi dingin dapat meningkatkan respons stres fisiologis. Beberapa penelitian mengaitkan paparan dingin selama kehamilan dengan risiko perubahan pertumbuhan janin, meskipun pengaruhnya dapat berbeda tergantung durasi paparan, tingkat suhu, kondisi kesehatan ibu, dan faktor lingkungan lainnya.

Cara menjaga kehamilan tetap nyaman

Paparan suhu panas atau dingin yang biasa terjadi dalam aktivitas sehari-hari umumnya tidak langsung menyebabkan masalah pada janin.

Yang lebih menjadi perhatian adalah:

  • Berada di lingkungan sangat panas dalam waktu lama,
  • Mengalami dehidrasi,
  • Bekerja di kondisi ekstrem tanpa perlindungan,
  • Mengalami peningkatan suhu tubuh akibat demam.

Misalnya, berjalan sebentar di luar ruangan atau terkena udara dingin sesekali biasanya tidak sama dengan paparan ekstrem yang berlangsung berjam-jam. Untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama hamil, Bunda bisa:

  • Cukup minum air agar tidak dehidrasi,
  • Menggunakan pakaian yang nyaman dan sesuai cuaca,
  • Menghindari paparan panas ekstrem terlalu lama,
  • Beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah,
  • Menjaga asupan makanan bergizi,
  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.

Pertumbuhan janin dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, nutrisi, kondisi kesehatan Bunda, hingga lingkungan. Menjaga tubuh tetap dalam kondisi stabil menjadi salah satu cara mendukung tumbuh kembang Si Kecil sejak awal kehidupannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda