Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kasus Langka Fetus in Fetu, Dokter Temukan 8 Janin di Perut Bayi Berusia 21 Hari

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 17 Jun 2026 13:40 WIB

Bayi Baru Lahir
Kasus Langka Fetus in Fetu, Dokter Ini Temukan 8 Janin di Dalam Perut Bayi Berusia 21 Hari/ Foto: Getty Images/iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Fetus in Fetu termasuk kondisi langka di mana seseorang 'mengandung' janin kembarannya. Sejauh ini, beberapa kasus fetus in fetu dilaporkan terjadi pada bayi hingga anak-anak, Bunda.

Pada tahun 2022, kasus unik fetus in fetu dialami oleh bayi berusia 21 hari di India. Kasus ini cukup mencuri perhatian karena temuan tak terduga oleh tim dokter saat melakukan operasi pada bayi tersebut.

Dalam tindakan operasi ini, dokter setidaknya menemukan 8 janin di dalam perut bayi berusia 21 hari tersebut. Dilansir laman NDTV, ukuran janin berkisar antara 3-5 sentimeter (cm) dan terletak di dalam kista di perut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Berdasarkan makalah dan jurnal yang tersedia sejauh ini, satu janin dilaporkan dalam sebagian besar kasus fetus ini fetu. Kasus delapan janin belum pernah dilaporkan dari mana pun," klaim melakukan operasi tersebut, Dr. Imran, kepada PTI.

Bermula dari benjolan di perut

Bayi yang mengalami fetus in fetu ini dilaporkan lahir pada tanggal 10 Oktober di sebuah rumah sakit pemerintah di distrik Ramgarh, Jharkhand. Sebelum ditemukan janin, dokter melihat ada benjolan di perut bayi tersebut.

Dokter lantas menyarankan kepada orang tuanya untuk segera melakukan operasi. Saat itu, dokter menganggap benjolan dapat menyebabkan masalah pada lambung.

"Bayi itu dirawat di rumah sakit ketika berusia 21 hari. Dalam diagnosis awal, ditemukan kista atau zat seperti tumor. Letaknya di bawah diafragma," ungkap Imran.

"Kami memutuskan untuk mengangkatnya melalui operasi dan operasi dilakukan pada tanggal 1 November. Kemudian, kami menemukan delapan janin satu demi satu di dalam bagian tersebut," sambungnya.

Operasi berjalan sukses dan kondisi bayi normal. Setelah operasi, bayi terus dipantau sebelum diizinkan pulang.

Temuan kasus lain fetus in fetu pada bayi

Kasus fetus in fetu telah dilaporkan dalam beberapa jurnal, Bunda. Pada 2021, seorang bayi perempuan lahir di Israel dengan embrio di dalam perutnya.

Ketika bayi lahir, dokter lantas melakukan sejumlah tes termasuk USG dan sinar X . Dokter pun menemukan janin yang sudah berkembang sebagian di dalam perut bayi perempuan tersebut.

Dokter lalu melakukan operasi untuk mengeluarkan janin tersebut. Operasi pun berjalan lancar.

Kasus serupa juga terjadi pada anak berusia setahun di China. Saat itu, dokter menemukan janin di dalam otak anak tersebut. Temuan ini diketahui perkembangan keterampilan motorik sang anak tertunda, lingkar kepalanya besar, serta ditemukan penumpukan cairan di otaknya.

Laporan di jurnal Neurology pada Desember 2022 menjelaskan bahwa massa di dalam kepala anak kecil tersebut adalah 'kembaran diamniotik monokorionik yang cacat'.

Itu artinya, saat di dalam rahim, janin pernah berbagi plasenta yang sama tetapi memiliki kantung ketuban terpisah. Jenis kembar ini berasal dari sel telur yang telah dibuahi, namun mereka tidak identik.

Menurut laporan, janin di dalam otak anak ini berukuran 10 cm. Janin sudah memiliki tulang belakang dan dua kaki (tulang paha dan tibia). Selain itu, janin ini diketahui mengalami spina bifida, yakni kondisi di mana sumsum tulang belakangnya terbuka.

Penyebab fetus in fetu

Dalam ulasan di Journal of Indian Association of Pediatric Surgeons tahun 2008, fetus in fetu didefinisikan sebagai kehadiran salah satu bayi kembar di tubuh bayi kembar lainnya. Kondisi ini umumnya paling sering terjadi di daerah retroperitoneal atau area belakang rongga perut.

Meski begitu, fetus in fetu juga dilaporkan telah ditemukan di lokasi lain. Selain retroperitoneal, ada pula yang 'hamil' kembarannya di daerah sacrococcygeal atau sakrum. Hanya sedikit laporan yang menemukannya di kepala, skrotum, dan mulut.

Menurut laporan di Journal of Surgical Technique and Case Report tahun 2010, kondisi fetus in fetu sangat jarang terjadi, atau terjadi sekitar 1 dari 500.000 kelahiran.

Dilansir beberapa sumber, penyebab fetus in fetu tidak diketahui secara pasti. Tetapi, para ilmuwan berpendapat bahwa janin dalam kasus ini adalah jenis 'kembar parasit' yang langka.

Kembar parasit tersebut terbentuk ketika atau selama seorang ibu menjalani kehamilan kembar identik. Di awal kehamilan, salah satu janin diserap oleh janin lainnya.

Teori lain menyebut bahwa fetus in fetu adalah sejenis teratoma, yakni tumor yang dapat mengandung tiga jenis sel utama, yang ditemukan pada tahap awal pembentukan embrio. Beberapa peneliti mengatakan bahwa keberadaan tulang belakang adalah pembeda dari diagnosis fetus in fetu dengan teratoma. Sebab, pada kasus teratoma tidak ditemukan tulang belakang.

Demikian laporan kasus fetus in fetu yang terjadi pada bayi 21 hari, di mana ditemukan 8 janin di dalam perutnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda