kehamilan
Berapa IU Vitamin E yang Dibutuhkan untuk Ibu Hamil?
HaiBunda
Senin, 15 Jun 2026 20:40 WIB
Daftar Isi
Kebutuhan nutrisi Bunda selama kehamilan meningkat demi mendukung tumbuh kembang janin. Salah satu nutrisi yang penting adalah vitamin E.Â
Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Pertanyaannya, berapa IU vitamin E yang dibutuhkan ibu hamil setiap harinya? Apakah cukup dari makanan sehari-hari atau perlu mengonsumsi suplemen tambahan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu vitamin E?
Vitamin E adalah istilah yang digunakan untuk sekelompok antioksidan yang larut lemak. Nutrisi ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan berperan dalam fungsi sistem imun, kesehatan kulit, serta pembentukan sel darah merah.
Melansir laman Government of Canada, vitamin E ada dalam delapan bentuk yang berbeda. Setiap bentuk memiliki aktivitas biologisnya sendiri, yang merupakan ukuran potensi dalam tubuh.
Alfa-tokoferol adalah nama bentuk vitamin E yang paling aktif pada manusia. Ini juga merupakan antioksidan biologis yang kuat. Vitamin E juga dianggap berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan proses tubuh lainnya.
Vitamin E secara alami ditemukan dalam makanan seperti:
- Minyak nabati seperti minyak bunga matahari, minyak safflower, minyak canola, dan minyak zaitun.
- Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti biji bunga matahari, almond, hazelnut, dan kacang tanah.
- Kecambah gandum.
- Beberapa sayuran berdaun hijau, meskipun jumlahnya sedikit.
Selama kehamilan, tubuh Bunda bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Karena itu, kebutuhan berbagai vitamin dan mineral menjadi lebih penting untuk diperhatikan, termasuk vitamin E.
Vitamin E berperan dalam melindungi sel dari stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak dibandingkan kemampuan tubuh untuk menetralisirnya.
Stres oksidatif yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Selain itu, vitamin E juga membantu menjaga fungsi normal sistem kekebalan tubuh dan mendukung berbagai proses metabolisme yang dibutuhkan selama kehamilan.
Ibu hamil membutuhkan berapa IU vitamin E?
Angka Kecukupan Gizi (AKG) vitamin E yang direkomendasikan perempuan hamil adalah 15 mg/hari alfa-tokoferol. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 22 IU vitamin E alami atau 33 IU vitamin E sintetis.
Sementara itu, kebutuhan vitamin E pada ibu menyusui lebih tinggi, yakni sekitar 28 IU vitamin E alami atau 42 IU vitamin E sintetis.
Adapun batas atas asupan vitamin E yang dapat ditoleransi orang dewasa adalah 1.000 mg per hari dari suplemen.
Manfaat vitamin E untuk ibu hamil
Vitamin E memiliki beberapa manfaat penting selama kehamilan yang dirangkum dari berbagai sumber antara lain:
1. Antioksidan
Vitamin E membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Vitamin E berperan dalam menjaga fungsi imun agar tubuh dapat bekerja secara optimal.
3. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan
Vitamin E merupakan salah satu mikronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi sel dan jaringan selama masa kehamilan.
Apakah ibu hamil perlu mengonsumsi suplemen vitamin E?
Melansir National Institutes of Health (NIH), sebagian besar ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan vitamin E melalui pola makan bergizi seimbang dan tidak memerlukan suplemen tambahan secara
Menurut tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews, pemberian suplemen vitamin E selama kehamilan belum terbukti memberikan manfaat yang signifikan dalam mencegah komplikasi kehamilan pada populasi umum.
Karena itu, suplemen vitamin E biasanya tidak direkomendasikan secara rutin kecuali atas anjuran dokter.
Jika Bunda mengonsumsi vitamin prenatal, periksa kembali kandungannya karena sebagian besar vitamin kehamilan umumnya sudah mengandung vitamin E dalam jumlah yang sesuai.
Bahaya kelebihan vitamin E saat hamil
Kebutuhan vitamin E ibu hamil adalah sekitar 15 mg per hari. Meski demikian, konsumsi suplemen dosis tinggi tidak dianjurkan tanpa pengawasan dokter karena vitamin E yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan perdarahan. Ini karena vitamin E dapat memengaruhi proses pembekuan darah.
Karena itu, Bunda sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin E dosis tinggi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Ada beberapa kondisi tertentu yang mungkin membuat dokter mempertimbangkan pemberian suplemen tambahan pada ibu hamil.
Misalnya, pada ibu hamil yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi, memiliki pola makan yang sangat terbatas, atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi kadar vitamin dalam tubuh.
Kebutuhan vitamin E setiap ibu hamil berbeda-beda. Karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, hasil pemeriksaan, dan rekomendasi dokter.
Semoga Bunda dan calon bayi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Studi Temukan Asupan Vitamin E saat Hamil Kurangi Risiko Alergi Kacang pada Anak
Kehamilan
Manfaat Vitamin E untuk Ibu Hamil, Ketahui Dosis dan Waktu Minumnya
Kehamilan
7 Rekomendasi Merek Vitamin E untuk Promil & Waktu Tepat untuk Meminumnya
Kehamilan
8 Manfaat Vitamin E untuk Perbaiki Kualitas Kesuburan Bunda & Ayah
Kehamilan
Vitamin E Diresepkan untuk Pasien COVID-19, Ini 7 Manfaatnya untuk Ibu Hamil
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
10 Rekomendasi Suplemen & Vitamin Kalsium untuk Ibu Hamil
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat