Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Pijat Perut untuk Program Hamil, Benarkah Efektif?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 17:40 WIB

Ilustrasi kehamilan
Pijat Perut untuk Program Hamil, Benarkah Efektif?/Foto: Getty Images/Jomkwan
Daftar Isi
Jakarta -

Berjuang untuk mendapatkan kehamilan bagi sebagian pasangan tidaklah mudah. Tak jarang, berbagai cara termasuk pijat perut dilakukan. Lantas, pijat perut untuk program hamil, benarkah efektif?

Mendapatkan pijatan memang membuat seseorang rileks sehingga serbuan stres yang ada bisa diminimalisir. Tak heran, treatment pijat memang banyak diminati sebagai media healing termasuk untuk meredakan stres. 

Dalam kaitannya dengan kehamilan, ketika seseorang berjuang untuk mendapatkan kehamilan, stres memang menjadi hambatan besar yang perlu disingkirkan. Ketika satu sama lain dari setiap pasangan merasa rileks, peluang kesuburan diharapkan semakin meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengenal pijat perut untuk program hamil

Pijat perut untuk program hamil merupakan salah satu bentuk pijat kesuburan yang berfokus pada rahim. Pijatan ini diketahui dapat membantu menghilangkan stres dan tekanan di area perut.

Praktik penyembuhan holistik kuno ini dengan lembut memanipulasi otot dan jaringan ikat di sekitar rahim dan organ lain di panggul. Cara ini menjadi terapi yang halus dan non invasif yang merupakan salah satu dari banyak treatment  pijat.

Tujuan dari pijat kesuburan sendiri ialah mengembalikan dan meningkatkan aliran darah dan menyehatkan jaringan. Cara ini dapat membantu menyelaraskan kembali organ perut dan meningkatkan peluang pembuahan serta meningkatkan kesukseskan implantasi.

Selain itu, pijatan ini juga menjadi salah satu perawatan yang dapat mendetoksifikasi tubuh di mana dapat membantu aliran limfatik, dan mendorong keseimbangan hormon. Pada akhirnya, treatment ini dapat menjadi bentuk relaksasi guna menghilangkan ketegangan seperti dikutip dari laman Pullingdownthemoon.

Berbicara mengenai pijat perut untuk program hamil, waktu terbaik untuk melakukannya ialah antara hari pertama menstruasi dan ovulasi, atau sekitar 14 hari dari waktu tersebut. Siklus 28 hari biasanya meninggalkan jendela dari aliran pertama hingga 14 hari setelah berakhir. Namun, jendela kesuburan memang tidak dapat diprediksi. Sehingga, bagi sebagian orang bisa datang lebih awal dan bagi yang lain lebih akhir.

Dalam siklus IVF, terapis nantinya akan menyesuaikan tekniknya agar selaras dengan tujuan siklus obat. Di luar itu, pijat kesuburan sebenarnya dapat dilakukan kapan saja dalam rentang siklus Bunda termasuk sebelum dan selama siklus ART. Hal ini nantinya dapat meningkatkan kualitas sel telur yang akan muncul selama siklus bayi tabung. 

Siklus hidup sel telur yang khas ialah 90 hari sehingga pijat kesuburan dapat mendorong hasil yang lebih baik bahkan pada bulan-bulan menjelang terapi IVF. Setelah hamil, terapis pijat nantinya akan memandu Bunda ke pijat prenatal yang tepat.

Apakah pijat perut efektif untuk program hamil?

Manfaat dari pijat perut memang sangat banyak ya, Bunda. Salah satunya ialah memperbesar peluang keberhasilan yang lebih besar untuk kehamilan, menjadi praktik perawatan diri, menghilangkan stres dan kecemasan seputar kesuburan, memperkuat hubungan pikiran dan tubuh, meningkatkan sirkulasi dan getah bening ke organ reproduksi, serta menjadikan seseorang lebih proaktif dan berdaya.

Sayangnya, masih sedikit atau belum adanya penelitian yang mendukung gagasan bahwa pijat kesuburan dapat membantu seseorang untuk hamil. Meski pijat ini menawarkan banyak manfaat namun efektivitasnya memang masih belum teruji. Namun, pijat kesuburan diketahui dapat membantu seseorang jadi lebih rileks dan mengurangi stres, yang keduanya merupakan faktor penting saat mencoba hamil.

Studi menunjukkan bahwa perempuan dengan infertilitas sering kali berisiko lebih tinggi terkena stres dan kecemasan. Penelitian juga menunjukkan hubungan antara kesuburan dan sistem reproduksi pada laki-laki dan perempuan. 

Pada laki-laki, mereka mungkin mengalami kadar kadar testosteron total serum yang lebih rendah, dan perempuan dapat memiliki kadar hormon stres yang lebih tinggi yang disebut kortisol, yang menghambat produksi estradiol seperti dikutip dari laman Healthline.

Jika berurusan dengan masalah kesuburan, ada kemungkinan besar hal ini juga dipengaruhi tingkat stres yang tinggi. Dengan mengingat hal tersebut, sangat masuk akal bahwa modifikasi gaya hidup dan pereda stres alami seperti pijat dapat menyebabkan pengurangan stres, kecemasan, dan depresi.

Mengutip dari laman Whattoexpect, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa pijat secara umum atau pijat kesuburan atau pijat perut untuk program hamil dapat secara langsung memengaruhi kesuburan dan meningkatkan peluang hamil.

Tetapi, pijat seperti yoga dan meditasi dapat membantu mengurangi stres. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pijat dapat menurunkan kadar kortisol dalam tubuh dan meningkatkan serotonin dan dopamin, yang dianggap berkontribusi pada kesehatan dan peningkatan suasana hati.

Bagaimana pijat perut untuk program hamil bekerja?

Bagian perut memang lebih terasa sensitif saat mencoba hamil. Dengan treatment pijatan yang berfokus pada perut, dapat mengurangi ketegangan. Dan hal ini ialah kunci dalam meningkatkan upaya pembuahan. 

Perlu diingat bahwa pijat perut tidak boleh menyakitkan, terlalu dalam, atau terlalu kuat. Jika ya, pastikan untuk terapis mengurangi tekanan sehingga tak lagi menyakitkan.

Ada beberapa sesi dalam pijatan yang membuat tubuh rileks, berikut ini di antaranya ya, Bunda:

1. Detoksifikasi
2. Meningkatkan aliran darah reproduksi dan merevitalisasi organ panggul
3. Pelepasan panggul dalam
4. Menenangkan sistem saraf
5. Menenangkan stres pasca ovulasi dan mendorong implantasi

Manfaat pijat perut untuk program hamil

Manfaat pijat perut untuk program hamil salah satunya ialah dapat menghilangkan stres yang dapat membunuh suasana hati saat mencoba untuk hamil. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa perempuan yang lebih stres selama ovulasi mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk hamil daripada perempuan yang kurang stres (atau tidak sama sekali) saat mereka berovulasi.

Berbagai manfaat dari pijat perut di antaranya sebagai berikut ya, Bunda:

1. Meningkatkan sirkulasi
2. Membuat rileks sistem saraf
3. Menghilangkan stres (masalah besar dengan kesuburan)
4. Mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan

Selain manfaat di atas, beberapa manfaat berikut ini juga ditawarkan dari pijat perut untuk program hamil:

1. Tidur lebih nyenyak

Studi menunjukkan bahwa terapi pijat dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi insomnia terutama bagi individu dengan menopause atau gagal jantung kongestif.

2. Mengurangi stres

Infertilitas dapat memicu stres dan kecemasan yang signifikan. Dengan adanya pijatan terbukti efektif dalam mengurangi stres dengan meningkatkan relaksasi melalui peningkatan aktivitas parasimpatik dan menurunkan kadar kortisol.

3. Pereda sembelit

Pijat perut dapat membantu meredakan sembelit dan meningkatkan fungsi usus. Namun, sebagian besar studi tentang topik ini dan penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membangun hubungan yang kuat seperti dikutip dari laman Rmanetwork.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Terapi pijat terbukti meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami tubuh (sel darah putih), yang membantu melawan virus dan patogen lainnya.

5.  Membantu pengaturan hormon

Pijat dapat meningkatkan komunikasi antara sistem saraf dan endokrin (yang mengatur hormon) yang mengarah pada keseimbangan hormonal yang lebih baik dan siklus menstruasi yang lebih teratur.

Risiko pijat perut 

Setiap aktivitas memang selalu memunculkan risiko tersendiri ya, Bunda. Tak terkecuali ketika Bunda melakukan pijat perut untuk program hamil. Sedianya, pijat memang membuat seseorang rileks dan tidak menyakitkan. Sehingga perlu diwaspadai agar tidak mendapatkan pijatan yang terlalu dalam di mana dapat menyebabkan bahaya seperti pecahnya kista seperti dikutip dari laman Xenithivf.

Untuk itu, tetaplah berhati-hati dalam memutuskan apakah ingin melakukan pijatan ini atau tidak. Apalagi, masih sangat sedikit atau bahkan tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa pijatan ini secara langsung dapat meningkatkan kesuburan. 

Secara umum, terapi pijat memang dapat menenangkan dan patut dicoba jika hanya ingin menghilangkan stres. Namun, jika sedang berusaha hamil dan dilanda cemas, ada baiknya berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk mendapatkan solusi terbaik.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda