kehamilan
Dokter Gunakan Botox untuk Menolong Janin dalam Kandungan, Hasilnya Mengejutkan
HaiBunda
Minggu, 14 Jun 2026 16:20 WIB
Daftar Isi
Botox selama ini identik dengan perawatan kecantikan dan upaya mengurangi kerutan di wajah. Namun siapa sangka, Botox ternyata bisa dimanfaatkan dokter untuk menyelamatkan janin yang masih berada dalam kandungan, Bunda.
Baru-baru ini, kisah seorang bayi yang lahir dengan selamat setelah mendapat suntik Botox menjadi sorotan publik. Bayi perempuan bernama Noel Price ini mendapat suntikan Botox sejak di dalam kandungan lantaran didiagnosis gastroschisis kompleks.
Para dokter menggunakan Botox untuk mengendurkan dinding perut yang tegang, menyelamatkan organ-organ Noel dan memungkinkannya untuk terus tumbuh. Noel, yang kini hampir berusia 10 bulan, telah pulih dengan baik setelah menjalani operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mungkin salah satu orang termuda di dunia yang menggunakan Botox," canda ibunya, Casey Price, dilansir People.
Perjalanan kehamilan Casey saat mengandung Noel
Kisah hidup Noel dimulai dari hasil USG-nya yang tidak normal pada tanggal 8 April 2025, atau ketika Casey hamil 17 minggu. Petugas media memberi tahu dia dan suaminya, Jonathan, bahwa bayinya tampak kecil dan mungkin ada sesuatu yang tidak beres.
Casey sendiri pernah mengalami keguguran saat hamil anak pertamanya. Salah satu bayi kembarnya meninggal sebelum dilahirkan.
Seminggu setelah pemeriksaan USG pertama, Casey dan suami mengunjungi seorang ahli fetal maternal di Texas Children's Hospital, pada tanggal 16 April 2025. Dari pemeriksaan lanjutan, keduanya mengetahui bahwa bayi mereka menderita gastroschisis kompleks, yakni adanya lubang di dinding perut.
Saat itu, kondisi janin mereka cukup mengkhawatirkan. Organ ususnya telah keluar melalui lubang tersebut dan terpapar cairan ketuban.
"Gastroskisis kompleks 'lebih berbahaya bagi bayi'," kata ahli bedah janin dan pakar fetal maternal di Texas Children's North Austin, Dr. Cara Buskmiller.
"Dengan kondisi ini, lubang di perut menjadi sempit, yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus dan membuat bayi sangat sakit saat lahir. Gastroskisis kompleks dikaitkan dengan risiko kematian 10 hingga 15 persen dan risiko 10 persen mengalami masalah seumur hidup yang disebut sindrom usus pendek," sambungnya.
Lantas, karena bayi Casey sangat kecil, dokter khawatir mungkin ada kelainan genetik tambahan yang bisa berakibat fatal. Casey dan suami tak mau diam saja, keduanya berusaha untuk menyelamatkan sang putri.
"Sepertinya kabar yang kami terima semakin buruk. Kami ingin melakukan semua yang kami bisa untuk memperjuangkan hidupnya, agar dia bisa hidup bersama kami. Kami bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan," ungkap Jonathan.
Awalnya, Casey dan Jonathan mengunjungi dokter beberapa kali seminggu. Tak lama kemudian, frekuensinya menjadi setiap beberapa hari sekali.
"Lubang sempit di dinding perut itu menutup dan organ-organ bayi, yang berada di luar tubuhnya, menjadi tertekan. Bagian dalam dan luar tubuhnya juga membengkak," kata Jonathan.
Keputusan untuk suntik Botox
Buskmiller mengatakan dia dan tim medis sebenarnya mempertimbangkan untuk melahirkan bayi Casey lebih awal atau prematur. Tim medis ingin menyelamatkan usus bayi tersebut dan menyelamatkannya dari bahaya yang signifikan.
Namun ada pilihan lain, yakni prosedur penyuntikan Botox yang baru dilakukan beberapa kali di dunia. Botox dapat mengendurkan lubang yang sempit untuk melebarkannya dan menghilangkan sumbatan sehingga darah dapat mengalir ke usus bayi dan ia dapat tetap berada di dalam rahim.
"Saya pikir mungkin saya bisa memecahkan masalah ini dan memberi lebih banyak waktu bagi bayi untuk tumbuh," ungkap Buskmiller.
Prosedur Botox pun dilakukan di usia kehamilan 25 minggu. Saat itu, dokter juga telah menyiapkan kebutuhan operasi caesar darurat bagi Casey. Namun, prosedur suntik Botox bisa berjalan dengan baik, Bunda.
"Minggu berikutnya kami datang dan dokter mulai melihat peningkatan. Botox memiliki efek yang memang membantunya. Kami sangat gembira dan sangat bahagia," ujar Casey.
Prosedur Botox berhasil dan memungkinkan bayi Casey tetap aman di dalam rahim dan terus tumbuh selama sembilan minggu lagi. Tindakan tersebut juga menyelamatkan organ dan sistem pencernaannya.
Kondisi Noel setelah lahir
Pada 4 Agustus atau enam minggu lebih awal, Noel dilahirkan melalui operasi caesar. Putri kedua Casey ini lahir dengan berat sekitar 1,5 kilogram (kg).
Begitu lahir, Noel menjalani prosedur untuk mengeluarkan cairan ketuban dari ususnya. Lima hari kemudian, bayi tersebut menjalani operasi untuk memasukkan kembali usus dan organ-organ ke dalam perutnya. Noel menghabiskan 81 hari di ruang NICU.
Kini hampir berusia 10 bulan, Noel terus menunjukkan perkembangan yang baik. Ia tidak memerlukan operasi tambahan. Ia sudah tidak lagi menggunakan selang makan dan bisa konsumsi makanan padat.
Demikian kisah bayi yang pernah mendapatkan suntik Botox sejak di dalam kandungan. Semoga kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi orang tua lain untuk tidak mudah menyerah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Kehamilan
Ibu Hamil Suntik Botox, Ketahui Fakta tentang Keamanannya Bun
Kehamilan
Trimester 2 Berapa Minggu? Pahami Perkembangan Janin dan Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Kehamilan
Perkembangan Janin 4 Bulan yang Perlu Bunda Ketahui
Kehamilan
Kebiasaan Ibu Hamil Marah Berlebihan, Pengaruhi Emosi Anak di Masa Depan
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Bagaikan Keajaiban! Alami Bocor Ketuban, Bayi Ini Bertahan di Kandungan dan Lahir dengan Selamat
Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok
Fenomena Unik, Kisah 2 Bayi Lahir di Hari dan RS yang Sama dengan Perbedaan Berat Cukup Jauh