Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Pusing karena Hamil atau Sekadar Kelelahan? Kenali Perbedaannya

Melly Febrida   |   HaiBunda

Rabu, 17 Jun 2026 19:10 WIB

Ilustrasi Sakit Kepala
Pusing karena Hamil atau Sekadar Kelelahan? Kenali Perbedaannya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Iamstocker
Daftar Isi
Jakarta -

Pusing tanda hamil seperti apa? Banyak perempuan yang mempertanyakan hal tersebut ketika baru merasakan perubahan pada tubuhnya. Rata-rata bingung membedakan pusing apakah tanda hamil, pusing tanda hamil atau haid.

Pusing tanda hamil biasanya muncul bersamaan dengan perumahan hormon di awal kehamilan. Alhasil, tak sedikit perempuan yang bingung membedakan dengan kondisi lain seperti kelelahan hingga menjelang haid.

Pusing tanda hamil seperti apa?

Kehamilan sering menyebabkan ketidaknyamanan, salah satunya rasa pusing. Namun, gejala ini umum terjadi pada ibu hamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ini umum terjadi, terutama pada trimester pertama," kata Dr. Silvana Ribaudo, seorang dokter yang bertugas dan asisten profesor klinis di departemen obstetri dan ginekologi di Universitas Columbia di New York City dilansir dari laman American Heart Association.

Lantas pusing tanda hamil itu seperti apa? Umumnya pusing tanda hamil digambarkan sebagai rasa ringan di kepala, seperti melayang, mudah limbung. Atau tiba-tiba ingin duduk karena tubuh terasa tidak stabil.

Kondisi ini bisa muncul tanpa aktivitas berat dan sering terjadi saat bangun terlalu cepat atau setelah berdiri lama.

Menurut Ribaudo, pada tahap awal kehamilan normal jika Bunda mengalami pusing ringan. Perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan rileks, menyebabkan tekanan darah turun. Kadar gula darah yang lebih rendah juga mungkin menjadi faktor.

American Heart Association juga menjelaskan bahwa perubahan sirkulasi darah selama kehamilan dapat memicu rasa pusing ringan hingga sedang.

Kapan pusing mulai muncul sebagai tanda kehamilan?

Banyak yang bertanya, 'pusing tanda hamil terjadi kapan?'. Sebagian perempuan merasa gejala muncul sejak minggu-minggu awal setelah pembuahan. Bahkan, terjadi sebelum telat haid. Namun, ada juga perempuan yang baru merasakan di trimester pertama.

Jika Bunda bingung, pusing apakah tanda hamil atau hanya kelelahan biasa maka bisa jadi ini sebagai tanda awal kehamilan. Tapi, gejala ini tak bisa berdiri sendiri. Ada gejala lain yang menyertainya. 

Elizabeth Langen, salah satu direktur program kardio-obstetri di Universitas Michigan di Ann Arbor, menjelaskan karena itu perempuan perlu berkomunikasi dengan baik dengan tim perawatan kesehatan selama kehamilan.

"Jika seorang perempuan memiliki gejala apa pun yang terasa baru atau berbeda, selalu tepat untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatannya," kata Langen.

Ciri-ciri pusing karena hamil yang perlu dikenali

Bunda perlu mengenali ciri-ciri pusing karena hamil agar tidak salah tafsir. Berikut beberapa ciri pusing yang sering dikaitkan dengan kehamilan.

  • Terasa ringan seperti melayang, bukan berputar hebat.
  • Muncul saat perubahan posisi tubuh, misalnya terjadi saat bangun terlalu cepat atau setelah berdiri lama.
  • Pusing disertai mudah lelah.
  • Terkadang muncul bersama rasa mual.

Karena ciri-ciri di atas, banyak juga yang mempertanyakan pusing dan mual apakah tanda hamil. Sebenarnya, kombinasi keduanya cukup umum terjadi pada awal kehamilan. Ini bisa karena pengaruh hormon hCG dan perubahan metabolisme tubuh.

Penyebab pusing pada awal kehamilan

Penyebab utama pusing selama kehamilan, termasuk di awal kehamilan adalah peningkatan hormon yang menyebabkan pembuluh darah Bunda rileks dan melebar. Ini membantu meningkatkan aliran darah ke bayi, tetapi memperlambat kembalinya darah di pembuluh darah ke Bunda. 

Kondisi tersebut menyebabkan tekanan darah ibu hamil lebih rendah dari biasanya, yang dapat mengurangi aliran darah ke otak, sehingga menyebabkan pusing untuk sementara waktu.

Pusing pada ibu hamil juga bisa disebabkan kadar gula darah rendah yang mungkin terjadi saat tubuh beradaptasi dengan perubahan metabolisme. Perempuan yang menderita anemia atau memiliki varises mungkin lebih rentan terhadap pusing daripada yang lain. 

Pusing pada ibu hamil juga bisa disebabkan dehidrasi atau kurang asupan cairan. Selama beberapa minggu dan bulan pertama kehamilan, banyak perempuan yang mengalami mual dan muntah yang dapat disertai dengan pusing atau menyebabkan dehidrasi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pusing.

Perbedaan pusing tanda hamil dan pusing biasa

Banyak yang bingung dengan beda pusing hamil dan pusing biasa. Secara umum, ibu hamil bisa membedakan dari beberapa hal ini.

  • Pusing hamil cenderung muncul karena perubahan hormon dan tekanan darah.
  • Pusing biasa lebih sering disebabkan kelelahan, kurang tidur, atau stres.
  • Pusing hamil sering disertai gejala lain seperti mual dan telat haid.

Tak jarang juga muncul pertanyaan apakah pusing tanda mau haid? Jawabannya, bisa iya Bunda. Gejala PMS dan awal kehamilan memang mirip. Karena itu perlu observasi lebih lanjut untuk mengetahui jawabannya.

Tanda-tanda kehamilan lain yang sering muncul bersamaan dengan pusing

Bunda akan sering mengalami beberapa tanda lain selain pusing sebagai tanda kehamilan, antara lain:

  • Telat haid.
  • Payudara lebih sensitif.
  • Mual atau muntah ringan.
  • Merasa mudah lelah.
  • Perubahan suasana hati.

Gejala-gejala tersebut dapat membantu memperjelas apakah pusing berkaitan dengan kehamilan atau bukan.

Cara mengatasi pusing saat hamil 

Melansir laman American Pregancy, beberapa cara di bawah ini dapat mengatasi atau mengurangi pusing saat hamil

  1. Hindari berdiri dalam waktu lama. Jika Bunda harus berdiri, pastikan kaki tetap bergerak untuk membantu meningkatkan sirkulasi.
  2. Bangun perlahan dari posisi duduk atau berbaring. Ini sangat penting saat Bunda keluar dari bak mandi.
  3. Makan secara teratur. Hindari jeda waktu yang lama antar waktu makan, lebih baik mengemil sepanjang hari.
  4. Hindari mandi air panas.
  5. Hindari berbaring telentang setelah Bunda mencapai pertengahan trimester kedua.
  6. Kenakan pakaian longgar dan nyaman untuk menghindari pembatasan sirkulasi.

Pada kondisi tertentu, pusing saat hamil trimester 2 dan pusing saat hamil trimester 3 juga dapat terjadi karena perubahan tekanan darah, beban tubuh yang meningkat, atau posisi bayi yang menekan pembuluh darah.

Kapan ibu hamil perlu memeriksakan diri ke dokter?

Ada kondisi yang ibu hamil perlu waspadai. Ini menentukan kapan ibu hamil harus segera memeriksakan diri ke dokter.  Ibu hamil harus segera menghubungi dokter jika pusing disertai dengan perdarahan vagina dan/atau nyeri di perut. Ini bisa menjadi tanda kehamilan ektopik, plasenta letak rendah, atau abrupsio plasenta.

Selain itu juga mengalami beberapa gejala di bawah ini:

1. Pusing sangat berat atau sering berulang

2. Pusing yang disertai pingsan menjadi salah satu tanda perempuan harus segera berkonsultasi ke dokter. 

"Jika dia benar-benar pingsan, itu sangat mengkhawatirkan," kata Langen. 

3. Disertai nyeri dada atau sesak napas

Jika ibu hamil merasa pusing setelah duduk dan beristirahat atau sesak napas, itu tidak normal. Juga, jika ibu  hamil terbangun dengan sesak napas atau tidak bisa berbaring telentang tanpa merasa sesak napas.

4. Tekanan darah sangat rendah atau tinggi.

5. Ada gangguan penglihatan.

Setiap tubuh perempuan punya cara sendiri dalam 'berbicara'. Pusing bisa jadi hanya lelah biasa, tapi juga bisa menjadi tanda awal kehamilan. 

Semoga Bunda dan calon bayi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda