Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

5 Figur Publik Hollywood Ini Hampir Meninggal saat Melahirkan, Kisahnya Menggugah Hati

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 07 Jun 2026 17:50 WIB

Berat badan petenis Serena Williams turun drastis setelah minum obat
5 Figur Publik Hollywood Ini Hampir Meninggal saat Melahirkan, Kisahnya Menggugah Hati/Foto: Instagram/@serenawilliams
Daftar Isi
Jakarta -

Persalinan sering menjadi momen yang membahagiakan keluarga. Namun, di balik kelahiran bayi ke dunia, ada risiko komplikasi yang dapat mengancam nyawa ibu. Sejumlah figur publik Hollywood bahkan pernah mengungkap pengalamannya nyaris meninggal saat melahirkan.

Kisah para mereka ini tidak hanya menggugah hati, tetapi juga membuka mata publik tentang pentingnya kesehatan ibu selama kehamilan dan persalinan.

5 Figur publik Hollywood yang hampir meninggal saat melahirkan

Berikut deretan publik figur Hollywood yang pernah mengaku hampir kehilangan nyawa saat melahirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Serena Williams

Serena Williams mengungkapkan mengalami serangkaian komplikasi serius setelah melahirkan putrinya, Olympia, pada 2017 melalui operasi caesar.

Dalam esainya untuk Elle, Serena menceritakan pengalamannya menghadapi banyak komplikasi kesehatan setelah melahirkan. Legenda tenis itu mengalami pembekuan darah di paru-paru setelah persalinan. Kondisinya membuat ia harus menjalani tiga operasi hanya dalam waktu satu minggu setelah melahirkan.

Serena bahkan mengaku sempat berpikir bahwa dirinya akan meninggal dunia saat menjalani masa pemulihan tersebut.

Dalam sebuah esai untuk CNN pada Februari 2018, Williams berbagi bahwa meskipun cobaan itu menakutkan, dia tetap menganggap dirinya 'beruntung' karena memiliki akses ke dokter yang baik, yang tidak dimiliki banyak perempuan dalam situasi seperti dirinya. 

2. Hayden Panettiere

Hayden Panettiere menceritakan pengalaman traumatis saat melahirkan putrinya, Kaya, pada 2014.

Dalam buku memoarnya yang terbit pada 2026, This Is Me: A Reckoning, Panettiere mengungkap bahwa ia harus menjalani operasi caesar setelah persalinan berlangsung selama 14 jam.

Ia kemudian mengalami perdarahan serius karena darahnya tidak membeku dengan baik. Kondisi tersebut membuatnya harus menerima tujuh kali transfusi darah dan menjalani operasi tambahan.

3. Christy Turlington

Christy Turlington mengalami perdarahan pasca persalinan atau postpartum hemorrhage setelah melahirkan putrinya pada 2003. Ia mengungkap bahwa situasi yang awalnya penuh kebahagiaan berubah menjadi keadaan darurat medis hanya dalam waktu singkat.

Berbicara kepada National Geographic pada Oktober 2017, bintang "Catwalk" ini menyadari bahwa banyak perempuan dalam posisinya tidak memiliki hak istimewa yang sama dan meninggal karena komplikasi pasca persalinan.

Pengalaman tersebut kemudian mendorong Turlington menjadi aktivis kesehatan ibu dan mendirikan organisasi Every Mother Counts yang berfokus pada keselamatan ibu hamil dan melahirkan.

4. Tori Spelling

Tori Spelling menghadapi komplikasi serius saat hamil anak ketiganya akibat plasenta previa, yaitu kondisi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Ia mengalami perdarahan hebat saat usia kehamilan sekitar 20 minggu dan harus menjalani perawatan intensif selama berminggu-minggu.

Setelah melahirkan, Spelling juga sempat menjalani operasi darurat akibat komplikasi dari operasi caesar yang dijalaninya.

5. Rachel Griffiths

Rachel Griffiths mengungkap bahwa dirinya sempat mengalami ruptur uterus atau robekan rahim saat melahirkan putrinya pada 2009. Komplikasi tersebut menyebabkan perdarahan hebat dan membuatnya harus menjalani operasi berkepanjangan.

Dalam beberapa wawancara, Griffiths mengatakan pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan dan membuatnya semakin menghargai waktu bersama keluarga.

Pentingnya mengenali tanda bahaya saat hamil dan melahirkan

Pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk membantu mendeteksi faktor risiko sejak dini. Selain itu, ibu hamil perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami tanda bahaya seperti perdarahan, nyeri hebat, sesak napas, tekanan darah tinggi, atau penurunan gerak janin.

Kisah di atas ini mengingatkan bahwa komplikasi persalinan bisa terjadi pada siapa saja, tanpa melihat status atau latar belakang. Karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin, akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, serta penanganan cepat saat terjadi keadaan darurat menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda