Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Mengenal Bentuk Darah Keguguran Usia Janin 2 Bulan dan Gejala yang Menyertainya

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 06 Jun 2026 16:10 WIB

Ilustrasi Keguguran
Mengenal Bentuk Darah Keguguran Usia Janin 2 Bulan dan Gejala yang Menyertainya/Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Ibu hamil sering dibuat cemas dengan perubahan bentuk darah yang keluar saat hamil muda. Apalagi pada usia janin sekitar 8 minggu atau 2 bulan.

Sebenarnya bentuk darah keguguran 2 bulan itu seperti apa? Karena itu, penting untuk mengenal bentuk darah keguguran dan gejala yang menyertainya.

Menurut American Pregnancy Association dalam laman resminya, keguguran umumnya ditandai perdarahan vagina, kram perut, hingga keluarnya jaringan dari rahim. Tapi, tingkat perdarahan ini dapat berbeda-beda di setiap ibu hamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu keguguran pada usia janin 2 bulan?

Keguguran adalah kehamilan yang berakhir dengan sendirinya dalam 20 minggu pertama kehamilan. Pada usia janin 2 bulan, kehamilan biasanya berada di sekitar minggu ke-8.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebagian besar keguguran trimester pertama terjadi karena kelainan kromosom yang berkembang secara alami pada janin.

Data menunjukkan bahwa sekitar 10 hingga 20 persen kehamilan yang diketahui dapat berakhir dengan keguguran.

Keguguran dapat menjadi salah satu pengalaman tersulit yang dihadapi seseorang atau keluarga.  

Jika Bunda sedang menghadapi kehilangan, atau khawatir tentang kemungkinan terjadinya keguguran, Bunda berhak mendapatkan informasi yang akurat dan dukungan yang penuh kasih sayang. Meskipun keguguran umum terjadi, hal itu tidak pernah sepele.

Bentuk darah keguguran 2 bulan seperti apa?

Keguguran sering menyebabkan pendarahan vagina. Ini bisa berkisar dari bercak ringan hingga pendarahan hebat. Ini juga dapat menyebabkan kram dan nyeri perut bagian bawah. Saat keguguran berlangsung, Bunda mungkin juga mengeluarkan gumpalan darah dari vagina.

Melansir PregnancyBirthBaby, pendarahan vagina biasanya merupakan tanda pertama keguguran yang diikuti nyeri perut bagian bawah. Jenis jaringan kehamilan yang Bunda lihat bergantung pada berapa minggu usia kehamilan saat keguguran terjadi. Mungkin terlihat seperti gumpalan darah, atau seperti selaput atau bagian tubuh kecil.

Bagaimana dengan bentuk keguguran usia janin 2 bulan? Darah yang keluar umumnya berbeda dari menstruasi biasa. Perdarahan dapat berlangsung ringan hingga sangat banyak.

Jaringan yang Bunda keluarkan saat janin usia 2 bulan mungkin tampak merah tua dan mengkilap. Beberapa perempuan menggambarkannya seperti hati. 

Bunda juga bisa menemukan kantung berisi embrio di dalamnya, seukuran kacang kecil. Jika Bunda melihat dengan cermat, mungkin dapat melihat di mana mata, lengan, dan kaki sedang terbentuk.

Tapi yang Bunda perlu ketahui bahwa pendarahan vagina selama kehamilan tidak selalu disebabkan keguguran. Tetapi jika Bunda mengalami pendarahan, bicarakan dengan dokter, bidan, atau hubungi unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala keguguran yang sering menyertai

Tak semua ibu hamil yang keguguran mengalami gejala. Beberapa orang hanya bergejala ringan, atau tidak ada gejala sama sekali, dan mengetahui bahwa mereka telah keguguran pada kunjungan kehamilan rutin atau USG. Wajar jika Bunda sangat khawatir jika curiga keguguran karena terjadi perdarahan di usia janin 2 bulan.

Jika Bunda mengalami pendarahan hebat, nyeri hebat, atau pusing, segera cari pertolongan medis. Berikut beberapa gejala keguguran yang sering menyertai yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Kram dan nyeri perut bawah

Kram keguguran terasa mirip dengan nyeri haid. Tetapi kram keguguran lebih kuat dan berlangsung terus-menerus.

2. Perdarahan semakin banyak

Perdarahan pada saat keguguran bisa membasahi pembalut dalam waktu singkat atau disertai gumpalan besar.

3. Keluar jaringan dari vagina

Beberapa ibu mengeluarkan jaringan berwarna abu-abu, merah gelap, atau menyerupai selaput saat keguguran.

4. Hilangnya gejala kehamilan

Jika sebelumnya Bunda mengalami gejala kehamilan seperti mual, payudara tegang, atau rasa lelah. Namun gejala itu kok tiba-tiba berkurang? Pada sebagian kasus keguguran mengalaminya, bahkan ada yang sampai hilang gejala kehamilannya.

Apa yang terjadi setelah keguguran?

Perdarahan biasanya akan berangsur berkurang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah ibu hamil keguguran. Siklus menstruasi umumnya kembali dalam waktu 4 sampai 6 minggu.

Ibu yang baru kehilangan tak hanya membutuhkan waktu untuk pemulihan fisik, tapi kondisi emosional ibu juga membutuhkan perhatian.

Rasa sedih, kehilangan, marah, atau bingung merupakan respons yang umum terjadi setelah kehilangan kehamilan.

American Pregnancy Association menekankan bahwa dukungan pasangan, keluarga, maupun konseling dapat membantu proses pemulihan emosional setelah keguguran.

Dari penjelasan di atas Bunda dapat mempelajari bahwa bentuk darah keguguran 2 bulan umumnya berupa perdarahan merah terang atau merah tua yang disertai gumpalan dan jaringan. Kondisi ini biasanya muncul bersama kram perut, nyeri, atau keluarnya jaringan dari vagina.

Namun, Bunda perlu ingat bahwa tidak semua perdarahan saat hamil menandakan keguguran. Jika ibu mengalami perdarahan selama kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda