kehamilan
Penyebab Ibu Hamil Mengompol di Malam Hari dan Tips Mengatasinya
HaiBunda
Senin, 01 Jun 2026 21:00 WIB
Daftar Isi
- Penyebab ibu hamil mengompol saat tidur
- Cara membedakan mengompol dan air ketuban
-
Cara mengurangi risiko mengompol saat tidur
- 1. Buang air kecil sebelum tidur
- 2. Kurangi minum terlalu banyak menjelang tidur
- 3. Hindari minuman berkafein di malam hari
- 4. Lakukan senam Kegel
- 5. Atur posisi tidur yang nyaman
- 6. Jaga berat badan selama kehamilan
- 7. Gunakan pelindung kasur atau pembalut khusus
- 8. Periksa jika disertai gejala lain
Sebagian ibu hamil mungkin pernah terbangun dan menyadari celana atau tempat tidur terasa basah. Kondisi ini bisa membuat panik, apalagi jika sulit membedakan apakah itu urine, air ketuban, atau cairan lain.
Pada banyak kasus, mengompol saat tidur selama kehamilan sebenarnya cukup umum terjadi, terutama saat usia kandungan semakin besar.
Penyebab ibu hamil mengompol saat tidur
Mengompol saat tidur bisa dialami sebagian ibu hamil, terutama ketika usia kandungan memasuki trimester kedua dan ketiga. Kondisi ini biasanya terjadi karena perubahan fisik dan hormon selama kehamilan yang membuat kandung kemih lebih sulit dikontrol saat tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sering membuat tidak nyaman atau malu, mengompol saat hamil umumnya merupakan kondisi yang normal. Namun, bunda tetap perlu memahami penyebabnya agar bisa membedakan mana yang wajar dan mana yang perlu diperiksakan ke dokter.
1. Kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar
Seiring pertumbuhan janin, rahim akan semakin membesar dan menekan kandung kemih. Tekanan ini membuat kapasitas kandung kemih menjadi lebih kecil sehingga bunda jadi lebih sering buang air kecil, termasuk saat tidur malam. Ketika kandung kemih terlalu penuh, sedikit urine bisa keluar tanpa disadari saat bunda tertidur, batuk, bersin, atau berubah posisi.
2. Otot dasar panggul melemah
Kehamilan memberi beban ekstra pada otot dasar panggul, yaitu otot yang menopang kandung kemih, rahim, dan usus. Jika otot ini melemah, kontrol terhadap urine menjadi berkurang. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal International Urogynecology Journal, inkontinensia urine selama kehamilan cukup sering terjadi, terutama pada trimester kedua dan ketiga akibat peningkatan tekanan pada dasar panggul.
3. Perubahan hormon kehamilan
Hormon progesteron selama kehamilan membantu melemaskan otot tubuh, termasuk saluran kemih. Akibatnya, urine bisa lebih mudah keluar tanpa disadari. Selain itu, ginjal ibu hamil juga bekerja lebih aktif sehingga produksi urine meningkat dibanding sebelum hamil.
4. Bayi bergerak aktif di malam hari
Gerakan atau tendangan bayi kadang memberi tekanan mendadak pada kandung kemih. Hal ini bisa memicu kebocoran urine kecil saat bunda sedang tidur lelap.
5. Infeksi saluran kemih (ISK)
Jika mengompol disertai rasa nyeri saat buang air kecil, urine berbau tajam, anyang-anyangan, atau demam, bisa jadi penyebabnya adalah infeksi saluran kemih. Menurut penelitian dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil memang lebih rentan mengalami ISK karena perubahan hormonal dan tekanan pada saluran kemih selama kehamilan.
Cara membedakan mengompol dan air ketuban
Banyak ibu hamil khawatir cairan yang keluar saat tidur adalah air ketuban. Berikut perbedaannya:
Urine:
- Berwarna kekuningan
- Memiliki bau khas urine
- Biasanya keluar sedikit
- Dapat ditahan sebagian
Air ketuban:
- Cenderung bening
- Tidak terlalu berbau
- Keluar terus-menerus atau merembes
- Sulit ditahan
Jika bunda ragu apakah cairan tersebut urine atau air ketuban, segera periksa ke dokter atau bidan.
Cara mengurangi risiko mengompol saat tidur
Mengompol saat tidur atau keluarnya urine tanpa disadari merupakan kondisi yang cukup umum dialami ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini biasanya terjadi karena kandung kemih tertekan rahim yang membesar serta melemahnya otot dasar panggul.
Meski normal, kondisi ini tetap bisa mengganggu kualitas tidur dan membuat bunda merasa tidak nyaman. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi risiko mengompol saat tidur selama kehamilan.
1. Buang air kecil sebelum tidur
Biasakan ke kamar mandi tepat sebelum tidur agar kandung kemih tidak terlalu penuh sepanjang malam. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kebocoran urine saat bunda tertidur.
2. Kurangi minum terlalu banyak menjelang tidur
Tubuh ibu hamil memang membutuhkan banyak cairan, tetapi sebaiknya hindari minum dalam jumlah besar 1–2 jam sebelum tidur. Bunda tetap perlu mencukupi kebutuhan cairan di siang hari agar tidak dehidrasi.
3. Hindari minuman berkafein di malam hari
Minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, atau cokelat panas dapat merangsang kandung kemih dan membuat bunda lebih sering buang air kecil.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Urogynecology Journal, konsumsi kafein dapat memperburuk gejala inkontinensia urine pada sebagian perempuan.
4. Lakukan senam Kegel
Senam Kegel membantu memperkuat otot dasar panggul yang menopang kandung kemih. Otot yang lebih kuat dapat membantu bunda mengontrol keluarnya urine dengan lebih baik.
Cara melakukan senam Kegel:
- Kencangkan otot seperti sedang menahan pipis
- Tahan selama 5–10 detik
- Lepaskan perlahan
- Ulangi 10–15 kali beberapa kali sehari
5. Atur posisi tidur yang nyaman
Tidur miring ke kiri sering dianjurkan selama kehamilan karena membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi tekanan pada organ tubuh tertentu.
Jika bunda merasa kandung kemih cepat tertekan dalam posisi tertentu, cobalah gunakan bantal penyangga agar tidur lebih nyaman.
6. Jaga berat badan selama kehamilan
Kenaikan berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan dasar panggul sehingga risiko kebocoran urine menjadi lebih tinggi. Usahakan kenaikan berat badan tetap sesuai anjuran dokter.
7. Gunakan pelindung kasur atau pembalut khusus
Jika mengompol cukup sering terjadi, bunda bisa menggunakan alas tahan air atau pembalut khusus untuk membantu tidur lebih nyaman dan mengurangi rasa cemas.
8. Periksa jika disertai gejala lain
Segera konsultasikan ke dokter bila mengompol disertai:
- Nyeri saat buang air kecil
- Demam
- Urine berbau tajam
- Cairan keluar terus-menerus seperti air ketuban
- Nyeri perut atau kontraksi
Kondisi tersebut bisa menandakan infeksi saluran kemih atau masalah kehamilan lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengompol saat tidur selama hamil memang bisa membuat bunda tidak nyaman, tetapi kondisi ini umumnya dapat dikurangi dengan perubahan kebiasaan sehari-hari dan latihan otot panggul secara rutin.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Penyebab Ibu Hamil Bisa Pipis Tanpa Sadar, Bisakah Dikontrol?
Kehamilan
5 Fakta Kasus Bumil Meninggal Usai Ditolak RSUD Subang, Kronologi hingga Investigasi Kemenkes
Kehamilan
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Kehamilan
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
Kehamilan
6 Manfaat Ikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Ikan Kakap
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Sering Buang Air Kecil jadi Tanda Hamil, Kenali Bedanya dengan Gejala Infeksi Saluran Kemih
Kenali Penyebab Air Ketuban Merembes tapi Tidak Mulas dan Hal yang Perlu Dilakukan
Penyebab Sulit Pipis setelah Melahirkan, Bisa karena Saraf Tertekan hingga Obat Bius