kehamilan
Mengenal Posisi Mating Press dalam Berhubungan Seks dari Tips Melakukan hingga Risikonya
HaiBunda
Jumat, 29 May 2026 21:00 WIB
Daftar Isi
Posisi mating press belakangan banyak dibahas. Posisi ini disebut sebagai variasi dari misionaris yang menawarkan kontak tubuh lebih dekat sekaligus penetrasi yang lebih dalam.
Begitu banyak pilihan posisi seks untuk pasangan suami istri (pasutri) dan Ayah Bunda tak harus selalu memilih yang rumit. Yang terpenting pasutri merasa intim dan sama-sama bahagia.
Beberapa terapis seks menilai posisi mating press bisa membantu pasangan lebih mudah berkomunikasi karena intens dalam kontak mata dan sentuhan tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal posisi mating press dalam hubungan seks
Posisi mating press adalah variasi sederhana dari posisi misionaris. Menurut terapis seks bersertifikat di Nova Southeastern University, Rachel Needle, posisi ini memungkinkan kontak kulit, pelukan, hingga tatapan mata lebih intens dibanding beberapa posisi lainnya. Karena sudut tubuh berubah, penetrasi juga bisa terasa lebih dalam.
"Yang semuanya bisa sangat menggairahkan," kata Needle dilansir dari WomensHealtMag.
Â
Peningkatan keintiman selalu menjadi nilai tambah, tetapi hal itu dapat membantu pasangan jangka panjang untuk menghidupkan kembali percikan seksual dalam hubungan mereka.
Sedangkan terapis seks Ian Kerner mengatakan bahwa posisi berbasis misionaris sering dianggap intim karena menghadirkan rasa dekat dan koneksi emosional. Selain itu, posisi mating press sering dikaitkan dengan stimulasi area sensitif tertentu karena sudut penetrasinya yang berbeda.
Risiko dan efek samping melakukan posisi mating press dalam berhubungan intim
Posisi mating press terdengar menarik, namun tidak semua orang merasa nyaman melakukannya. Posisi ini membutuhkan fleksibilitas kaki dan pinggul.Â
Pada sebagian pasangan, posisi ini dapat menimbulkan:
- Rasa pegal pada paha, pinggang, atau lulus.
- Kurang nyaman jika penetrasi terasa terlalu dalam.
- Kram otot jika terlalu lama mempertahankan posisi.
- Sebagian orang merasakan nyeri di area panggul.
- Risiko cedera ringan jika dilakukan terlalu agresif.
Menurut para ahli seks, pasutri penting tetap berkomunikasi selama mencoba posisi baru. Jika mulai terasa sakit atau tidak nyaman, pasangan sebaiknya segera mengubah posisi atau berhenti sejenak.
"Dengan penerima dalam posisi yang rentan secara fisik dan pemberi menahannya di tempatnya dengan berat badannya, posisi ini secara alami akan mengarah pada intensitas dan dominasi," kata Needle.
Pada ibu hamil, orang dengan cedera punggung, masalah panggul, atau gangguan sendi tertentu, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum mencoba posisi yang memberi tekanan cukup besar pada tubuh ini.
Cara melakukan gaya berhubungan tim mating press
Cara melakukan posisi mating press adalah:
- Pasangan penerima berbaring telentang di atas kaus
- Pasangan penerima meletakkan satu kaki di masing-masing bahu pasangan pemberi, meluruskannya (membentuk huruf 'V').Â
- Pasangan pemberi melakukan penetrasi dari atas, mengendalikan kedalaman dan ritme penetrasi. Sambil menopang tubuh menggunakan tangan dan lutut.
- Penetrasi dilakukan perlahan sambil menyesuaikan ritme dan kenyamanan masing-masing.
Beberapa pasangan memilih menaruh bantal di bawah pinggul agar posisi terasa lebih nyaman.
Pasutri bisa melakukan berbagai modifikasi yang lebih ringan jika posisi asli terasa terlalu melelahkan. Misalnya, hanya mengangkat satu kaki atau menekuk lutut agar tekanan pada tubuh berkurang.
Tips dan trik melakukan posisi seks mating press
Pasutri tentu menginginkan kenyamanan dan rasa aman dalam mencoba posisi mating press. Berikut beberapa tips melakukan posisi mating press yang bisa dicoba:
1. Melakukan perlahan di awal
Suami melakukan penetrasi yang cukup dalam. Karena itu ritme yang lambat di awal dapat membantu tubuh beradaptasi serta mengurangi rasa tidak nyaman.
2. Menggunakan bantal sebagai penyangga
Menggunakan bantal di bawah pinggul atau punggung dapat membantu mengurangi tekanan pada tubuh.
3. Jangan memaksakan fleksibilitas
Tidak semua orang merasa nyaman mengangkat kakinya terlalu tinggi ke bahu suami. Posisi ini dapat dimodifikasi sesuai kemampuan tubuh.
4. Komunikasikan rasa nyaman dan tidak nyaman
Pasutri sebaiknya tetap berkomunikasi dengan saling memberi tahu jika ritme terlalu cepat, terlalu dalam, atau mulai terasa pegal.
5. Menggunakan pelumas jika diperlukan
Penggunaan pelumas dapat membantu mengurangi gesekan yang berlebih. Alhasil hubungan intim terasa lebih nyaman.
Meski posisi mating press sering dianggap menarik karena penetrasi dalam dan kontak tubuh yang intim, kenyamanan serta komunikasi tetap menjadi hal terpenting saat mencobanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
6 Fakta Gaya WOT dalam Berhubungan Intim Suami Istri
Kehamilan
Posisi Terbaik setelah Berhubungan Intim agar Cepat Hamil
Kehamilan
Mengenal Posisi Seks Gaya Kepiting dalam Berhubungan Intim dan Tips Melakukan hingga Risikonya
Kehamilan
Mengenal Posisi Seks Gaya Lotus dalam Berhubungan Intim dari Tips Melakukan hingga Risikonya
Kehamilan
Kenali Posisi Berhubungan Intim agar Cepat Hamil hingga Posisi Amannya saat Hamil Tua
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Amankah Posisi Misionaris untuk Berhubungan Intim saat Hamil Trimester Kedua?
Mengenal Posisi Spooning dalam Berhubungan Seks dari Tips Melakukan hingga Risikonya
Berhubungan Seks Selama Kehamilan Bikin Persalinan Lebih Cepat? Simak Penjelasannya