kehamilan
Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, hingga Biayanya
HaiBunda
Kamis, 21 May 2026 20:20 WIB
Daftar Isi
Pembekuan sperma atau sperm freezing merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesuburan pria. Seperti halnya dengan egg freezing, prosedur sperm tentu memiliki cara, syarat, hingga biaya yang berbeda.
Ada berbagai alasan mengapa seseorang ingin melakukan pembekuan sperma atau sperm freezing. Selain sebagai tabungan, sperma yang dibekukan menjadi investasi bagi mereka jika ingin memiliki anak di kemudian hari.
Seperti diketahui bahwa sperma memang dapat dibekukan sebagai cadangan untuk perawatan kesuburan, sebagai asuransi sebelum vasektomi, atau tabungan bagi mereka yang berpikir bahwa kesuburan mereka mungkin menurun sebelum mereka siap memiliki anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan menempuh sperm freezing merupakan keputusan yang bijaksana untuk melestarikan kesuburan seseorang hingga membantu mereka yang menjalani perawatan kanker atau perawatan hormon seperti dikutip dari laman Fertilityassociate.
Apa itu sperm freezing?
Sperm freezing merupakan salah satu metode untuk menjaga kesuburan pria sehingga mereka nantinya dapat mencoba memiliki anak di kemudian hari. Selain untuk diri sendiri, tabungan sperma juga bisa didonorkan atau untuk perawatan orang lain.
Jika sperma akan disumbangkan biasanya sperma tersebut harus dikarantina selama tidak atau enam bulan dan diperiksa infeksinya sebelum dapat digunakan penerima donor. Sementara itu, lamanya karantina akan bergantung pada jenis tes skrining yang dilakukan di rumah sakit.
Bagi sebagian pria, keputusan untuk mengikuti sperm freezing mungkin menjadi keputusan yang tidak mudah. Hanya saja, kebutuhan ini biasanya memang diperlukan terutama jika yang bersangkutan memiliki riwayat medis tertentu. Nah, sebelum memutuskan mengikuti prosedur ini, pertimbangkan beberapa hal berikut ini seperti dikutip dari laman Hfea:
1. Memiliki kondisi medis atau sedang menjalani perawatan medis yang dapat memengaruhi kesuburan
2. Memutuskan untuk menjalani vasektomi dan ingin memiliki sperma jika nantinya berubah pikiran ingin memiliki anak
3. Memiliki jumlah sperma yang rendah atau kualitas sperma yang buruk
4. Kesulitan menghasilkan sampel sperma pada perawatan kesuburan
5. Berisiko mengalami cedera atau kematian
Alasan pria melakukan sperm freezing
Selain alasan di atas, beberapa alasan lainnya mengapa seseorang menempuh prosedur sperm freezing di antaranya berikut ini:
1. Usia
Seperti diketahui bahwa seiring berjalannya usia, sperm freezing menjadi prosedur yang perlu dipertimbangkan terutama jika memang tetap ingin mempertahankan kesuburan.
2. Prosedur atau kondisi medis
Mereka yang memilih untuk menjalani vasektomi mungkin menginginkan pilihan untuk memiliki anak di masa depan. Beberapa obat, seperti terapi testosteron atau terapi sel sabit, dapat memengaruhi kesuburan. Dengan begitu, sperm freezing menjadi solusi yang bisa ditempuh dalam mewujudkan memiliki anak di kemudian hari.
3. Pekerjaan
Orang-orang dengan pekerjaan berisiko tinggi, seperti mereka yang berada di militer, dapat membekukan sperma agar tersedia bagi mereka atau pasangan mereka.
Kenali cara kerja sperm freezing
Dalam prosesnya, metode ini memang membekukan sperma guna kebutuhan di masa mendatang saat ingin memiliki anak. Namun, sebelum menjalani prosedur ini, pertama-tama, pria tersebut akan menjalani tes untuk penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. Selain itu, tes ini untuk memastikan bahwa sampel sperma yang terinfeksi disimpan secara terpisah untuk mencegah kontaminasi sampel lain.
Setelah itu, pasien akan memberikan persetujuan tertulis berdasarkan informasi yang lengkap untuk prosedur penyimpanan dan menentukan berapa lama sperma tersebut ingin disimpan.
Di klinik atau rumah sakit, biasanya pasien akan diminta untuk memberikan sampel sperma segar. Sampel tersebut kemudian dicampur dengan cairan khusus untuk melindungi sperma dari kerusakan selama pembekuan. Sebelum dibekukan, sampel biasanya dibagi ke dalam sejumlah wadah. Ini artinya, tidak semua sperma perlu dicairkan sekaligus dan dapat digunakan dalam beberapa perawatan. Sampel kemudian didinginkan perlahan dan dicelupkan ke dalam nitrogen cair.
Prosedur sperm freezing sebenarnya sangat aman dan tidak ada risiko bagi pasien atau anak-anak dari penggunaan sperma beku. Namun, permasalahannya ialah tidak semua sperma akan bertahan hidup dalam proses pembekuan dan pencairan.
Jika tidak segera digunakan, sperma mungkin akan disimpan untuk bisa digunakan di masa mendatang. Sperma yang disimpan akan dibekukan. Bunda perlu mempertimbangkan seberapa jauh di masa depan kemungkinan sperma tersebut digunakan serta potensi biaya penyimpanannya.
Terkait pembekuan dalam jangka panjang, kerusakan pada sperma memang dikhawatirkan. Meskipun penelitian masih dilakukan, belum ada cukup bukti yang tersedia untuk mengatakan dengan pasti apakah menyimpan gamet dan embrio dalam jangka waktu yang lebih lama memiliki dampak negatif pada kelangsungan hidupnya.
Bagaimana sperma dibekukan dan dicarikan
Ahli andrologi menempatkan sperma yang telah disiapkan ke dalam larutan pembeku khusus dalam tabung kecil. Tabung-tabung tersebut dimasukkan ke dalam freezer penyimpanan yang berisi nitrogen cair. “Sperma harus tetap beku pada suhu konstan minus 196 derajat Celcius,” kata ahli urologi Amin Herati selaku director of Male Infertility and Men Health Clinic at Brady Urological Institute, dikutip dari laman Hopkins Medicine.
Sperma setiap pasien biasanya dibagi menjadi beberapa tabung dan disimpan dalam beberapa tangki penyimpanan. Jika satu freezer rusak, sampel sperma yang tersisa tetap aman. Sebagai informasi, sebenarnya sperma dapat dibekukan tanpa batas waktu.
Ketika akan digunakan, sperma tersebut dicairkan di laboratorium hingga mencapai suhu ruangan. “Setelah dicairkan, sperma dianalisis untuk memastikan masih ada sperma yang motil dan aktif,” kata Herati.
Sayangnya, dalam beberapa kasus, setengah hingga dua pertiga sperma mungkin tidak bisa bertahan hidup dalam siklus pembekuan dan pencairan. Tetapi, sperma yang bertahan hidup mungkin lebih menguntungkan dari sisi kesuburan. Studi menunjukkan bahwa sperma ini mungkin lebih mungkin menghasilkan kehamilan ketika digunakan dalam IVF.
Berapa biaya sperm freezing?
Biaya prosedur sperm freezing sangatlah bervariasi ya, Bunda. Sering kali ada satu biaya yang digunakan untuk pengumpulan dan analisis sperma, kemudian biaya penyimpanan berkelanjutan untuk proses pembekuan.
Terkait biaya penyimpanan, kisarannya yakni antara US$100-500 per tahun. Ada baiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak asuransi dan juga dokter terkait biaya tersebut.
Oh iya, Bunda, sperm freezing tidak mungkin dilakukan di rumah ya. Sperm freezing biasanya dilakukan di laboratorium dengan kontrol kualitas yang tepat. Suhu freezer rumah rata-rata sekitar minus 18 derajat Celcius. Sementara itu, sperma perlu disimpan pada suhu minus 196 derajat Celcius agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.
Semoga informasinya membantu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Agar Kualitas Sperma Meningkat & Cepat Hamil, Ayah Sebaiknya Tidur Jam Segini Bun
Kehamilan
7 Pilihan Suplemen untuk Ayah Konsumsi saat Jalani Program Hamil
Kehamilan
Ssst..! Kamar yang Berisik Ternyata Bisa Turunkan Kesuburan Pria Lho
Kehamilan
Begini Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak, Kenali Ciri-cirinya Bun
Kehamilan
Bagaimana Proses Pembentukan Sperma? Ini Bun Cara Jaga Kualitas & Kuantitasnya
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Ciri-ciri Sperma yang Sehat untuk Mempercepat Kehamilan & Tips Menjaga Kualitasnya
9 Mitos tentang Kesuburan yang Bikin Sulit Hamil