kehamilan
Studi Temukan Plasenta Ternyata Bersihkan Virus COVID-19 Selama Kehamilan
HaiBunda
Sabtu, 23 May 2026 08:30 WIB
Daftar Isi
Hasil studi terbaru menemukan kerja plasenta yang sangat luar biasa pada tubuh hamil ibu hamil. Tim peneliti menemukan bahwa plasenta membantu membersihkan sisa-sisa paparan virus SARS-CoV-2 atau kita kenal dengan COVID-19, selama kehamilan.
Beberapa tahun lalu, pandemi COVID-19 menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Tak sedikit ibu hamil yang khawatir virus tersebut akan menetap dalam tubuh dan berdampak pada kesehatan jangka panjang mereka.
Kekhawatiran inilah yang mendorong peneliti dari Yale University membongkar fakta terkait infeksi COVID-19 pada ibu hamil. Melalui studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open, mereka meneliti secara detail terkait keberadaan virus di plasenta ibu hamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, agar memahaminya lebih lanjut, Bunda bisa menyimak penjelasan lengkap tentang penelitian tersebut berikut ini, Bunda.
Penelitian tentang plasenta yang membersihkan virus COVID
Yale University bersama beberapa ahlinya melakukan penelitian tentang bagaimana tubuh ibu hamil merespons infeksi COVID-19, khususnya melalui plasenta. Temuan ini juga berkaitan dengan kondisi kesehatan jangka panjang ibu usai terpapar COVID-19.
Para ilmuwan ingin mencari tahu lebih dalam bagaimana ketahanan virus penyebab COVID-19 ini di plasenta ibu hamil. Pasalnya, plasenta sangat rentan karena memiliki reseptor khusus bernama ACE2 yang menjadi pintu masuk virus SARS-CoV-2 ke dalam sel.
Melansir dari News Yale, para peneliti akhirnya menganalisis sampel plasenta dari sejumlah ibu yang pernah terinfeksi COVID-19. Sampel ini diambil saat persalinan dengan rentang waktu 40 hingga 212 hari setelah ibu dinyatakan sembuh.
Penelitian ini pun mencakup berbagai kondisi kehamilan, baik yang berakhir dengan kelahiran sehat maupun yang mengalami komplikasi seperti bayi lahir mati. Kemudian, para peneliti membagi sampel menjadi tiga kelompok sebagai berikut:
- Pertama, ibu yang hamil sebelum pandemi COVID-19, sehingga kemungkinan besar tidak terpapar virus
- Kedua, ibu yang terinfeksi COVID-19 sebelum vaksin tersedia, termasuk yang mengalami keguguran akibat infeksi
- Ketiga, ibu yang pernah terinfeksi dan sudah pulih dari COVID-19.
Setelah dikelompokkan, para peneliti pun memastikan kehadiran virus di plasenta dengan dua metode khusus, yakni menggunakan antibodi untuk mencari bekas virus dalam jaringan plasenta dan melakukan pendekatan genetik untuk mendeteksi keberadaan materi virus.
Hasil penelitian yang membawa kabar baik
Setelah beberapa waktu, para peneliti pun menerima hasilnya. Kabarnya cukup baik dan melegakan, Bunda. Dengan menggunakan metode yang sangat sensitif untuk mendeteksi protein dan materi genetik (RNA) virus, mereka tidak menemukan adanya virus SARS-CoV-2 yang bertahan di dalam plasenta.
Meski begitu, peneliti tetap menemukan adanya perubahan pada beberapa plasenta, seperti perubahan struktur jaringan dan tanda-tanda peradangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun virusnya sudah hilang, efek dari respons tubuh saat melawan infeksi ini tetap bertahan lama, Bunda.
Melalui temuan ini, para ahli menyimpulkan bahwa plasenta memiliki kemampuan untuk membersihkan virus setelah infeksi terjadi. Artinya, plasenta tidak menjadi tempat virus menetap dalam jangka panjang sehingga minim risiko infeksi yang berkepanjangan.
Tetap waspada dengan efek COVID-19 yang terjadi saat hamil
Melansir dari News Medical, salah satu peneliti, Harvey Kliman menjelaskan bahwa ibu hamil tetap perlu menjaga kesehatan dan waspada selama kehamilan. Namun, jika sempat terinfeksi COVID-19, Bunda tidak perlu khawatir karena virus tersebut tidak menetap lama di plasenta.Â
Meski begitu, para peneliti menemukan bahwa dampak dari infeksi tersebut tidak sepenuhnya hilang. Di beberapa kasus, terdapat kemungkinan plasenta mengalami inflamasi, terlihat dari ditemukannya sejumlah kasus plasentitis akut, Bunda.
Ke depannya, para peneliti masih akan terus mengumpulkan dan mempelajari sampel plasenta dari ibu yang terinfeksi COVID-19 saat hamil. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat temuan awal sekaligus menambah pemahaman terkait efek infeksi COVID-19.
Demikian penjelasan mengenai temuan tentang plasenta yang ternyata membersihkan virus COVID-19 selama kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Penelitian Ungkap: Risiko Autisme Lebih Tinggi pada Anak yang Ibunya Terkena COVID-19 saat Hamil
Kehamilan
Studi Terbaru Tunjukkan Vaksin COVID-19 Tak Sebabkan Cacat Lahir pada Bayi
Kehamilan
Studi Temukan Ibu Hamil yang Terkena COVID-19 Lebih Berisiko Lahirkan Bayi Autisme
Kehamilan
So Sweet! Ibas Rela Temani Aliya Rajasa Isoman Saat COVID-19 & Hamil Anak Keempat
Kehamilan
Sempat COVID-19 saat Hamil, Aliya Rajasa Terpaksa Melahirkan Lebih Cepat
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Felicya Angelista Hamil 7 Bulan, Ungkap Naik 12 Kg
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Negara Ini Cabut Rekomendasi Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil, Picu Perdebatan Pakar
Penelitian Ungkap: Risiko Autisme Lebih Tinggi pada Anak yang Ibunya Terkena COVID-19 saat Hamil
Vaksin COVID-19 saat Hamil Mampu Lindungi Bayi 5 Bulan setelah Lahir