kehamilan
Bekas Luka Caesar Bisa Berubah Seiring Waktu, Ini yang Perlu Diketahui
HaiBunda
Rabu, 20 May 2026 11:10 WIB
Daftar Isi
Pejuang persalinan caesar ternyata tidak hanya merasakan perihnya bekas sayatan saat proses melahirkan saja tetapi juga terus di kemudian hari. Apalagi, bekas luka caesar bisa berubah seiring waktu, ini yang perlu diketahui, Bunda.
Bekas luka sayatan saat melahirkan secara caesar memang perlu dirawat sebaik mungkin. Selain menghindari risiko infeksi, perawatan yang baik terhadap luka caesar bisa mempercepat penyembuhan dan membantu penyembuhannya dengan baik.
Memang, terkadang para perempuan merasa malas merawat luka caesar. Rasa lelah dan kesibukan mengurus bayi yang cukup menyita waktu dan energi membuat bekas sayatan tersebut kerap terabaikan. Padahal, ada sekitar 32 persen perempuan yang melahirkan dengan proses caesar di luar sana, Bunda, menurut laporan terbaru tentang kelahiran dari the U.S. Centers for Disease Control and Prevention.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa lama luka sayatan caesar akan sembuh?
Sayatan bekas operasi caesar yang paling umum biasanya berukuran 4 hingga 6 inci. Sayatan tersebut akan sembuh sekitar 6 hingga 8 minggu setelah proses persalinan ya, Bunda. Sambil menunggu pemulihan tersebut, pastikan Bunda selalu mencuci tangan sebelum menyentuhnya, tidak menggaruk area tersebut, dan memeriksakan diri secara teratur guna mengantisipasi adanya tanda-tanda infeksi.
Jika sayatan caesar berkembang menjadi bekas luka keloid, bekas luka hipertrofik, dan Bunda tidak puas dengan penampilannya setelah sembuh, ada beberapa pilihan untuk mengurangi penampilannya kok, Bunda. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, hal tersebut pun bisa diwujudkan.
Jenis sayatan operasi caesar
Berbicara mengenai sayatan operasi caesar, Bunda yang melahirkan dengan proses ini akan mengalami sayatan (potongan bedah) di perut dan sayatan lain di rahim Bunda. Jika Bunda merasa gugup, tenangkan diri terlebih dahulu karena prosedur ini merupakan operasi perut besar yang paling umum di dunia, seperti dikutip dari laman Baby Center.
Biasanya, dokter akan memilih jenis sayatan yang akan digunakan pada kulit perut dan rahim berdasarkan sejumlah faktor. Dan, perlu Bunda ketahui bahwa jenis sayatan pada perut mungkin berbeda dengan jenis sayatan pada rahim.
Berikut ini beberapa jenis sayatan operasi caesar yang perlu Bunda tahu:
1. Sayatan caesar melintang
Jenis sayatan kulit yang paling umum untuk operasi caesar adalah melintang, yang berarti dari sisi ke sisi. Jenis sayatan ini juga disebut sayatan bikini, karena letaknya rendah di perut dan bentuk sayatan melintang mungkin sedikit melengkung atau lurus.
Sayatan melintang sedianya mengikuti garis tegangan alami pada kulit, yang berarti Bunda akan merasakan lebih sedikit nyeri setelah operasi. Namun, Â Bunda lebih kecil kemungkinannya mengalami hernia, dan bekas luka akan lebih memudar setelah sembuh.
2. Sayatan caesar vertikal
Sayatan vertikal dibuat dari atas ke bawah (vertikal) pada perut. Sayatan ini memang kurang umum digunakan. Dokter mungkin memilih sayatan vertikal ketika bayi perlu dilahirkan dengan cepat karena dokter dapat masuk ke rahim dengan lebih cepat melalui jenis sayatan ini. Bentuk sayatan vertikal biasanya juga lebih sering digunakan pada pasien dengan berat badan lebih.
Penting Bunda ketahui bahwa sayatan vertikal membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, mungkin sedikit lebih menyakitkan, dan lebih terlihat setelah sembuh dibandingkan sayatan melintang.
Bagaimana dokter menutup sayatan operasi caesar?
Dokter kandungan yang melakukan operasi caesar biasanya akan menutup sayatan dengan staples, jahitan yang dapat larut, benang bedah, lem bedah, dan kombinasi dari metode tersebut. Selain itu, bisa juga dokter menggunakan steril strips (plester kecil, putih, seperti kertas dan lengket). Biasanya sering digunakan sebagai lapisan atas untuk menutupi sayatan dan staples atau jahitan. Plester jenis ini akan lepas dalam waktu sekitar seminggu.
Sementara itu, pada jahitan yang dapat larut tidak perlu dilepas ya, Bunda. Tetapi, Bunda perlu menemui dokter untuk melepaskan staples dan jahitan yang ada.
Seperti apa bekas luka operasi caesar dari waktu ke waktu?
Bekas luka operasi caesar biasanya berukuran panjang 4 hingga 6 inci dan lebar 1/8 inci. Saat bekas luka masih baru, kemungkinan akan sedikit menonjol dan bengkak. Jika Bunda memiliki kulit berwarna terang, bekas luka akan berwarna merah muda hingga kemerahan.Â
Sementara pada pemilik kulit yang sedikit gelap, bekas lupa tampak kemerahan hingga cokelat tua. Kulit di sekitar bekas luka nantinya juga akan berubah warna dan memudar seiring waktu. Kemudian, bekas lupa akan menjadi lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit, dan akhirnya akan menjadi putih atau mendekat warna kulit.
Seiring waktu, bekas luka akan menjadi lebih tipis dan rata, dengan kulit yang sedikit berkerut di atasnya. Sebagian besar bekas luka operasi caesar menyempit hingga sekitar 1/16 inci lebarnya.
Bekas luka adalah jaringan yang dibuat tubuh saat menyembuhkan dirinya sendiri. "Bagaimana tubuh memperbaiki kerusakan ini bergantung pada seberapa dalam cedera tersebut menembus kulit Bunda," jelas The American Academy of Dermatology (ADA).
"Jika cedera merusak lapisan teratas kulit, kemungkinan Bunda akan melihat kulit baru saat luka sembuh. Untuk memperbaiki kerusakan yang lebih dalam dari lapisan pertama, tubuh akan membuat jaringan yang lebih tebal dari kulit. Jaringan yang lebih tebal ini sering kali menjadi bekas luka.
Tanda-tanda infeksi luka operasi caesar
Risiko infeksi memang selalu ada pada setiap luka ya, Bunda, termasuk luka operasi caesar. Ada baiknya, segera menghubungi dokter jika Bunda mengalami salah satu dari tanda-tanda infeksi berikut ini:
1. Nyeri yang memburuk
2. Perdarahan vagina yang banyak atau keputihan yang banyak
3. Robekan atau lubang pada luka operasi
4. Nyeri perut yang parah
5. Demam atau menggigil
6. Nyeri kaki
7. Kemerahan, keputihan, atau keluarnya cairan yang parah dari luka operasi
8. Kemerahan yang meluas di luar tepi luka operasi
9. Kulit yang terasa hangat di sekitar luka operasi
10. Bau yang kuat di sekitar luka operasi
11. Sesak napas
Perawatan untuk luka operasi caesar
Bekas luka operasi caesar sebenarnya bisa memudar seiring waktu meskipun tidak hilang sepenuhnya. Bicarakan dengan dokter jika penampilan atau rasa bekas luka tersebut mengganggu Bunda karena ada banyak perawatan yang bisa ditempuh untuk mengatasinya.
"Seperti semua bekas luka, bekas luka operasi caesar sangat bervariasi, dan perawatannya bergantung pada jenis masalah bekas luka dan seberapa banyak bekas luka tersebut telah sembuh," kata Lisa Chipps, seorang dokter kulit bersertifikasi di Beverly Hills, California, dan anggota The American Academy of Dermatology.
"Bantalan silikon atau krim bekas luka berbahan dasar silikon mungkin bermanfaat pada tahap awal. Sementara bekas luka keloid atau hipertrofik mungkin mendapat manfaat dari suntikan steroid, pembekuan, laser, atau operasi," tambahnya.
Berikut ini beberapa pilihan umum untuk mengobati bekas luka operasi caesar yang bisa dicoba:
1. Perawatan silikon
Silikon menghidrasi bekas luka dan melembutkan jaringan parut, yang dapat membantu meminimalkan penampilannya. Silikon tersedia dalam bentuk salep, krim, atau gel, atau dalam bentuk lembaran, atau strip yang bisa langsung ditempelkan di atas sayatan. Manfaat dari silikon ini salah satunya melindungi area sensitif bekas luka dari gesekan pakaian.
2. Massage
Meskipun tidak banyak bukti ilmiah yang mendukungnya, memijat area tersebut dengan menggosoknya secara lembut ke berbagai arah atau menggulirkan bekas luka di antara jari-jari dianggap dapat membantu memperlambat pembentukan jaringan parut dengan menjaga kulit tetap lembut dan lentur serta memecah jaringan parut.
3. Kompresi atau terapi tekanan
Kompresi dianggap dapat membantu meminimalkan bekas luka dengan mengurangi aliran darah ke area tersebut. Ini dapat dilakukan dengan pakaian kompresi, perban elastis, atau terapi tekanan. Selain itu, kompresi juga dapat membantu bekas luka terasa lebih baik jika terasa gatal atau nyeri.
4. Suntikan
Obat-obatan terkadang disuntikkan ke dalam bekas luka untuk membantu mengurangi rasa gatal dan nyeri. Suntikan juga dapat membantu meratakan bekas luka. Kortikosteroid juga terkadang digunakan untuk mengurangi ukuran bekas luka keloid. Menurut ADA, antara 50-80 persen keloid menyusut setelah mendapatkan suntikan, meskipun banyak di antaranya tumbuh kembali dalam waktu lima tahun.
5. Laser
Perawatan laser dan cahaya menghilangkan pembuluh darah kecil yang terbentuk saat sayatan sembuh. Terapi laser juga diketahui dapat membantu meratakan bekas luka dan mengurangi rasa gatal. Selain itu, terapi ini juga dapat mengurangi kemerahan sehingga bekas luka lebih sesuai dengan warna kulit. Namun, hal ini dapat menyebabkan penggelapan atau pencerahan kulit pada mereka yang memiliki kulit gelap.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Punya Keloid Bekas SC? Ini Cara Efektif Menghilangkannya
Kehamilan
Perubahan Warna Luka Caesar Mulai dari Merah, Hitam, hingga Pink Beserta Artinya
Kehamilan
Bunda, Kenali Bekas Luka Hipertrofik dan Keloid Pasca Caesar
Kehamilan
5 Makanan yang Bantu Penyembuhan Luka Operasi Caesar
Kehamilan
Cara Menghilangkan dan Merawat Bekas Luka Operasi Caesar
5 Foto
Kehamilan
Perjuangan Nita Vior Sambut Anak Pertama, Tunggu Persalinan Pervaginam tapi Akhirnya Caesar
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cara Merawat Luka Caesar setelah Buka Perban
Jenis-jenis Operasi Caesar dan Metode Penutupan Lukanya
Punya Keloid Bekas SC? Ini Cara Efektif Menghilangkannya