kehamilan
Kisah Influencer Alami Chemical Pregnancy 9 Bulan setelah Melahirkan Anak Ketiga
HaiBunda
Sabtu, 23 May 2026 13:30 WIB
Daftar Isi
Influencer sekaligus kreator konten parenting Maia Knight membagikan pengalaman emosional setelah mengalami chemical pregnancy atau kehamilan kimia, hanya 9 bulan setelah melahirkan anak ketiganya.
Lewat video di TikTok, Maia mengaku sempat curiga dirinya kembali hamil karena merasakan tanda-tanda tertentu. Ia kemudian melakukan tes kehamilan saat usia ovulasi masih sangat dini dan mendapatkan beberapa hasil positif dari merek test pack berbeda. Namun sehari kemudian, garis pada test pack mulai memudar.
“Aku melakukan tes dan hasilnya positif. Tapi keesokan harinya garisnya mulai memudar,” ungkap Maia dalam videonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut kisahnya dikutip dari People.
Maia Knight sadari chemical pregnancy sangat dini
Maia akhirnya menyadari bahwa dirinya mengalami chemical pregnancy, yaitu keguguran yang terjadi sangat awal sebelum usia kehamilan mencapai 5 minggu. Ia bahkan mengatakan bila tidak melakukan tes terlalu cepat, kemungkinan dirinya tidak akan pernah tahu sempat hamil.
Influencer berusia 29 tahun itu juga mengaku kondisi hormonalnya terasa sangat berantakan setelah melahirkan dan mengalami kehilangan kehamilan.
Sebelumnya, Maia juga pernah mengungkap bahwa dirinya mengalami keguguran pada Februari 2026 saat usia kandungan sekitar 6 minggu. Saat itu, ia baru sekitar lima bulan postpartum setelah melahirkan putranya pada Juli 2025.
"Saya melakukan tes, dan hasilnya positif. Dan saya melakukan tes lain, merek yang berbeda, dan hasilnya positif. Dan saya melakukan tes lain, merek yang berbeda, dan hasilnya positif. Kemudian keesokan harinya, hasilnya memudar,” kata Knight
Ia akhirnya menyimpulkan bahwa ia mendeteksi kehamilan kimiawi sangat, sangat dini. Dilansir dari Cleveland Clinic, istilah kehamilan kimiawi menggambarkan keguguran yang terjadi sebelum minggu kelima kehamilan, dan sering ditunjukkan oleh tes awal yang positif diikuti oleh hasil negatif beberapa minggu kemudian.
Kehamilan kimiawi sering terjadi tanpa disadari, dan sebagian besar yang mengalaminya tetap dapat memiliki kehamilan yang sehat.
"Jika saya tidak terlalu khawatir dan tidak melakukan tes pada hari ke-8 setelah ovulasi (DPO), saya bahkan tidak akan tahu. Ini agak menyedihkan," kata Knight.
Ia menunjukkan deretan alat tes kehamilannya kepada kamera, dan mencatat bahwa hasilnya positif. Namun, kreator konten tersebut menegaskan bahwa ia baru saja selesai menstruasi, jadi ia yakin bahwa ia tidak sedang hamil.
Lima bulan setelah melahirkan putranya musim panas lalu, Knight mengungkapkan bahwa ia mengalami keguguran dalam sebuah video Instagram Reel yang diunggah pada 25 Februari. Video tersebut dimulai dengan cuplikan Knight melakukan tes kehamilan sebelum perjalanannya ke Islandia, tetapi kemudian beralih ke cuplikan suram yang direkam di dalam mobilnya.
"Saat ini saya mengalami keguguran," kata Knight dalam video tersebut.
"Itu adalah kata-kata yang saya harap tidak pernah harus saya ucapkan, tetapi inilah yang terjadi. Saya hamil enam minggu dan dua hari, saya mulai mengalami pendarahan, pergi ke UGD, dan itu dua hari yang lalu," tutupnya.
Apa itu chemical pregnancy?
Chemical pregnancy adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi berhasil menempel di rahim dan menghasilkan hormon kehamilan (hCG), tetapi embrio berhenti berkembang di tahap sangat awal.
Karena tes kehamilan modern kini sangat sensitif, banyak perempuan jadi mengetahui kehamilan lebih cepat, termasuk mendeteksi chemical pregnancy.
Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic yang dikutip dalam laporan tersebut, kondisi ini sering ditandai dengan hasil test pack positif yang kemudian berubah negatif beberapa hari atau minggu setelahnya.
Tanda-tanda chemical pregnancy
Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:
- Test pack menunjukkan garis positif samar
- Garis test pack memudar
- Perdarahan seperti menstruasi
- Kram perut ringan
- Haid datang lebih terlambat dari biasanya
Sebagian perempuan bahkan tidak menyadari dirinya mengalami kondisi ini karena gejalanya mirip menstruasi biasa.
Apakah masih bisa hamil lagi?
Kabar baiknya, sebagian besar perempuan yang mengalami chemical pregnancy tetap bisa memiliki kehamilan sehat di kemudian hari. Dalam banyak kasus, kondisi ini terjadi akibat kelainan kromosom pada embrio sehingga tubuh menghentikan perkembangan kehamilan secara alami.
Meski terjadi di usia kehamilan yang sangat dini, chemical pregnancy tetap bisa meninggalkan rasa sedih dan kehilangan mendalam bagi sebagian perempuan. Kisah Maia Knight pun membuat banyak ibu merasa tidak sendirian karena ternyata pengalaman kehilangan kehamilan dini cukup sering terjadi, meski jarang dibicarakan secara terbuka
Bila kondisi ini terjadi berulang kali, Bunda disarankan berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Benarkah Tubuh Ibu Jadi Lebih Subur setelah Keguguran?
Kehamilan
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
Kehamilan
Kisah Pilu Bunda 13 Kali Hamil, hanya 3 Anak Berhasil Lahir
Kehamilan
Keluar Gumpalan Daging saat Keguguran, Perlukah Dikuret?
Kehamilan
Kisah 3 Bunda Keguguran Berkali-kali, Punya Rahim Ganda & 6 Kali Kehilangan Janin
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Seleb yang Pernah Alami Keguguran saat Hamil Anak Pertama
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hasil Test Pack Menunjukkan Garis 2 tapi Keluar Darah seperti Haid, Normalkah?
Mengenal Arti Hasil Test Pack Garis 1 Tebal hingga Samar, Penyebab dan Hal yang Perlu Dilakukan
Bila Garis Test Pack Samar Lalu Menghilang, Apa Artinya?