kehamilan
7 Hal yang Harus Dihindari saat Menggunakan KB IUD
HaiBunda
Senin, 18 May 2026 20:20 WIB
Daftar Isi
-
7 Hal yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD
- 1.Tidak pernah kontrol usai pasang IUD
- 2. Mengabaikan nyeri atau perdarahan berlebihan
- 3. Menarik benang IUD sembarangan
- 4. Tidak menjaga kebersihan area intim
- 5. Menunda pemeriksaan saat muncul tanda infeksi
- 6. Menggunakan IUD tanpa konsultasi kondisi kesehatan tertentu
- 7. Menganggap IUD melindungi dari infeksi menular seksual
- Cara yang tepat menggunakan KB IUD agar aman
- Efek samping menggunakan KB IUD
- Keunggulan menggunakan KB IUD
Bunda yang hendak memasang alat kontrasepsi IUD, penting banget mengetahui yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD. Tujuannya agar alat kontrasepsi tetap aman dan bekerja efektif dalam mencegah kehamilan.
IUD adalah singkatan dari intrauterine device. Kontrasepsi ini berbentuk seperti huruf 'T'. IUD dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma mencapai dan membuahi sel telur.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), IUD termasuk metode kontrasepsi yang aman dan memiliki tingkat efektivitas tinggi jika digunakan dengan benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Hal yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD
Melansir WebMD, Traci C. Johnson adalah seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Snellville, Georgia, mengatakan bahwa perempuan boleh melanjutkan aktivitas harian normal setelah memasang KB IUD.
Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, seperti tidak memasukkan apa pun ke dalam vagina. Termasuk tampon atau menstrual cup.
Atau melakukan hubungan intim setidaknya selama 24 jam setelah prosedur. Sebaiknya hindari juga mandi dan berenang.
Tak hanya itu, Bunda juga perlu menghindari beberapa hal ini saat menggunakan KB IUD yang dirangkum dari berbagai sumber:
1.Tidak pernah kontrol usai pasang IUD
Bunda sebaiknya tidak melewatkan jadwal kontrol ke dokter usai pemasangan IUD. Ini penting untuk memastikan posisi IUD tetap tepat dan tidak bergeser. Dokter biasanya menyarankan kontrol beberapa minggu setelah pemasangan.
Menurut Mayo Clinic, pemeriksaan rutin membantu memastikan IUD tetap bekerja optimal.
2. Mengabaikan nyeri atau perdarahan berlebihan
Kram ringan dan bercak darah cukup umum terjadi setelah pemasangan IUD. Namun, jika nyeri terasa berat atau perdarahan sangat banyak, jangan mengabaikan kondisi tersebut.Â
Bunda dapat berkonsultasi ke dokter jika:
- Rasa nyeri semakin parah
- Demam
- Keputihan berbau
- Perdarahan berat berkepanjangan
Gejala di atas bisa menjadi tanda infeksi atau masalah pada posisi IUD.
3. Menarik benang IUD sembarangan
IUD memiliki benang kecil di area serviks untuk membantu pemeriksaan dan pelepasan alat. Namun, Bunda tidak disarankan menarik benang tersebut sendiri karena dapat menyebabkan posisi IUD bergeser atau terlepas.
Jika Bunda merasa panjang benangnya berubah atau tidak merasa keberadaannya, sebaiknya periksa ke dokter.
4. Tidak menjaga kebersihan area intim
Bunda penting menjaga kebersihan organ intim selama menggunakan IUD. Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan berlebihan atau douching. Produk tersebut dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina.
5. Menunda pemeriksaan saat muncul tanda infeksi
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi panggul yang tidak ditangani dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Beberapa tanda infeksi yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri panggul berat
- Demam
- Keputihan berbau menyengat
- Nyeri saat berhubungan intim
Jangan menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala di atas.
6. Menggunakan IUD tanpa konsultasi kondisi kesehatan tertentu
Tidak semua orang cocok menggunakan IUD. Bunda perlu berkonsultasi terlebih dahulu jika memiliki:
- Riwayat infeksi panggul
- Kanker serviks
- Perdarahan vagina tanpa sebab jelas
- Gangguan rahim tertentu
Dokter yang akan membantu menentukan apakah penggunaan IUD aman sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
7. Menganggap IUD melindungi dari infeksi menular seksual
IUD efektif mencegah kehamilan, tetapi tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS). Karena itu, pasangan suami istri (pasutri) tetap memerlukan kondom jika ada risiko penularan IMS.
Cara yang tepat menggunakan KB IUD agar aman
Bunda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini agar penggunaan KB IUD tetap aman dan nyaman.
- Rutin kontrol sesuai jadwal dokter
- Menjaga kebersihan area intim
- Memeriksa benang IUD secara berkala sesuai anjuran dokter
- Segera memeriksakan diri bila muncul keluhan tidak biasa
- Menggunakan kondom jika diperlukan untuk mencegah IMS
Efek samping menggunakan KB IUD
Sebelum memutuskan untuk memasang IUD, Bunda sebaiknya sudah mengetahui potensi efek samping dan risikonya. Termasuk efek samping yang diketahui dari merek tertentu.
Sebenarnya, efek samping IUD dapat berbeda pada setiap perempuan, tergantung jenis dan kondisi tubuh masing-masing.
Namun, menurut Medical News Today, efek samping IUD yang paling umum di antaranya meliputi hal-hal berikut ini:
- Pendarahan yang tidak teratur selama beberapa bulan
- Perubahan pola menstruasi. Misalnya periode menstruasi yang lebih ringan, atau lebih pendek atau bahkan tidak ada periode menstruasi sama sekali
- Adanya gejala sindrom pra menstruasi (PMS). Ini meliputi sakit kepala, mual, nyeri payudara, dan noda pada kulit
- Kram perut
Efek samping ini umumnya membaik setelah beberapa bulan pertama penggunaan.
Keunggulan menggunakan KB IUD
Banyak perempuan yang memfavoritkan KB IUD atau yang sering disebut KB spiral sebagai alat kontrasepsi karena memiliki keunggulan tersendiri.
Berikut ini beberapa keunggulan menggunakan KB IUD.
- Lebih dari 99 persen efektif dalam mencegah kehamilan.
- Bertahan lama yakni dengan durasi 5 tahun dan bahkan sampai 10 tahun.
- Aman digunakan para ibu menyusui.
- Setelah pemasangan, Bunda tidak perlu melakukan apa pun selain memeriksa benang setiap bulannya setelah haid untuk memastikannya tidak bergeser dan masih dalam posisi yang benar.
- KB IUD dapat dilepas kapan saja oleh tenaga medis terlatih.
- Peluang hamil kembali normal setelah pelepasan KB IUD.
- KB IUD menjadi pilihan efektif untuk perempuan yang tidak ingin menggunakan kontrasepsi hormonal seperti dikutip dari laman Betterhealth.
Dengan mengetahui apa yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD, Bunda dapat memakai alat kontrasepsi ini dengan lebih aman dan nyaman untuk membantu mencegah kehamilan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ketahui Prosedur Pemasangan KB IUD pada Perempuan
Kehamilan
Apakah Bisa Hamil Meski Sudah Pakai KB IUD?
Kehamilan
Apakah Berbahaya bila 2 Tahun Tidak Kontrol KB IUD?
Kehamilan
Jangan Panik, Ini 4 Penyebab Benang IUD Tidak Teraba yang Jarang Diketahui
Kehamilan
2 Kontrasepsi Darurat Efektif Cegah Kehamilan, tapi Waspadai Efek Sampingnya
7 Foto
Kehamilan
7 Public Figure yang Hamil Lagi saat Pakai KB, Terbaru Kesha Ratuliu
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Sedang Gunakan KB IUD, Bunda Ini Kaget saat Tahu Hamil Kembar Empat
KB Alami Makin Ngetren di Kalangan Bunda Gen Z, Lebih Simple tapi...
5 Efek KB IUD Bagi Suami dan Cara Mencegahnya