Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bunda Ini Kecewa Berat saat Suami Menolak Menemaninya saat Melahirkan di RS

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Rabu, 20 May 2026 18:30 WIB

Ilustrasi Suami Istri dan Hamil
Bunda Ini Kecewa Berat saat Suami Menolak Menemaninya saat Melahirkan di RS/Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999
Daftar Isi
Jakarta -

Momen melahirkan sering menjadi salah satu pengalaman paling emosional dalam hidup seorang ibu. Di saat itulah banyak bunda berharap mendapatkan dukungan penuh dari pasangan, terutama saat berada di ruang persalinan.

Namun, seorang ibu hamil baru-baru ini viral usai curhat merasa sangat kecewa karena sang suami enggan mendampinginya saat melahirkan di rumah sakit. Kisahnya ramai diperbincangkan setelah dibagikan melalui Reddit dan diangkat oleh media Yahoo Creators.

Curhat Bunda viral di media sosial

Dalam curhatnya, Bunda tersebut mengaku sedih dan merasa sendirian setelah suaminya mengatakan tidak ingin berada di ruang persalinan. Padahal, ia sudah membayangkan proses kelahiran sang buah hati akan menjadi momen yang dijalani bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sang suami disebut merasa tidak nyaman berada di ruang bersalin. Ia mengaku takut melihat proses persalinan dan merasa tidak sanggup berada di sana selama proses melahirkan berlangsung.

Hal itu membuat sang bunda merasa kurang didukung secara emosional. Ia pun meminta pendapat warganet apakah perasaannya yang kecewa termasuk hal yang wajar.

Banyak warganet membela sang Bunda

Curhatan tersebut langsung menuai beragam komentar dari netizen. Banyak yang memberikan dukungan kepada sang bunda dan menilai kehadiran pasangan saat persalinan sangat penting.

Menurut sebagian warganet, proses melahirkan bukan hanya perjuangan seorang ibu, tetapi juga momen besar bagi pasangan untuk saling menguatkan.

Salah satu komentar teratas merangkum nada tersebut, "Serius, jika tidak mau repot-repot hadir saat kelahiran anak, Anda pasti tidak akan bangun jam 2 pagi untuk menyusui/mengganti popok."

Ada pula yang membagikan pengalaman pribadi tentang bagaimana dukungan suami membantu mereka lebih tenang menghadapi kontraksi hingga proses persalinan selesai.

Meski begitu, beberapa netizen juga mencoba memahami kondisi sang suami. Tidak sedikit orang yang memang memiliki ketakutan terhadap darah, prosedur medis, atau suasana rumah sakit.

Persalinan bukan hanya tentang bayi, tapi juga perasaan ibu

Sering kali fokus utama saat melahirkan hanya tertuju pada kondisi bayi. Padahal, kesehatan mental dan emosional ibu juga sangat penting untuk diperhatikan. Karena itu, dukungan dari pasangan, keluarga, maupun tenaga medis bisa menjadi sumber kekuatan besar bagi bunda saat menghadapi persalinan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang mendapatkan dukungan selama persalinan cenderung memiliki pengalaman melahirkan yang lebih positif.

Dukungan tersebut tidak selalu harus dalam bentuk tindakan besar. Hal sederhana seperti menemani, menggenggam tangan, memberikan kata-kata menenangkan, hingga sekadar hadir di samping ibu sering kali sangat berarti.

Dari sisi psikologis, kehadiran pasangan saat persalinan dapat memberikan rasa aman dan dukungan emosional bagi ibu. Bunda yang merasa didampingi biasanya lebih tenang dalam menghadapi kontraksi, rasa takut, hingga kecemasan menjelang melahirkan.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews, dukungan emosional selama persalinan berkaitan dengan pengalaman melahirkan yang lebih positif, tingkat stres yang lebih rendah, hingga berkurangnya rasa takut saat proses persalinan berlangsung.

Sebaliknya, ketika ibu merasa sendirian atau tidak mendapatkan dukungan dari pasangan, hal itu bisa memicu perasaan kecewa, sedih, bahkan meningkatkan stres emosional menjelang persalinan. Dalam kondisi tertentu, rasa tidak didukung juga dapat memengaruhi kesehatan mental ibu setelah melahirkan, termasuk meningkatkan risiko baby blues maupun postpartum depression.

Psikolog juga menjelaskan bahwa bagi banyak perempuan, kehadiran pasangan di ruang persalinan bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi simbol dukungan, rasa dicintai, dan perjuangan bersama dalam menyambut kelahiran bayi.

Komunikasi jadi kunci penting

Kisah viral ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara suami dan istri menjelang persalinan. Jika pasangan memiliki ketakutan atau kecemasan tertentu, sebaiknya dibicarakan bersama sejak awal agar bisa menemukan solusi terbaik.

Misalnya, suami dapat tetap mendampingi selama proses awal persalinan atau memberikan dukungan di luar ruang tindakan medis bila memang merasa tidak kuat melihat prosesnya secara langsung.

Yang terpenting, Bunda tetap merasa didukung dan tidak menjalani proses besar tersebut sendirian.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda