kehamilan
China Naikkan Pajak untuk Kondom dan Kontrasepsi, Alasan di Baliknya Curi Perhatian
HaiBunda
Kamis, 14 May 2026 21:30 WIB
Negara China mengenakan pajak untuk kondom dan alat kontrasepsi. Pajak tersebut membuat harga kondom dan kontrasepsi naik cukup tinggi di pasaran, Bunda.
Dilansir The Sun, pajak pertambahan nilai (PPN) tambahan sebesar 13 persen telah dikenakan pada alat kontrasepsi dan kondom di China mulai 1 Januari 2026. Alasan utama kenaikan pajak ini adalah untuk menekan penurunan angka kelahiran di China.
Data resmi yang dirilis pada awal tahun ini menunjukkan bahwa China hanya mencatat 7,92 juta kelahiran pada tahun 2025, atau turun 17 persen dari 9,54 juta di tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun ada kenaikan pajak pada metode pengendalian kelahiran, warga Beijing dan para ahli mengatakan bahwa taktik tersebut hanya akan berdampak kecil. Menurut AFP, kaum muda di Beijing bahkan mengatakan bahwa pajak tambahan pada alat kontrasepsi tidak mengatasi akar permasalahan yang menghalangi mereka untuk memiliki anak.
"Tekanan luar biasa yang dialami kaum muda di China saat ini, mulai dari pekerjaan hingga kehidupan sehari-hari, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kondom," kata seorang warga berusia tiga puluhan, yang hanya ingin dikenal dengan nama Jessica.
"Orang kaya terlalu kaya, dan orang miskin tetap miskin, dan orang-orang kurang percaya diri dengan masa depan mereka, sehingga mereka mungkin enggan memiliki anak."
Hal yang sama juga disampaikan warga bernama Xu Wanting. Perempuan 33 tahun ni tidak percaya pajak akan secara langsung meningkatkan angka kelahiran, Bunda.
"Mereka yang benar-benar perlu membeli produk-produk ini akan tetap membelinya, karena ini adalah produk perencanaan keluarga," kata Xu kepada EuroNews.
"(Kondom) bukan hanya untuk kontrasepsi, tetapi juga menyangkut kesehatan reproduksi perempuan."
Seorang profesor madya di Sekolah Kebijakan Publik di Singapura, Lee Kuan Yew, mengatakan bahwa pajak kontrasepsi tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan biaya membesarkan anak. Banyak pasangan juga memilih untuk tidak punya anak karena ketidakpastian ekonomi.
"Pasangan muda yang memutuskan untuk memiliki anak tidak akan menghitung apakah mereka mampu mengeluarkan uang tambahan untuk kontrasepsi. Mereka bertanya apakah mereka mampu membesarkan anak sama sekali dalam lingkungan ketidakpastian ekonomi," katanya.
Menurut Wu, pasangan muda di China menghadapi hambatan nyata dalam mendapatkan penghasilan yang stabil. Ini termasuk pasar kerja yang lemah, biaya perumahan yang sangat mahal, budaya kerja yang penuh tekanan, dan diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja.
China telah membuat kebijakan untuk menaikkan angka kelahiran
Sebelum kenaikan pajak kontrasepsi, negara China telah membuat kebijakan lain untuk mengatasi penurunan angka kelahiran hidup. Sebelumnya, orang tua ditawari tambahan biaya sekitar 2.700 dollar AS atau setara Rp47 juta untuk memiliki lebih banyak anak.
Warga di kota terpadat ketiga di China, yakni Shenzhen. bahkan ditawari uang tunai untuk memulai sebuah keluarga. Mereka akan diberikan 1.200 dollar AS atau Rp21 juta untuk kelahiran bayi, dan tambahan 1.700 dollar AS (Rp29 juta), dan 3.100 dollar AS (Rp54 juta) bila pasangan memiliki anak kedua dan ketiga.
Dikutip dari The Guardian, menaikkan pajak pada kondom memang bisa jadi langkah simbolis. Satu bungkus kondom biasanya dijual dengan harga sekitar 40-60 yuan atau setara Rp100 ribu hingga Rp154 ribu.
Sementara itu, harga pil kontrasepsi, yang dapat dibeli tanpa resep, dijual dengan harga 50-130 yuan per kemasan untuk satu bulan atau sekitar Rp128 ribu hingga Rp335 ribu.
"Karena kebijakan kelahiran China kini telah bergeser ke arah mendorong kelahiran dan tidak lagi mempromosikan kontrasepsi, maka masuk akal untuk kembali mengenakan pajak pada alat kontrasepsi," kata ahli demografi independen yang berbasis di provinsi Guangdong, He Yafu.
"Namun, langkah ini kemungkinan tidak akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan angka kesuburan."
Demikian berita terbaru tentang rencana kebijakan China yang menaikkan pajak kondom dan kontrasepsi untuk mengatasi penurunan angka kelahiran. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Cara Tepat Gunakan Kondom agar Efektif Cegah Kehamilan, Cek Masa Pakai
Kehamilan
21 Kesalahan Penggunaan Kondom yang Perlu Dihindari
Kehamilan
3 Hal yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Kehamilan Usai Berhubungan Intim Tanpa Kondom
Kehamilan
Pilihan Alat Kontrasepsi Terbaik, KB atau Kondom Ya Bun?
Kehamilan
3 Kontrasepsi Darurat untuk Cegah Kehamilan
7 Foto
Kehamilan
7 Public Figure yang Hamil Lagi saat Pakai KB, Terbaru Kesha Ratuliu
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Alasan Warga Singapura Menolak Memiliki Anak di Tengah Krisis Kesuburan
Penurunan Angka Kelahiran Global Sebabkan Kecemasan, Ketahui Dampaknya di Masa Depan
Negara Ini Berikan Bonus Rp130 Juta untuk 20 Ibu yang Mau Punya 3 Anak