kehamilan
Mesir akan Gratiskan Biaya Persalinan Pervaginam bagi Ibu yang Pertama Kali Melahirkan
HaiBunda
Sabtu, 16 May 2026 11:00 WIB
Daftar Isi
Pemerintah Mesir kabarnya akan menggratiskan biaya persalinan pervaginam atau persalinan normal untuk ibu yang pertama kali melahirkan. Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Mesir mengumumkan kebijakan tersebut pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kebijakan tersebut tentu menjadi perhatian karena dinilai dapat membantu mengurangi beban biaya persalinan. Sekaligus mendorong akses layanan kesehatan ibu agar lebih baik.
Melansir Egyptianstreets, para pejabat kesehatan di Mesir ingin mendorong persalinan alami daripada operasi caesar (C-section). Meskipun operasi caesar terkadang diperlukan, banyak kasus dapat dihindari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Survei Kesehatan Keluarga Mesir (EFHS) 2021, selama bertahun-tahun Mesir mencatat angka kelahiran melalui operasi caesar cukup tinggi, mencapai 72,2 persen.
Padahal, banyak operasi caesar yang dapat dihindari. Langkah baru ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempromosikan persalinan alami sebagai pilihan utama, asalkan tidak ada komplikasi medis.
Kebijakan ini sejalan dengan strategi kesehatan Mesir yang lebih luas, yang mencakup kerangka kerja khusus (2022–2027) yang berfokus pada pengurangan persalinan bedah yang tidak perlu dan peningkatan standar perawatan ibu.
Persalinan alami yang gratis di rumah sakit pemerintah diharapkan dapat memperluas akses ke layanan kesehatan ibu yang penting.
Tantangan persalinan normal di banyak negara
Di sejumlah negara, termasuk Indonesia, masalah biaya persalinan menjadi salah satu kekhawatiran calon orangtua. Biaya persalinan dapat menjadi beban yang signifikan, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah.Â
Tak hanya masalah biaya, ibu hamil juga sering menghadapi tantangan lainnya seperti edukasi tentang kehamilan hingga dukungan setelah melahirkan.
Menurut World Health Organization (WHO), persalinan pervaginam umumnya menjadi metode yang direkomendasikan bila tidak ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan operasi caesar.
WHO menyebut operasi caesar memang dapat menyelamatkan nyawa pada kondisi tertentu, tetapi sebaiknya dilakukan berdasarkan indikasi medis. Bukan semata pilihan tanpa alasan kesehatan.
Mengapa persalinan pervaginam banyak direkomendasikan?
Persalinan pervaginam memiliki sejumlah manfaat untuk ibu maupun bayi jika kondisi kehamilan memungkinkan. Melansir Apollocradle, melahirkan normal membawa sejumlah efek positif, meliputi beberapa hal berikut ini:
- Menurunkan risiko infeksi pada ibu dan juga bayi.
- Masa pemulihan ibu cenderung lebih cepat dan masa tinggal di rumah sakit yang lebih singkat (24-48 jam dibandingkan 3 hari hingga seminggu pasca operasi caesar).
- Bakteri dan mikroba alami dari vagina yang ditransfer dari Bunda ke anak dapat meningkatkan sistem kekebalan bayi dan mempersiapkannya untuk kehidupan di luar rahim yang terlindungi.
- Bayi berisiko lebih rendah mengalami masalah pernapasan karena kontraksi persalinan membantu mempersiapkan paru-paru bayi untuk bernapas.
- Melahirkan normal dapat merangsang laktasi karena proses melahirkan normal mengaktifkan banyak hormon keibuan secara alami.
Meski demikian, metode persalinan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi medis ibu dan janin. Tidak semua ibu hamil dapat menjalani persalinan normal dengan aman.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi biasanya yang akan mempertimbangkan banyak faktor. Misalnya, posisi janin, kondisi plasenta, tekanan darah ibu, hingga riwayat kehamilan sebelumnya.
Kebijakan gratiskan persalinan pervaginam dapat membantu kesehatan ibu
Program gratis persalinan untuk ibu yang pertama kali melahirkan dinilai dapat membantu meningkatkan pemeriksaan kehamilan dan mendorong ibu untuk melahirkan di fasilitas kesehatan yang lebih aman.
Menurut penelitian dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, biaya persalinan yang tinggi dapat menjadi hambatan ibu hamil mendapatkan layanan kesehatan maternal yang optimal.
Selain itu, dukungan kebijakan kesehatan maternal juga berkaitan erat dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Data WHO menunjukkan bahwa akses terhadap tenaga kesehatan terlatih selama kehamilan dan persalinan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi baru lahir.
Selain bantuan biaya, ibu yang baru pertama kali melahirkan juga membutuhkan dukungan emosional dan edukasi tentang proses persalinan.
Psikolog perinatal menyebut kecemasan menjelang persalinan merupakan hal yang umum dialami ibu baru. Dukungan pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan dapat membantu ibu merasa lebih siap dan tenang.
Kelas persiapan persalinan, pemeriksaan kehamilan rutin, serta edukasi tentang pilihan metode melahirkan juga penting agar ibu dapat memahami proses persalinan dengan lebih baik.
Pada akhirnya, baik persalinan normal maupun operasi caesar memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Viral Netizen Tuntut Istri Lahiran Pervaginam: Bagaimana Sebenarnya Hak Perempuan atas Tubuhnya?
Kehamilan
Aden Bajaj Terharu Saksikan Sang Istri Melahirkan Anak Ketiga secara Pervaginam, Tulis Pesan Menyentuh
Kehamilan
Berapa Lama Jahitan Pasca Melahirkan Sembuh Total? Waktu Penyembuhan & Cara Merawat Luka Perineum
Kehamilan
7 Cara Mempercepat Persalinan Pervaginam, Stimulasi Payudara hingga Lakukan Akupresur
Kehamilan
Triarona Eks JKT 48 Bahagia Wujudkan Impian Melahirkan Alami, Tanpa Induksi & Epidural
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
2 Negara yang Bakal Gratiskan Semua Biaya Persalinan Mulai 2026
Penurunan Angka Kelahiran Global Sebabkan Kecemasan, Ketahui Dampaknya di Masa Depan
Tingkat Persalinan di Korea Selatan Naik di Tahun 2026 usai Diberlakukan Aturan Baru