kehamilan
Flamingo Era, Fase Perubahan 'Warna' Perempuan Pasca Melahirkan sampai Anak Beranjak Dewasa
HaiBunda
Kamis, 14 May 2026 09:00 WIB
Daftar Isi
Belakangan ini istilah Flamingo Era mulai ramai dibahas di media sosial untuk menggambarkan fase perubahan besar yang dialami perempuan setelah menjadi ibu.
Istilah ini bukan diagnosis medis, melainkan metafora tentang bagaimana perempuan bisa mengalami perubahan fisik, emosional, hingga identitas diri selama membesarkan anak mirip seperti flamingo yang berubah warna seiring waktu.
Apa itu flamingo era?
Flamingo rra adalah istilah viral yang menggambarkan fase perubahan besar yang dialami perempuan setelah menjadi ibu, terutama setelah melahirkan dan selama membesarkan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah ini terinspirasi dari burung flamingo. Saat flamingo merawat anaknya, warna bulunya bisa memudar karena energi dan nutrisi banyak digunakan untuk mengurus anak. Setelah anak tumbuh mandiri, warna tubuhnya perlahan kembali cerah. Fenomena itu kemudian dianalogikan dengan kehidupan seorang ibu.
Banyak perempuan merasa mengalami perubahan setelah punya anak, seperti, tubuh lebih cepat lelah,emosi lebih sensitif,perubahan bentuk tubuh,kehilangan waktu untuk diri sendiri,hingga merasa identitas dirinya berubah.
Karena itulah fase ini disebut 'flamingo era', yaitu masa ketika seorang ibu 'berubah warna' karena fokus besar pada keluarga dan anak.
Namun istilah ini bukan istilah medis resmi, melainkan metafora populer di media sosial untuk menggambarkan perjalanan emosional dan fisik perempuan setelah melahirkan.
Kenapa disebut flamingo?
Flamingo dikenal memiliki warna merah muda cerah karena makanan yang mereka konsumsi. Namun saat sedang mengerami telur dan merawat anak, warna bulunya bisa memudar karena energi dan nutrisi banyak terkuras untuk merawat anaknya.
Setelah anak flamingo tumbuh mandiri, warna tubuh induknya perlahan kembali cerah. Fenomena ini kemudian dianggap mirip dengan perjalanan seorang ibu. Setelah melahirkan, banyak perempuan merasa tubuh lebih mudah lelah,emosi naik turun,penampilan berubah,kehilangan waktu untuk diri sendiri,hingga merasa identitas lamanya 'menghilang'.
Namun perlahan, saat anak mulai tumbuh besar, banyak ibu mulai menemukan kembali dirinya.
Hubungan pengasuhan dengan warna fink flamingo
Fenomena ini ternyata berkaitan langsung dengan proses pengasuhan. Menurut penjelasan dari The Environmental Literacy Council, flamingo menggunakan banyak energi dan nutrisi untuk merawat anaknya, termasuk memproduksi crop milk atau susu khusus flamingo untuk anak.
Proses tersebut menguras cadangan karotenoid di tubuh flamingo sehingga warna bulunya bisa menjadi lebih pucat sementara. Bahkan dalam beberapa kasus, flamingo dapat terlihat hampir putih atau abu-abu selama masa pengasuhan.
Setelah anak flamingo tumbuh mandiri dan induknya mulai kembali makan serta merawat dirinya sendiri, warna pink itu perlahan muncul lagi. Karena itulah flamingo sering dianggap simbol pengorbanan orang tua dalam dunia hewan.
Apakah 'warna ibu' bisa kembali?
Bisa dong Bunda. Dan bagi banyak perempuan, proses itu memang terjadi secara perlahan. Dalam konsep Flamingo Era, 'warna ibu' adalah simbol dari energi, rasa percaya diri, identitas diri, hingga kebahagiaan yang terasa berubah setelah menjadi ibu.
Saat merawat anak, banyak perempuan merasa, hidup hanya berputar pada kebutuhan keluarga,tubuh mudah lelah,sulit punya waktu sendiri,kehilangan hobi,atau merasa bukan dirinya yang dulu.
Namun kondisi ini tidak selalu permanen ya Bunda. Sama seperti flamingo yang warna pink-nya kembali setelah anak tumbuh mandiri, banyak ibu perlahan mulai menemukan kembali dirinya ketika fase pengasuhan mulai lebih stabil.
Menurut penelitian dari American College of Obstetricians and Gynecologists, masa pemulihan setelah melahirkan tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga mental dan emosional. Proses adaptasi ini bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Penelitian lain dalam jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa perubahan otak selama kehamilan tidak selalu berarti penurunan kemampuan, tetapi juga bentuk adaptasi biologis untuk membantu ibu lebih peka terhadap kebutuhan anak.
Artinya, perubahan yang dialami ibu bukan berarti kehilangan diri, melainkan tubuh dan pikiran sedang beradaptasi.
Kisah-Kisah Ibu yang Alami Flamingo Era
Banyak ibu yang mengalami Flamingo Era mengaku hidup mereka berubah total setelah punya anak. Ada yang merasa dirinya perlahan “memudar”, bukan karena tidak bahagia menjadi ibu, tetapi karena seluruh energi, waktu, dan perhatian habis untuk mengurus keluarga.
Salah satu ibu dalam pembahasan tentang faded flamingo mum mengaku dulu dirinya sangat aktif. Ia rutin olahraga, suka berdandan, sering nongkrong dengan teman, dan menikmati pekerjaannya. Namun setelah punya anak, hari-harinya berubah menjadi rutinitas menyusui, begadang, membersihkan rumah, dan mengurus anak tanpa henti.
Berikut kisahnya dikutip dari Mamamia.com.
“Saya ingat betul kehilangan rasa percaya diri dan 'warna' saya ketika kedua anak laki-laki saya masih kecil, karena kurang tidur dan menyusui mereka selama berbulan-bulan, sementara terjebak di rumah merasa bosan dan terisolasi,” kata salah seorang ibu.
"Saya merasa seperti flamingo yang pudar selama empat tahun penuh ketika berada di tengah kesibukan mengasuh anak," kata Tegan, ibu dari tiga anak di bawah usia enam.
"Saya merasa seperti begitu saya mendapatkan kembali sedikit kemandirian... beberapa bulu saya kembali, tetapi masih belum sepenuhnya merah muda! Kita telah membahas beban mental berkali-kali di podcast ini, tetapi Anda tahu, mengasuh anak itu tanpa henti, baik Anda memiliki satu, dua, atau 10 anak - dan apakah mereka berusia tiga atau 15 tahun itu hanyalah pekerjaan tanpa henti," sambungnya.
Meski begitu, banyak cerita ibu berakhir dengan hal yang hangat. Saat anak mulai besar dan lebih mandiri, mereka perlahan mulai menemukan kembali dirinya. Ada yang kembali bekerja, mulai olahraga lagi, punya waktu bertemu teman, atau sekadar menikmati waktu sendiri tanpa rasa bersalah. Beberapa ibu mengatakan “warnanya kembali” bukan karena hidup jadi mudah, tetapi karena mereka akhirnya sadar bahwa diri mereka juga penting untuk dirawat.
Pentingnya dukungan ibu setelah melahirkan
Tak sedikit ibu merasa lebih sensitif setelah punya anak. Ada yang lebih mudah menangis, cemas berlebihan, atau merasa kehilangan kebebasan. Penelitian dari American Psychological Association menyebut masa transisi menjadi ibu memang bisa memicu stres emosional karena perubahan peran yang sangat besar.
Bahkan, sebagian ibu mengalami baby blues,kelelahan mental,krisis identitas,hingga depresi pasca melahirkan. Bentuk dukungannya pun tidak harus besar. Hal sederhana seperti membantu mengurus bayi, memberi waktu istirahat, mendengarkan cerita ibu, atau sekadar mengatakan, “Kamu sudah hebat,” bisa sangat berarti.
Menurut World Health Organization, dukungan emosional dan sosial setelah persalinan berperan penting dalam menjaga kesehatan mental ibu dan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Karena itu, merawat ibu setelah melahirkan sama pentingnya dengan merawat bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Ciri-ciri Darah Nifas yang Berbahaya setelah Melahirkan & Cara Mengatasinya
Kehamilan
Fakta Tentang Larangan Keramas setelah Melahirkan, Ini Penjelasan Dokter
Kehamilan
16 Cara Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan, Tetap Realistis ya Bun
Kehamilan
Enggak Nyesal, Patricia Devina Justru Merasa Bersyukur Badannya Berubah Pasca Melahirkan
Kehamilan
Pamer Tubuh Berisi, Lindsay Lohan Justru Bangga dan Bahagia Bisa Hamil & Melahirkan
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Penampilan Bunda Seleb Usai Melahirkan, Patricia Gouw Makin Memukau
Nikita Willy Gunakan Ramuan Tradisional Param dan Pilis Usai Melahirkan, Apa Manfaatnya?
5 Potret Miskah Shafa Ipar Fadil Jaidi Usai 3 Bulan Melahirkan, Makin Cantik Setelah Jadi Bunda