kehamilan
Ingin Hamil Bayi Kembar lewat IVF? Ketahui Peluang dan Risikonya
HaiBunda
Rabu, 13 May 2026 11:10 WIB
Daftar Isi
Banyak pasangan suami istri (pasutri) yang mengenal bahwa program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) berpeluang lebih besar menghasilkan kehamilan kembar. Bahkan tidak sedikit pasutri yang datang berharap hamil kembar. Yuk, ketahui peluang dan risikonya.
Ada banyak hal yang perlu pasutri pahami sebelum melakukan program bayi tabung. Â Sebab, kehamilan kembar lewat IVF bukan hanya soal peluang yang lebih besar, tetapi juga memiliki risiko medis yang berbeda dibanding kehamilan tunggal.
Apakah IVF bisa membuat hamil bayi kembar?
Fertilisasi in vitro adalah jenis perawatan kesuburan paling efektif yang melibatkan penanganan sel telur atau embrio dan sperma. Kelompok perawatan ini disebut teknologi reproduksi berbantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir MayoClinic, peluang seseorang untuk memiliki bayi yang sehat melalui IVF bergantung pada banyak faktor, seperti usia dan penyebab infertilitas. Terlebih lagi, IVF melibatkan prosedur yang memakan waktu, mahal, dan invasif.Â
Selain itu IVF juga berkaitan dengan meningkatnya peluang kehamilan kembar jika lebih dari satu embrio ditempatkan di rahim. Ini disebut kehamilan ganda. Namun menurut Herald Sun, saat ini banyak klinik fertilitas mulai menerapkan metode single embryo transfer atau transfer satu embrio demi menekan risiko kehamilan kembar yang berisiko tinggi.
Seberapa besar peluang hamil kembar lewat IVF?
Peluang Bunda hamil kembar lewat IVF dipengaruhi banyak faktor, seperti:
- Usia ibu
- Jumlah embrio yang ditransfer
- Kualitas embrio
- Kondisi kesehatan reproduksi
- Riwayat kehamilan sebelumnya
Penelitian dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth menyebutkan bahwa transfer dua embrio meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar dibanding transfer satu embrio.
Namun, banyak ahli yang kini lebih berhati-hati karena kehamilan kembar berisiko lebih tinggi untuk ibu dan bayi.
Sebenarnya, target utama program IVF bukan hanya 'berhasil hamil', tetapi mendapatkan satu bayi sehat dan ibu yang juga sehat. Dan pendekatan IVF modern kini lebih menekankan keamanan kehamilan dibanding mengejar jumlah janin lebih banyak dalam satu waktu.
Risiko hamil bayi kembar lewat IVF
Hamil lebih dari satu bayi memang menyenangkan tapi kehamilan ini meningkatkan risiko komplikasi. Komplikasi yang paling umum antara lain:
1. Persalinan dan kelahiran prematur
Lebih dari 60 persen bayi kembar dan hampir semua bayi kembar lebih dari satu lahir prematur (lahir sebelum 37 minggu). Risiko kelahiran dini semakin tinggi jika jumlah janin dalam kehamilan semakin banyak.Â
Bayi prematur lahir sebelum tubuh dan sistem organnya sepenuhnya matang. Bayi-bayi ini sering kali kecil, dengan berat lahir rendah (kurang dari 2.500 gram atau 5,5 pon), dan bayi ini mungkin membutuhkan bantuan pernapasan, makan, melawan infeksi, dan tetap hangat.Â
2. Hipertensi gestasional
Perempuan dengan kehamilan kembar memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan. Kondisi ini seringkali berkembang lebih awal dan lebih parah daripada kehamilan dengan satu bayi. Hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan abrupsio plasenta (pelepasan plasenta dini).
3. Sindrom transfusi kembar ke kembar
Sindrom transfusi kembar ke kembar (TTTS) adalah kondisi plasenta yang hanya berkembang pada kembar identik yang berbagi plasenta. Pembuluh darah terhubung di dalam plasenta dan mengalihkan darah dari satu janin ke janin lainnya. Kondisi ini terjadi pada sekitar 15 persen bayi kembar dengan plasenta bersama.
Pada TTTS, darah dialihkan dari satu janin ke janin lainnya melalui hubungan pembuluh darah di plasenta bersama. Seiring waktu, janin penerima menerima terlalu banyak darah, yang dapat membebani sistem kardiovaskular dan menyebabkan terlalu banyak cairan amnion terbentuk. Janin donor yang lebih kecil tidak mendapatkan cukup darah dan memiliki jumlah cairan amnion yang rendah.Â
4. Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah
IVF dan kehamilan multiple berkaitan dengan meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
5. Risiko operasi caesar lebih besar
Posisi janin pada kehamilan kembar sering kali membuat lebih sulit melakukan persalinan normal. Karena itu, operasi caesar lebih sering diperlukan pada ibu hamil kembar.
Apakah semua kehamilan kembar lewat IVF berbahaya?
Kehamilan lewat IVF tidak selalu berbahaya. Banyak ibu dengan kehamilan kembar IVF tetap dapat menjalani kehamilan dengan sehat hingga persalinan.Â
Namun memang, kehamilan kembar memerlukan:
- Lebih rutin kontrol.
- Pemantauan tumbuh kembang janin
- Lebih perhatian terhadap tekanan darah dan gula darah
- Kesiapan menghadapi persalinan prematur
Karena itu, sebaiknya selalu membicarakan keputusan jumlah embrio yang ditransfer bersama dokter spesialis fertilitas.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
Kehamilan
5 Tips Kelola Stres dan Emosi Selama Jalani Program Bayi Tabung
Kehamilan
5 Tips agar Proses Transfer Embrio pada IVF Dapat Berjalan Lancar
Kehamilan
Bunda, Begini lho Proses Transfer Embrio ke Rahim pada Program IVF
Kehamilan
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Dea Ananda Jalani Kehamilan Trimester 3, Bahagia Nantikan Kelahiran Baby S
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
2 Kisah Perjuangan Artis Korea Hamil Lewat IVF, Ada yang Berhasil setelah Berjuang Melawan Kanker
3 Artis Alami Keguguran di 2025, Ada yang Kehilangan Janin Kembar setelah IVF
Ketahui Perbedaan Nulipara, Multipara, dan Primipara dalam Kehamilan