kehamilan
KB Alami Makin Ngetren di Kalangan Bunda Gen Z, Lebih Simple tapi...
HaiBunda
Minggu, 03 May 2026 20:30 WIB
Pasangan muda memang lebih senang praktik yang simpel saat berkomitmen dengan pencegahan kehamilan. Nah, yang mencuat saat ini, KB alami makin ngetren di kalangan Bunda gen Z, benarkah efektif cegah kehamilan ya, Bunda?
Meskipun KB alami tetap berisiko kehamilan, peningkatan pengguna dari metode KB ini tetap terjadi ya, Bunda. Realitasnya, tren saat ini ialah meningkatnya metode kontrasepsi alami, yang didorong oleh janji mengendalikan tubuh sendiri. Ini merupakan bagian dari industri kesehatan yang berkembang pesat, kata seorang sosiologis.
Salah satu pengguna KB alami, Elodie Monnier Legrand menuturkan bahwa dirinya sudah menjadi pengguna pil KB selama satu dekade. Kemudian, seiring tren KB alami yang makin populer, ia pun memutuskan untuk mencobanya. Tren ini semakin populer meski membutuhkan pelacakan kesuburan untuk menghindari kehamilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin tubuh saya kembali ke keadaan alaminya," kata Bunda berusia 30 tahun dari Prancis itu.
Legrand merupakan salah satu dari semakin banyak perempuan yang meninggalkan KB hormonal seperti pil KB. Di Prancis sendiri, sebanyak 7.5 persen perempuan menggunakan metode kontrasepsi alami pada 2023, meningkat dari 4,6 persen pada 2016, menurut the French National Institute of Health and Medical Research (INSERM).
Adanya peningkatan masif ini ternyata didorong oleh pengaruh dari para influencer di media sosial, yang sering mempromosikan kontrasepsi alami sebagai cara bagi perempuan untuk membebaskan diri dari efek hormonal pil KB, seperti dikutip dari laman Taipeitimes.
Walau KB alami memang praktis dan tanpa efek samping, para ahli memperingatkan bahwa beberapa klaim umum mengenai efek samping pil KB merupakan informasi yang salah. Dan, metode yang didasarkan pada pelacakan kesuburan membutuhkan kepatuhan yang ketat agar efektif.
Geoffroy Robin, seorang ginekolog di the University Hospital of Lille, Prancis, mengatakan bahwa minat pada metode KB alami dipicu oleh iklim fobia hormon. Selain itu, pil KB telah lama dianggap sebagai alat emansipasi perempuan, katanya.
Louise, seorang perempuan berusia 26 tahun di Prancis mengatakan bahwa kontrasepsi hormonal membuatnya menderita. Saat berusia 18 tahun, tubuhnya menolak IUD hormonal. Setelah memasang implan, ia mengalami efek samping termasuk penambahan berat badan, perubahan suasana hati, dan depresi, katanya. Selama enam tahun terakhir, ia pun memilih menggunakan metode kalender sebagai pengendalian kelahiran alami.
Adapun, metode KB alami mengharuskan penggunanya menghitung masa subur sekitar 10 hari dalam sebulan dan menghindari hubungan seksual dalam periode ini. Kemudian, metode suhu juga melibatkan pemeriksaan harian untuk mendeteksi apakah suhu tubuh sedikit meningkat atau tidak, yang terjadi selama ovulasi.
Sementara pada metode billings, perempuan harus memeriksa vagina mereka setiap hari untuk melihat apakah ada penumpukan lendir serviks. Serta, pada metode simptotermal ialah menggabungkan dua teknik terakhir.
Terkait tren dan bagaimana KB alami semakin diterima di kalangan masyarakat disebut juga sebagai fertility awareness. Hal ini muncul seiring dengan penurunan penggunaan pil KB di berbagai negara.
Pada sebuah studi yang diterbitkan di BMJ Sexual & Reproductive Health, diperkirakan bahwa kontrasepsi hormonal di Inggris dan Wales turun dari 19 persen pada 2018 menjadi 11 persen pada 2023.
Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya hubungan antara peningkatan penggunaan kontrasepsi alami dan meningkatnya jumlah aborsi. Pada praktiknya, teknik signifikan kurang efektif dibandingkan metode tradisional, kata para ahli.
"Teknik alami hanya boleh dipertimbangkan oleh perempuan yang menerima risiko kehamilan,” kata INSERM.
Dalam sebuah tinjauan yang dilakukan oleh INSERM pada 2022 menemukan bahwa kurang dari 20 persen dari sekitar 100 aplikasi kesuburan yang dianalisisnya membuat prediksi yang benar tentang siklus kesuburan.
Sebagian besar aplikasi juga membagikan data pengguna dengan pihak ketiga, seringkali tanpa sepengetahuan mereka, menurut tinjauan tersebut. Robin mengatakan bahwa metode alami sama sekali tidak efektif bagi mereka yang memiliki siklus tidak teratur di mana terdapat pada sekitar satu dari setiap lima perempuan.
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi pengukuran terkait isu tersebut, Bunda. Misalnya, infeksi jamur atau pengobatan seperti antihistamin dapat mengganggu sekresi lendir vagina. Serta, obat-obatan lain seperti parasetamol, antibiotik, atau bahkan perubahan jadwal kerja dapat mengubah suhu tubuh perempuan.
Ini artinya metode KB alami tidak cocok untuk semua orang, kata para ahli. Mereka pun merekomendasikan agar perempuan yang mempertimbangkan perubahan metode KB dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan mereka terlebih dahulu.
Nah, bagaimana dengan Bunda? Apakah masih tertarik dengan KB alami atau metode KB lainnya? Apa pun pilihannya, jangan lupa mendiskusikannya dengan pasangan serta berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Efektivitas KB Alami untuk Mencegah Kehamilan Menurut Pakar, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
2 Bunda Artis Ini Gagal Andalkan Kontrasepsi Alami dan Hamil dalam Jarak Berdekatan
Kehamilan
10 Pilihan Cara KB Alami untuk Cegah Kehamilan yang Aman dan Ampuh
Kehamilan
Ketahui Efektivitas 5 Cara Alami Mencegah Kehamilan Usai Hubungan Seks
Kehamilan
6 Pilihan Program KB Paling Sesuai untuk Busui agar Tak 'Kebobolan'
7 Foto
Kehamilan
7 Public Figure yang Hamil Lagi saat Pakai KB, Terbaru Kesha Ratuliu
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tanpa Disadari, 11 Kebiasaan Ini Bisa Bikin KB Jadi Kurang Efektif
Ayah 3 Anak Ini Jalani Vasektomi tapi 9 Bulan Kemudian Sang Istri Hamil Kembali, Kok Bisa?
KB Hormonal Dapat Pengaruhi Emosi dan Memori Wanita, Begini Hasil Studi Terbaru