kehamilan
Dampak Ibu Hamil Kekurangan Zat Besi, Dapat Menyebabkan Bahaya Apa untuk Janin?
HaiBunda
Selasa, 28 Apr 2026 08:50 WIB
Zat besi merupakan salah satu jenis mineral yang dibutuhkan selama kehamilan, Bunda. Kekurangan zat besi sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan pada ibu hamil.
Perlu diketahui, seorang perempuan usia subur secara alami kehilangan zat besi setiap bulan selama menstruasi. Memasuki masa kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi semakin meningkat.
"Perempuan usia reproduktif menanggung sebagian besar beban kekurangan zat besi," kata ahli hematologi Yale Medicine, Layla Van Doren, MD, MBA, dikutip dari laman Yale Medicine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, karena kita tidak secara rutin melakukan skrining untuk kadar zat besi rendah, kita sebenarnya tidak mengetahui beban sebenarnya dari kekurangan zat besi pada wanita yang akan hamil," sambungnya.
Kekurangan zat besi setidaknya memengaruhi sekitar 15 hingga 20 persen perempuan. Menurut sebuah studi belum lama ini, 84 persen ibu hamil mengalami kekurangan zat besi selama trimester ketiga.
Kekurangan zat besi ini dapat menyebabkan anemia, Bunda. Pada kondisi yang serius bisa menyebabkan masalah jantung, serta komplikasi selama kehamilan dan pasca persalinan.
"Anemia defisiensi besi dikaitkan dengan dampak buruk yang serius, termasuk berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, perdarahan pasca persalinan, lahir mati (stillbirth), kematian neonatal, dan masalah pertumbuhan," ujar spesialis kedokteran ibu dan janin, Tulin Ozcan, MD.
"Selain itu, otak yang sedang berkembang pesat sangat berisiko mengalami defisiensi besi dan gangguan neurokognitif."
Dampak kekurangan zat besi saat hamil pada janinnya
Sebuah studi beberapa waktu lalu juga pernah meneliti tentang dampak kekurangan zat besi selama hamil pada janin di dalam kandungan. Dilansir laman MGH Center for Women's Mental Health, studi menunjukkan bahwa kadar zat besi yang cukup dapat memainkan peran penting dalam perkembangan otak janin. Anak-anak yang lahir dari ibu dengan anemia selama kehamilan, mungkin memiliki hasil perkembangan saraf yang lebih buruk.
Secara detail, studi ini dilakukan dengan menggunakan data dari Stockholm Youth Cohort. Para peneliti yang berasal dari Swedia mengevaluasi 532.232 anak yang lahir antara 1 Januari 1987 dan 31 Desember 2010, dengan tindak lanjut terhadap anak-anak tersebut dalam register kesehatan hingga tahun 2016.
Ilmuwan meneliti hubungan antara anemia pada ibu dengan usia kehamilan sekitar 30 minggu, serta risiko gangguan spektrum autisme (ASD), gangguan perhatian/hiperaktivitas (ADHD), dan disabilitas intelektual (ID) pada anak-anak mereka.
Hasil studi menemukan bahwa kasus ASD, ADHD, dan ID, dilaporkan pada anak-anak yang lahir dari ibu dengan anemia pada 30 minggu pertama kehamilan dibandingkan dengan ibu yang didiagnosis anemia di kemudian hari dalam kehamilan. Hasilnya juga serupa ketika perempuan dengan anemia dibandingkan dengan mereka tanpa anemia.
Para peneliti berhipotesis bahwa anemia defisiensi besi dapat mengganggu perkembangan otak janin. Menurut mereka, zat besi sangat penting dalam proses-proses perkembangan otak, termasuk mielinasi, percabangan dendrit, dan sintesis neurotransmiter monoamin.
Mengingat tingginya prevalensi anemia pada perempuan usia subur, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya perawatan prenatal yang konsisten dan penggunaan vitamin prenatal mengandung zat besi. Belum lagi, beberapa perempuan yang memiliki masalah medis mungkin lebih berisiko lagi terkena anemia defisiensi zat besi.
Cara mengatasi kekurangan zat besi saat hamil
Semua ibu hamil pada dasarnya disarankan untuk mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung zat besi. Jika kadar feritin rendah dan tes darah lainnya menunjukkan anemia defisiensi zat besi, dokter dapat merekomendasikan suplemen zat besi oral tambahan dalam bentuk pil atau cairan.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen zat besi setiap dua hari sekali, sama efektifnya dengan mengonsumsinya setiap hari. Namun jika suplementasi zat besi tidak efektif, dokter mungkin akan merekomendasikan infus zat besi yang diberikan secara intravena.
Demikian penjelasan pakar terkait dampak kekurangan zat besi pada kondisi janin di dalam kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Tips Mencegah Anemia pada Ibu Hamil
Kehamilan
Cek Anemia saat Hamil Kini Bisa Dilakukan di Bidan dengan Kalkulator Zat Besi
Kehamilan
Menghitung Kebutuhan Zat Besi Ibu Hamil Trimester 2 dan Cara Memenuhinya
Kehamilan
Gejala dan Dampak Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil, Waspada Ya Bun!
Kehamilan
Waspada Anemia Defisiensi Besi saat Hamil, Bisa Sebabkan Anak Lahir Stunting
12 Foto
Kehamilan
12 Ilustrasi Gambar Perkembangan Janin Trimester Satu: Minggu ke-1 sampai ke-12
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Perlukah Ibu Hamil Konsumsi Tablet Fe untuk Memenuhi Kebutuhan Zat Besi?
Menghitung Kebutuhan Zat Besi Ibu Hamil Trimester 2 dan Cara Memenuhinya
Makanan Lokal Sumber Zat Besi untuk Ibu Hamil dan Manfaatnya