Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Risiko Autisme pada Anak Lebih Tinggi jika Ibu Hamil Alami Gangguan Tiroid

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 23 Apr 2026 16:50 WIB

hamil sakit tenggorokan
Risiko Autisme pada Anak Lebih Tinggi jika Ibu Hamil Alami Gangguan Tiroid/Foto: Getty Images/Jajah-sireenut
Daftar Isi
Jakarta -

Kondisi medis yang dialami seorang ibu saat hamil ternyata bisa meningkatkan risiko autisme, Bunda. Studi terbaru mengungkap bahwa risiko autisme pada anak meningkat pada ibu yang mengalami gangguan tiroid saat hamil.

Studi baru yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism ini meneliti ketidakseimbangan hormon tiroid yang menetap selama kehamilan dan kaitannya pada autisme anak. Seperti diketahui, hormon tiroid pada ibu hamil sangat penting untuk perkembangan saraf janin.

Ketidakseimbangan tiroid selama kehamilan telah dikaitkan dengan perkembangan saraf yang tidak normal, termasuk peningkatan risiko gangguan spektrum autisme (ASD). Autisme merupakan kondisi perkembangan saraf yang kompleks yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

"Kami menemukan bahwa meskipun disfungsi tiroid kronis yang diobati dengan baik tidak terkait dengan peningkatan risiko autisme pada keturunan, ketidakseimbangan yang berkelanjutan di beberapa trimester justru terkait," kata Idan Menashe, Ph.D., dari Ben-Gurion University of the Negev di Beer Sheva, Israel.

"Temuan ini menggarisbawahi tentang perlunya pemantauan rutin dan penyesuaian terapi yang tepat waktu untuk mempertahankan kadar hormon tiroid normal sepanjang kehamilan," sambungnya.

Studi ini meneliti lebih dari 51.000 kelahiran. Selain hormon tiroid, para penulis juga mengamati pola respons dosis, di mana disfungsi tiroid selama trimester kehamilan yang meningkat bisa menaikkan risiko autisme.

Memahami gangguan tiroid pada kehamilan

Menurut ulasan di National Library of Medicine, kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada kelenjar tiroid dan fungsinya. Produksi hormon tiroid selama kehamilan meningkat sebesar 50 persen, Bunda.

Komplikasi pada ibu dan janin dapat terjadi karena perubahan patologis atau imunologis selama kehamilan. Gangguan tiroid dapat membahayakan ibu hamil dan janin, karena hipertiroidisme (hormon tiroid tinggi) dan hipotiroidisme (kadar hormon tiroid rendah) yang tidak diobati selama kehamilan menimbulkan risiko bagi ibu dan janin.

Hipertiroidisme adalah kondisi yang jarang terjadi dan memperumit sekitar 0,1 hingga 0,4 persen kehamilan. Sementara itu, hipotiroidisme bisa menyebabkan efek buruk pada ibu dan janin, terutama pada perkembangan otak dan kerangka janin.

Dikutip dari laman Pregnancy Birth Baby, gangguan tiroid memengaruhi setidaknya 1 dari setiap 25 kehamilan. Kondisi mesia ini mungkin sudah dimulai sebelum kehamilan, atau mungkin pertama kali didiagnosis selama kehamilan.

Penyebab gangguan tiroid saat hamil

Penyebab gangguan tiroid saat hamil dapat berbeda pada kondisi hipertiroidisme dan hipotiroidisme, Bunda. Pada hipertiroidisme, penyebabnya bisa karena kekurangan yodium dalam tubuh, kondisi autoimun yang disebut tiroiditis Hashimoto, atau kerusakan yang sudah terjadi pada kelenjar tiroid.

Sedangkan pada hipotiroidisme, penyebabnya dikaitkan dengan kondisi autoimun yang disebut penyakit Graves, nodul tiroid, atau efek sementara hormon kehamilan.

Komplikasi gangguan tiroid pada ibu hamil

Kadar hormon tiroid yang tinggi atau hipertiroidisme dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Keguguran atau lahir mati
  • Berat badan lahir rendah
  • Persalinan prematur
  • Preeklamsia

Pada kadar tiroid yang rendah, komplikasinya dapat berupa:

  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Keguguran
  • Abrupsio plasenta
  • Preeklamsia
  • Memengaruhi perkembangan otak janin

Penanganan masalah tiroid saat hamil

Jika ibu hamil memiliki masalah tiroid, maka ia harus menjalani tes darah secara teratur selama kehamilan. Hasil tes dapat memastikan kadar hormon ibu tetap dalam kisaran yang direkomendasikan.

Jika ibu hamil mengidap hipotiroidisme, maka dokter mungkin akan meresepkan obat yang disebut tiroksin. Sedangkan bila Bunda mengidap hipertiroidisme, dokter atau spesialis mungkin akan meresepkan obat antitiroid, seperti propiltiourasil atau karbimazol.

Demikian studi terbaru yang mengungkap kaitan gangguan tiroid saat hamil dan autisme pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda