Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Makin Banyak Ibu Melahirkan di Usia Lanjut, Bagaimana Peluang Dapatkan Kehamilan Sehat?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 04 May 2026 11:20 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Makin Banyak Ibu Melahirkan di Usia Lanjut, Bagaimana Peluang untuk Mendapatkan Kehamilan Sehat?/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Dacharlie
Jakarta -

Jumlah ibu melahirkan di usia lanjut meningkat di beberapa negara, Bunda. Salah satunya adalah negara Amerika Serikat (AS).

Menurut data dari National Center for Health Statistics (NCHS) dan penelitian dari National Vital Statistics Reports di AS, semakin banyak orang tua yang memulai keluarga di usia 40-an. Sebuah laporan federal menunjukkan bahwa 21 persen dari semua kelahiran di AS terjadi pada perempuan berusia 35 tahun ke atas pada tahun 2023, meningkat dari 9 persen pada tahun 1990.

Dilansir laman Parents, ada beberapa alasan pasangan memutuskan untuk memiliki anak di usia lanjut, seperti meningkatnya biaya rumah dan perawatan anak, semakin besarnya fokus kalangan anak muda pada karier, dan berkembangnya teknologi perawatan kesuburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Risiko hamil dan melahirkan di usia lanjut

Hamil dan melahirkan di usia 40-an sebenarnya bisa berisiko secara medis. Tak hanya itu, peluang untuk mendapatkan kehamilan sehat juga lebih rendah dibandingkan perempuan hamil di usia produktif.

"Ini jelas lebih berat bagi tubuh. Perempuan akan merasa jauh lebih lelah dan ada beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai," kata dokter kandungan di Texas, Dr. Jacquelyn Means, yang melahirkan anak pertamanya pada usia 37 dan anak keduanya pada usia 39.

"Biasanya akan baik-baik saja, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan," sambungnya, dikutip dari Japan Today.

Ibu hamil yang lebih tua lebih mungkin mengalami kondisi seperti tekanan darah tinggi dan obesitas, dan lebih rentan mengalami komplikasi kehamilan. Mereka juga lebih mungkin menjalani operasi caesar dan melahirkan bayi kembar atau bayi dengan kelainan genetik tertentu.

Cara mendapatkan kehamilan sehat di usia lanjut

Namun tidak perlu terlalu khawatir ya. Risiko hamil di usia lanjut umumnya rendah, hanya saja lebih tinggi dari rata-rata. Meskipun sebagian besar ibu yang lebih tua memiliki kehamilan normal, dokter mengatakan ada cara untuk menurunkan risiko dan mencegah masalah sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

"Ibu-ibu di atas 35 tahun masih bisa memiliki kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang bahagia," ujar kepala petugas medis dan kesehatan untuk March of Dimes, Dr. Michael Warren.

Seorang spesialis kesehatan ibu dan janin di University of Texas Southwestern, Dr. Ashley Zink, mengatakan bahwa mengoptimalkan kesehatan sangat penting untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Hal itu mencakup konsumsi makanan bergizi seimbang, tetap aktif bergerak, dan menghindari perilaku berisiko seperti merokok.

"Pastikan kebiasaan hidup sehat yang telah dibangun sepanjang hidup tetap terjaga. Jika memiliki penyakit kronis, pastikan penyakit tersebut dikelola dengan baik dan mendapatkan perawatan medis pencegahan secara teratur," kata Warren.

"Menjaga kesehatan sebaik mungkin itu penting karena kehamilan bisa sama beratnya dengan maraton. Volume darah meningkat dan jantung bekerja lebih keras. ketidaknyamanan selama kehamilan akan lebih mudah ditoleransi jika kita dalam kondisi fisik yang baik," ungkap Zink.

Pemeriksaan kesehatan saat program hamil juga dapat bermanfaat, karena memungkinkan Bunda untuk mendiskusikan masalah kesehatan, mendapatkan perawatan untuk kondisi apa pun yang mungkin memengaruhi kehamilan, dan memastikan telah mendapatkan vaksinasi terbaru. Setelah dinyatakan hamil, Bunda disarankan untuk melakukan USG pertama yang dapat mengukur ukuran janin, membantu memastikan tanggal perkiraan kelahiran, dan memeriksa kemungkinan adanya janin kembar.

Bunda yang hamil di usia lanjut juga perlu mempertimbangkan untuk melakukan pengambilan sampel darah untuk pengujian prenatal non-invasif. Tes ini dapat mendeteksi kelainan kromosom seperti sindrom Down dan trisomi 13 atau 18.

Menurut ulasan di Stanford Medicine Children's Health, risiko sindrom Down sekitar 1 banding 1.250 untuk perempuan yang hamil pada usia 25 tahun. Risiko meningkat menjadi sekitar 1 banding 100 pada ibu hamil di usia 40 tahun.

Pemeriksaan USG di akhir kehamilan juga harus dilakukan untuk mendeteksi masalah pada janin, Bunda. Selain risiko cacat janin, pemeriksaan bisa mendeteksi kondisi janin secara lebih mendetail.

"Saat tanggal persalinan semakin dekat, sangat penting untuk memperhatikan isyarat-isyarat seperti gerakan janin. Apakah ibu masih bisa merasakan bayi bergerak dan menendang?" ujar Warren.

Perlu dicatat, persentase bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar meningkat seiring bertambahnya usia ibu. Menurut data tahun 2022 hingga 2024 dari penelitian March of Dimes, rata-rata 48 persen perempuan berusia 40 tahun ke atas menjalani persalinan caesar untuk kelahiran hidup.

Perempuan yang menjalani operasi caesar memiliki risiko komplikasi kehamilan yang jauh lebih tinggi, seperti infeksi dan perdarahan, bila dibandingkan dengan mereka yang melahirkan secara normal.

Demikian penjelasan tentang cara mendapatkan kehamilan sehat pada perempuan usia lanjut. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda