kehamilan
Berapa Kali Normalnya Suami Istri Berhubungan Intim?
HaiBunda
Kamis, 09 Apr 2026 20:30 WIB
Daftar Isi
Hubungan intim bukanlah sekadar pemanis dalam rumah tangga untuk mempererat bonding tetapi juga sebuah kebutuhan dasar suami istri. Lantas, berapa kali normalnya suami istri berhubungan intim?
Seberapa sering setiap pasangan berhubungan intim memang pastinya bervariasi satu sama lain. Apalagi, berbagai faktor mungkin bisa memengaruhinya seperti usia, kesehatan, dan berbagai faktor lainnya yang dapat memengaruhi libido seseorang dan seberapa sering pasangan berhubungan intim.
Hubungan suami istri normal berapa kali seminggu?
Menurut The International Society for Sexual Medicine bahwa membahas tentang hubungan suami istri normal berapa kali seminggu memang tidak ada frekuensi standarnya, Bun. Semua tentunya memiliki kebutuhan masing-masing, dan tidak ada frekuensi standar yang bisa dijadikan acuan asalkan semua pasangan di dalam hubungannya merasa bahagia.
Ya, seberapa sering pasangan harus berhubungan intim memang bergantung pada apa yang diputuskan orang-orang dalam hubungannya. Sehingga, bisa jadi kisarannya dari tidak ada aktivitas seksual sama sekali hingga beberapa kali sehari, seminggu, atau setahun seperti dikutip dari laman Medical News Today.
Berdasarkan sebuah penelitian ditemukan bahwa jumlah rata-rata hubungan intim antara pasangan yang menikah ialah tiga kali per bulan. Mengenai frekuensi tersebut, tentunya ada berbagai faktor-faktor yang memengaruhinya seperti urusan kesehatan, usia, dan lainnya.
Mengutip dari laman WebMD, peneitian yang dilakukan oleh General Society Survey bahwa ada sebanyak 7 persen orang dewasa Amerika berhubungan intim sekali atau dua kali dalam setahun terakhir, 10 persen tidak berhubungan intim dalam setahun terakhir, 19 persen berhubungan intim dua atau kali per bulan, 17 persen berhubungan intim sekali sebulan, 5 persen berhubungan intim empat kali atau lebih dalam seminggu, 16 persen berhubungan intim dua atau tiga kali per minggu, 25 persen berhubungan intim setiap minggu.
Sementara, pada studi lainnya yang diterbitkan pada 2019 menemukan bahwa sekira 47 persen pasangan menikah berhubungan intim kurang dari sekali seminggu.
Frekuensi seks dikatakan terkait erat dengan pernikahan yang bahagia. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa orang yang sudah menikah yang lebih sering berhubungan intim setiap minggu tidak lebih bahagia daripada mereka yang kurang sering. Ini menurut sebuah studi yang melibatkan 30 ribu orang.
Jika Bunda merasa puas dengan frekuensi hubungan intim dalam pernikahan yang dijalani, artinya jumlah seks yang dilalui merupakan jumlah yang tepat untuk Bunda dan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa frekuensi seks lebih dari sekali seminggu dapat mengurangi hasrat dan kenikmatan seks Bunda. Artinya, kualitas sama pentingnya dengan kuantitas.
Apakah wajar berhubungan suami istri setiap hari?
Berhubungan intim merupakan salah satu penghilang stres yang terbukti dapat meningkatkan suasana hati secara instan. Dan, berhubungan intim setiap hari merupakan hal yang sepenuhnya normal, seperti dikutip dari laman Medicinenet.
Memang, ada fase-fase di dalam hidup ketika seseorang berhubungan intim lebih sering. Misalnya pada periode pernikahan yang disebut sebagai honeymoon, pasangan bisa berhubungan intim sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil.
Efek samping keseringan berhubungan intim?
Sedianya, seks dan kesehatan sangatlah berkaitan erat, Bunda. Sebuah studi menunjukkan bahwa seks teratur membantu seseorang memiliki pinggang ramping, jantung sehat, dan mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Namun, jika terlalu sering berhubungan intim, hal itu akan membahayakan kesehatan.
Konsekuensi dari hubungan intim yang terlalu sering ialah seperti berikut ini:
1. Kesehatan yang buruk dan kelelahan
Hubungan intim yang berlebihan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang karena hubungan intim merupakan aktivitas yang menggunakan banyak energi. Selama hubungan intim, tubuh mengeluarkan norepinefrin, epinefrin (adrenalin), dan kortisol ke dalam darah, yang mengakibatkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, kekuatan otot, dan metabolisme glukosa. Karenanya, berhubungan intim terlalu sering juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.
Memang, banyak kalori terbakar saat berhubungan intim. Tetapi, jika terlalu sering berhubungan intim, Bunda bisa merasa lesu di pagi hari setelah malam yang penuh kehangatan. Sementara, kelelahan yang berlangsung lama dapat memengaruhi pekerjaan dan bisa membuat Bunda merasa lelah sepanjang hari dan bekerja tidak efektif. Untuk menghindari semua kelelahan ini, sesuaikan frekuensi hubungan intim Bunda agar kinerja kerja tetap prima dan sukses setiap hari.
2. Peningkatan risiko penyakit kelamin dan kecelakaan saat berhubungan intim
Bagi perempuan, terlalu sering berhubungan intim dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada alat kelamin dan dapat menyebabkan keputihan. Selain itu, terlalu sering berhubungan intim berarti vagina akan mengalami banyak gesekan dan ini dapat menyebabkan pengelupasan vagina, nyeri saat buang air kecil, atau kesulitan berjalan karena iritasi vagina.
Untuk menghindari hal ini, kurangi frekuensi hubungan intim dan hindari hubungan intim yang kasar. Bagi pria, terlalu sering berhubungan intim dapat menyebabkan penyakit seperti nyeri penis, nyeri punggung, dan infeksi alat kelamin pria.
3. Disfungsi fisiologis
Menurut penelitian para ahli, berhubungan intim terlalu sering dalam waktu singkat membuat pria kesulitan mempertahankan durasi hubungan intim dan sulit memuaskan pasangannya. Hal ini membuat hubungan intim menjadi membosankan, dan pria rentan terhadap kondisi seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, dan lain-lain.
4. Infeksi saluran kemih
ISK sering terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang di kandung kemih. Secara khusus, menurut statistik, perempuan yang melakukan hubungan intim berlebihan cenderung lebih sering mengalami infeksi saluran kemih daripada perempuan  yang tidak aktif secara seksual.
5. Dehidrasi
Selama hubungan intim berlangsung intensif, sesi panas tersebut tentu membuat satu sama lain berkeringat dan kehilangan banyak air dari tubuh. Karenanya, pastikan minum banyak air sebelum, selama, dan setelah bercinta seperti dikutip dari laman Vinmec.
Tips agar bisa rutin berhubungan intim
Menciptakan kehangatan bersama pasangan dapat mendorong harmonisasi dengan baik dalam hubungan suami istri. Perlu Bunda tahu bahwa hubungan intim tidak saja menyenangkan tetapi juga baik untuk diri sendiri dan pasangan.Â
Setiap orgasme yang dilakukan, terdapat pelepasan hormon oksitosin dalam jumlah besar yang dapat meningkatkan suasa hati. Dan, berhubungan intim secara teratur dapat mengurangi stres dan depresi, meningkatkan kepercayaan diri, dan membantu tidur lebih nyenyak. Selain itu, berpelukan di bawah selimut dapat membuat Bunda terasa lebih dekat dengan pasangan dan meningkatkan rasa keintiman.
Berikut ini beberapa tips agar bisa berhubungan intim rutin ya, Bun:
1. Jadwalkan waktu
Catat dengan baik jadwal agenda bercinta di kalender, seperti halnya tanggal-tanggal penting lainnya. Dengan begitu, akan lebih kecil kemungkinannya untuk melewatkannya. Menetapkan tanggal juga memberikan waktu untuk mempersiapkan diri akan sesuatu yang dinantikan.Â
2. Luangkan waktu
Tidak peduli seberapa sibuknya, seks merupakan salah satu bagian penting dari hari-hari Bunda bersama pasangan. Jangan mengabaikan pula sesi foreplay di mana dapat membantu membangkitkan gairah dan membuat seks lebih menyenangkan.
3. Bersantai
Seks merupakan pereda stres yang ampuh, tetapi sulit untuk mendapatkan suasana hati yang tepat ketika sedang tegang. Setelah hari yang berat, lakukan sesuatu yang menenangkan bersama untuk membuat diri rileks. Dengarkan musik yang lembut dan lakukan latihan relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi. Penelitian menunjukkan bahwa meditasi kesadaran membantu perempuan lebih selaras dengan tubuh mereka selama berhubungan seks.
4. Rencanakan liburan semalam
Terkadang yang dibutuhkan untuk meningkatkan kehidupan intim ialah perubahan pandangan. Untuk itu, lakukan perjalanan bersama dan tidak perlu jauh ke tempat tertentu untuk menghidupkan romantisme. Matikan ponsel dan fokus satu sama lain.Â
Berapa lama durasi suami istri berhubungan intim yang normal?
Seks seharusnya memang bisa menyenangkan dan memuaskan satu sama lain. Kunci daripada kenikmatan seks itu sendiri ialah bagaimana Bunda dan pasangan menikmati sesi seks yang memuaskan dan tidak sekadar mengejar waktu, seperti dikutip dari laman Healthline.
Menurut survei anggota Society for Sex Therapy and Research pada 2005 bahwa seks biasanya berlangsung tiga hingga tujuh menit. Menurut survei tersebut, seks vaginal yang berlangsung satu hingga dua menit dianggap 'terlalu singkat'. Dan, seks vaginal yang berlangsung 10 hingga 30 menit dianggap 'terlalu lama'.
Jadi, berapa lama seharusnya seks vaginal berlangsung? Para terapis seks yang disurvei mengatakan bahwa durasi antara 7 hingga 13 menit adalah 'yang diinginkan'. Penting untuk dicatat bahwa angka-angka ini hanya berlaku untuk hubungan seksual penis-vagina. Angka-angka ini tidak memperhitungkan hal-hal seperti pemanasan (foreplay), dan tidak mewakili jenis seks lainnya.
Apakah normal seks kurang dari 5 menit? Ini kata ahli
Sebagian besar orang terkejut mengetahui bahwa durasi rata-rata hubungan seksual penetratif adalah sekitar 5 hingga 6 menit, dengan rentang tipikal 3 hingga 13 menit. Ketika agenda ini dilakukan kurang dari 2 menit seringnya dianggap terlalu singkat. Sementara hubungan intim yang berlangsung 3 hingga 7 menit dianggap cukup, dan 7 sampai 13 menit yang diinginkan, serta lebih dari 15 menit dapat membuat beberapa orang merasa tidak nyaman.
Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan selain waktu, dan durasi yang lebih lama tidak selalu berarti lebih baik. Selain itu perlu juga cara praktis untuk meningkatkan kenikmatan tanpa berfokus pada waktu, dan kapan harus berkonsultasi dengan dokter jika terjadi rasa sakit, ketidaknyamanan, atau perubahan mendadak.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Â
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Mengenal Posisi Rear Entry, Gaya Berhubungan Intim yang Dipercaya Bikin Cepat Hamil
Kehamilan
Apakah Melakukan Gaya Lilin setelah Berhubungan Suami Istri Bikin Cepat Hamil?
Kehamilan
Aturan Berhubungan Intim untuk Ibu Hamil saat Puasa
Kehamilan
KB Steril Bikin Berhubungan Intim Tidak Nyaman, Mitos atau Fakta?
Kehamilan
Pagi, Siang, atau Malam? Ini Waktu Terbaik Berhubungan Intim agar Cepat Hamil
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Pertanyaan Seputar Seks yang Kerap Malu untuk Ditanyakan Ibu Hamil
8 Ayah Artis Buka-bukaan Usai Vasektomi, Ini Perubahan yang Dirasakan
Belum Haid setelah Melahirkan tapi Sudah Berhubungan Intim, Normalkah?