kehamilan
Benarkah Paparan Suhu dan Cuaca saat Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi? Simak Faktanya
HaiBunda
Selasa, 07 Apr 2026 08:50 WIB
Mitos kehamilan yang beredar itu beraneka ragam. Salah satunya anggapan bahwa kondisi cuaca saat hamil bisa menentukan jenis kelamin bayi. Kalau cuacanya panas maka lebih besar peluang lahir bayi laki-laki. Benarkah?
Melansir laman TheSouthFirst, sebuah studi internasional menghubungkan peningkatan suhu selama kehamilan dengan perubahan rasio jenis kelamin saat lahir. Sekitar lima juta kelahiran di seluruh India dan Afrika Sub-Sahara diteliti.
Data 5 juta kelahiran tersebut dari Survei Demografi dan Kesehatan, kemudian menghubungkan setiap kelahiran dengan kondisi suhu beresolusi tinggi selama kehamilan.
Kaitan cuaca dengan jenis kelamin bayi
Pada studi tersebut, tim peneliti menemukan paparan panas mengurangi kelahiran bayi laki-laki, dengan waktu yang berbeda menurut wilayah. Kerentanan biologis janin laki-laki dan konteks sosial India menunjukkan perubahan iklim dapat secara halus memengaruhi hasil reproduksi dan kesehatan ibu.
Sebuah studi internasional baru berjudul Temperature and Sex Ratio at Birth menemukan bahwa suhu yang lebih tinggi selama kehamilan dikaitkan dengan lebih sedikit kelahiran bayi laki-laki.
Di India, efeknya tampak paling kuat ketika paparan panas terjadi selama trimester kedua, dengan menunjukkan bahwa panas ekstrem dapat secara halus memengaruhi keseimbangan alami antara bayi laki-laki dan perempuan.
Sedangkan, di Afrika Sub-Sahara, peningkatan paparan hari-hari di atas 30°C selama trimester pertama dikaitkan dengan penurunan kelahiran anak laki-laki sekitar 2,47 anak laki-laki per 100 anak perempuan.
Secara bersamaan, temuan tersebut menunjukkan persimpangan yang tak terduga antara perubahan iklim, biologi, dan perilaku sosial. Sehingga menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana panas ekstrem dapat membentuk hasil kehamilan.
Di India, penurunannya lebih kecil yakni sekitar 1,15 lebih sedikit anak laki-laki per 100 anak perempuan. Tetapi waktu terjadinya efeknya berbeda. Sementara Afrika menunjukkan dampak terkuat pada awal kehamilan, di India efeknya terutama muncul selama trimester kedua.
Namun, pola tersebut tampak lebih kompleks di negara tersebut, karena para peneliti mengatakan paparan panas selama kehamilan juga dapat memengaruhi pola aborsi selektif jenis kelamin yang secara historis terkait dengan preferensi anak laki-laki.
"Model regresi kami disesuaikan dengan musim dan memperhitungkan perbedaan antar wilayah geografis,” kata Dr. Jasmin Abdel Ghany, peneliti di Universitas Oxford dan salah satu penulis studi tersebut.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kenaikan suhu dapat membentuk kesehatan reproduksi. Namun, para peneliti mengatakan perubahan iklim mungkin tidak akan secara dramatis mengubah rasio jenis kelamin di India atau Afrika, setidaknya dalam waktu dekat. Hal ini karena penelitian tersebut menemukan efek ambang batas.
"Suhu di atas 20°C sudah mengurangi kelahiran laki-laki, dan di atas ambang batas ini kami tidak menemukan gradien dengan peningkatan intensitas panas,” kata Dr. Abdel Ghany.
Dengan kata lain, begitu suhu melebihi level ini, peningkatan lebih lanjut tampaknya tidak menghasilkan efek yang lebih kuat pada rasio jenis kelamin.
Perubahan iklim diperkirakan akan membawa lebih banyak hari yang sangat panas di atas 30°C atau bahkan 35°C, yang dapat meningkatkan stres panas selama kehamilan.
Hal itu dapat memiliki konsekuensi yang lebih luas bagi kesehatan ibu, kelangsungan hidup janin, dan hasil kehamilan, terutama di daerah-daerah di mana akses perawatan kesehatan dan kondisi sosial sudah menempatkan perempuan pada risiko yang lebih besar.
Meskipun dampak keseluruhan pada rasio jenis kelamin populasi mungkin tetap moderat, temuan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan suhu bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan kehamilan dan keputusan reproduksi, terutama di negara-negara seperti India di mana faktor sosial sudah membentuk hasil kelahiran.
Viral Cek Jenis Kelamin Bayi dengan Baking Soda:Simak Faktanya Menurut Dokter/ Foto: HaiBunda/Dwi Rachmi |
Bagaimana jenis kelamin bayi ditentukan?
Secara biologis, jenis kelamin bayi ditentukan sejak proses pembuahan. Seperti diketahui, sperma dari ayah membawa kromosom X atau Y, sedangkan sel telur dari ibu hanya membawa kromosom X.
Kombinasi keduanya bisa memunculkan
- XX menjadi bayi perempuan.
- XY berarti bayi laki-laki.
Dari sini terlihat bahwa penentu utama jenis kelamin bayi adalah sperma. Bukan faktor luar seperti cuaca saat kehamilan.
Dr. Abdel Ghany menjelaskan bahwa jenis kelamin bayi ditentukan pada saat pembuahan dan tidak dapat diubah oleh suhu di kemudian hari.
“Kromosom ditentukan pada saat pembuahan sel telur,” katanya. Namun, kondisi lingkungan selama kehamilan dapat memengaruhi kelangsungan hidup janin.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Beragam Mitos Kehamilan Populer & Masih Dipercaya Banyak Bumil di Dunia, Simak Faktanya
Kehamilan
Hamil Bayi Laki-laki atau Perempuan ya? Ketahui Pasti dengan 4 Tes Medis Ini Bun
Kehamilan
7 Cara Mengatasi Kekecewaan Saat Jenis Kelamin Calon Bayi Tak Sesuai Harapan
Kehamilan
Benarkah Kalender Kehamilan Cina Akurat untuk Tebak Gender?
Kehamilan
Meghan Markle Hamil Anak Kedua, Terungkap Jenis Kelaminnya
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kehamilan Terbaru Gracia Indri, Ajak Netizen Tebak Gender Babynya
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Viral Cek Jenis Kelamin Bayi dengan Baking Soda:Simak Faktanya Menurut Dokter/ Foto: HaiBunda/Dwi Rachmi
Posisi Janin Sebelah Kanan Laki-laki, Sebelah Kiri Perempuan: Mitos atau Fakta?
Kisah Nyata USG Laki-Laki Lahir Perempuan, Momen Mengejutkan di Ruang Bersalin
Ilmuwan Gunakan AI untuk Memprediksi Jenis Kelamin Bayi Sejak 3 Hari Kehamilan