Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Studi Ungkap Sel Telur Manusia Bisa Diremajakan, Harapan Baru untuk Tingkatkan Peluang Hamil

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 07 Apr 2026 20:10 WIB

Ilustrasi sperma dan sel telur atau ovum
Studi Ungkap Sel Telur Manusia Bisa Diremajakan, Harapan Baru untuk Tingkatkan Peluang Hamil/Foto: Getty Images/iStockphoto/niphon
Daftar Isi
Jakarta -

Kabar baik datang dari dunia medis! Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa sel telur manusia ternyata bisa diremajakan. Penemuan ini menjadi harapan baru, terutama bagi Bunda yang sedang menjalani program hamil atau khawatir dengan faktor usia.

Selama ini, salah satu penyebab utama sulit hamil adalah menurunnya kualitas sel telur seiring bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena sel telur yang menua lebih rentan mengalami kesalahan kromosom, yang bisa menyebabkan kegagalan pembuahan, embrio tidak berkembang, hingga keguguran. 

Studi terbaru: Sel telur bisa 'diremajakan'

Penelitian yang dikutip dari The Guardian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Max Planck Institute dan perusahaan bioteknologi Ovo Labs. Mereka menemukan cara untuk memperbaiki kualitas sel telur dengan menambahkan protein penting bernama Shugoshin. 

Protein ini berperan menjaga kromosom tetap stabil saat pembelahan sel. Seiring bertambahnya usia, kadar protein ini menurun, sehingga kromosom lebih mudah “terlepas” dan menyebabkan kelainan genetik.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menyuntikkan protein ini ke dalam sel telur. Hasilnya cukup menjanjikan, Bunda. Sel telur dengan kelainan kromosom turun dari sekitar 53 persen menjadi 29 persen. Artinya, kualitas sel telur meningkat secara signifikan.

Bahkan, dalam beberapa laporan lain, jumlah sel telur dengan kelainan genetik bisa berkurang hampir setengahnya setelah perlakuan ini. 

Kenapa ini penting untuk peluang hamil?

Kualitas sel telur adalah faktor utama dalam keberhasilan program bayi tabung (IVF). Semakin baik kualitasnya, semakin besar peluang embrio berkembang dengan sehat.

Dengan teknologi ini, para ahli berharap:

  • Peluang hamil meningkat, terutama pada usia 35 tahun ke atas
  • Jumlah percobaan IVF bisa berkurang
  • Risiko keguguran akibat kelainan kromosom menurun

Bahkan, peneliti menyebut metode ini berpotensi menjadi salah satu terobosan terbesar dalam meningkatkan keberhasilan IVF dalam satu dekade terakhir. 

Meski hasilnya menjanjikan, penting untuk diketahui bahwa teknik ini masih dalam tahap awal. Penelitian ini masih berupa studi laboratorium (preclinical), belum melalui uji klinis besar, dan masih perlu pembuktian keamanan dan efektivitas jangka panjang.

Para ahli juga menegaskan bahwa metode ini tidak bisa memperpanjang kesuburan hingga melewati menopause, melainkan hanya meningkatkan kualitas sel telur yang masih ada. 

Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa proses penuaan pada sel telur mungkin tidak sepenuhnya permanen, Bunda.

Penelitian ini berfokus pada mitokondria, yaitu bagian penting dalam sel yang berfungsi sebagai penghasil energi. Seiring waktu, fungsi mitokondria dalam sel telur bisa menurun, sehingga memengaruhi kualitasnya. Nah, para ilmuwan menemukan bahwa dengan memperbaiki fungsi mitokondria, sel telur bisa kembali bekerja lebih optimal—seolah “diremajakan”.

Pendekatan ini juga sejalan dengan pengembangan teknologi dalam dunia fertilitas, seperti mitochondrial replacement therapy (MRT), yaitu metode yang bertujuan memperbaiki atau mengganti mitokondria yang rusak agar kualitas sel telur meningkat. Dalam beberapa studi laboratorium, teknik ini menunjukkan potensi dalam menghasilkan embrio dengan kualitas lebih baik.

Temuan ini tentu menjadi sangat penting, karena selama ini banyak metode kesuburan lebih fokus pada meningkatkan jumlah sel telur, bukan kualitasnya. Padahal, kualitas sel telur sangat menentukan keberhasilan pembuahan dan perkembangan embrio.

Dengan adanya potensi peremajaan sel telur ini, peluang kehamilan bisa meningkat, terutama bagi Bunda yang:

  • Berada di usia 30-an akhir hingga 40-an
  • Mengalami kualitas sel telur yang menurun
  • Pernah mengalami kegagalan program bayi tabung (IVF)
  • Mengalami infertilitas tanpa penyebab yang jelas

Tips jaga kesehatan reproduksi

Bunda, meskipun teknologi peremajaan sel telur terdengar menjanjikan, menjaga kesehatan reproduksi sejak dini tetap jadi kunci utama untuk meningkatkan peluang hamil.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Bunda lakukan untuk membantu menjaga kualitas sel telur secara alami:

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Perbanyak asupan makanan tinggi antioksidan seperti sayur hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Nutrisi ini membantu melindungi sel telur dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti jalan kaki atau yoga, dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan meningkatkan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

3. Kelola stres dengan baik

Stres berlebih bisa memengaruhi hormon yang berperan dalam ovulasi. Bunda bisa mencoba relaksasi, meditasi, atau melakukan hobi yang disukai.

4. Jaga berat badan ideal

Berat badan yang terlalu rendah atau berlebih dapat mengganggu keseimbangan hormon dan siklus menstruasi.

5. Hindari rokok dan alkohol

Paparan zat berbahaya dapat mempercepat penurunan kualitas sel telur dan mengganggu kesuburan.

6. Cukupi waktu tidur

Tidur yang cukup membantu tubuh memperbaiki sel dan menjaga kestabilan hormon.

7. Rutin periksa ke dokter

Jika Bunda sedang menjalani program hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan menjaga pola hidup sehat, Bunda tidak hanya meningkatkan peluang hamil, tetapi juga mempersiapkan tubuh untuk kehamilan yang lebih sehat ke depannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 



(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda