Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Alami Gejala Kehamilan Unik, Payudara Bunda Ini Malah Mengecil

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Senin, 13 Apr 2026 10:30 WIB

Young Asian woman standing in front of bathroom mirror while doing breast self-examination. Copy space.
Alami Gejala Kehamilan Unik, Payudara Bunda Ini Malah Mengecil/Foto: Getty Images/Drazen Zigic
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan identik dengan berbagai perubahan tubuh, mulai dari perut yang membesar hingga payudara yang biasanya ikut membesar sebagai persiapan menyusui. Namun, kisah satu bunda ini justru berbeda. Ia mengalami gejala yang tak biasa: ukuran payudaranya malah mengecil.

Seorang ibu bernama Gemma Fish awalnya mengira perubahan tersebut adalah hal normal selama kehamilan. Tapi siapa sangka, di balik gejala “tidak biasa” itu, tersembunyi kondisi medis serius. Berikut kisahnya dikutip dari People.

Payudara mengecil saat hamil, awalnya dianggap wajar

Saat mengandung, Gemma menyadari salah satu payudaranya mulai menyusut secara signifikan bahkan hingga tiga ukuran cup lebih kecil dibanding sebelumnya. Namun, ia tidak terlalu khawatir. Baginya, perubahan tubuh saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Ia pun menganggap kondisi tersebut hanyalah bagian dari proses alami kehamilan. 

Padahal, secara medis, perubahan payudara saat hamil justru biasanya berupa pembesaran, bukan pengecilan. Hal ini terjadi karena hormon seperti estrogen dan progesteron mempersiapkan tubuh untuk menyusui. 

"Jelas, selama kehamilan, tubuh Anda berubah di setiap bagiannya. Saat hal-hal lain mulai stabil, salah satu payudara saya masih cukup besar, dan yang lainnya menyusut," jelas wanita asal Manchester, Inggris ini 

Meskipun demikian, ia terus mengabaikan perubahan tersebut dan menganggapnya sebagai akibat dari kehamilan hingga pada Januari 2023, 14 bulan setelah gejala pertamanya muncul, ia menyadari putingnya terbalik. Puting payudaranya masuk ke dalam (inverted nipple).

"Saya masih menundanya sedikit lebih lama, tetapi kemudian memeriksakannya pada Februari 2023. Saya tidak akan pergi jika saya tidak menyadari bahwa puting saya terbalik. Saya masih menganggapnya sebagai perubahan yang terjadi selama kehamilan," kata Gemma. 

Barulah saat itu ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lanjutan seperti mammogram, USG, dan biopsi pun dilakukan. Hasilnya cukup mengejutkan ia didiagnosis kanker payudara stadium awal. 

"Begitu saya pergi ke dokter dan menjelaskan semuanya, saya bisa tahu dari raut wajahnya bahwa itu serius. Rasanya benar-benar tidak nyata. Saya berpikir, 'Bagaimana saya akan menghadapi ini?' Saya berpikir, 'Saya seorang ibu tunggal, saya tidak mampu menangani logistik kesehatan saya. Pada saat itu, saya tidak berpikir 'Saya akan mati karena ini,' saya hanya berpikir, 'Ini adalah sesuatu yang harus kita hadapi dan obati,'" kenangnya.

Dari stadium awal hingga lanjut

Meski awalnya terdeteksi di stadium 1, perjalanan penyakitnya tidak mudah. Setelah menjalani operasi, kemoterapi, dan radioterapi, kanker tersebut ternyata menyebar ke organ lain, sehingga dikategorikan sebagai stadium lanjut.

Pada Maret 2023, Fish menjalani mastektomi tunggal pada payudara kanannya. Bulan berikutnya, ia memulai perawatan kemoterapi, yang berlanjut hingga Agustus 2023. Sesi radioterapinya dimulai pada Oktober 2023. Namun, ketika Fish menjalani pengangkatan ovarium pada Januari 2024, dokter memastikan bahwa ia mengidap kanker payudara stadium 4.

"Saya diklasifikasikan sebagai penderita kanker payudara stadium empat, tetapi saya akan selalu menganggapnya sebagai kemenangan karena ditemukan di laboratorium setelah ovarium saya diangkat," kata Gemma.

Fish juga menjalani mastektomi pada payudara kirinya pada Maret 2025. Ia belum menjalani operasi rekonstruksi dan mengatakan bahwa itu adalah "penyesuaian yang sangat besar. Kanker yang diderita Fish kini tidak lagi dapat disembuhkan hanya dapat diobati. Ia berharap dapat berupaya menjaga semuanya tetap stabil, tetapi diagnosis tersebut sulit pada awalnya untuk diterima, terutama sebagai ibu tunggal bagi Rosie. Putrinya kini berusia 4 tahun.

"Hidup dengan kanker stadium 4 sekarang benar-benar berbeda dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Ini bukan lagi vonis mati, bisa dibilang, banyak wanita yang hidup lama dengan berbagai macam pengobatan. Ada banyak keputusan dan hal-hal yang harus saya persiapkan untuk masa depannya, jika saya tidak ada di sini, tetapi semua itu sudah selesai. Sekarang kami hidup sebahagia mungkin dan menikmati sebanyak mungkin hal," tuturnya.

Kenapa perubahan payudara bisa jadi tanda bahaya?

Selama kehamilan, perubahan payudara memang umum terjadi. Namun, tidak semua perubahan bisa dianggap normal. Menurut studi dari National Cancer Institute, perubahan hormon saat hamil justru bisa membuat deteksi kanker payudara menjadi lebih sulit karena jaringan payudara menjadi lebih padat. 

Selain itu, perubahan bentuk atau ukuran yang tidak biasa terutama hanya pada satu sisi bisa menjadi tanda adanya masalah, termasuk:

  • Infeksi atau peradangan
  • Gangguan jaringan payudara
  • Hingga kemungkinan kanker (meski jarang)

Gemma menganjurkan orang lain untuk memeriksakan diri jika mereka menemukan perubahan apa pun pada payudara mereka. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Dia melanjutkan, jangan abaikan saja, karena jika saya datang lebih awal dan tidak mengabaikannya serta tidak berpura-pura tidak tahu, masalah itu pasti sudah terdeteksi jauh lebih cepat. Kisah ini menjadi pengingat bahwa gejala yang terlihat “sepele” atau dianggap normal saat hamil, bisa saja menyimpan risiko serius jika diabaikan.


Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda