Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

15 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Hamil Muda atau Trimester Pertama

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 06 Apr 2026 08:10 WIB

Young girl on dieting for good health concept. Close up female using hand reject junk food by pushing out her favorite fried chicken and choosing red apple and salad for good health.
15 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Hamil Muda atau Trimester Pertama/Foto: Getty Images/Kiwis
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagian besar makanan sebenarnya aman dikonsumsi saat hamil. Namun, ada juga beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat hamil muda atau trimester pertama.

Memilih makanan ketika hamil memang penting dilakukan, Bunda. Sebab, makanan dapat memengaruhi kesehatan seseorang termasuk ibu hamil. Jadi, penting memahami apa yang memang boleh dimakan dan sebaiknya dihindari terlebih dahulu saat hamil.

Ya, setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Apalagi, ketika kehamilan yang ditunggu-tunggu tiba tentunya orang tua paling bersemangat menjaga apa pun yang dikonsumsinya demi kesehatan calon anak.

Makanan yang harus dihindari saat kehamilan

Saat hamil, nafsu makan di awal-awal kehamilan mungkin terganggu. Tak sedikit dari para ibu yang kemudian mengikuti keinginannya untuk mengonsumsi berbagai makanan tanpa memperhatikan apakah makanan tersebut aman untuk kesehatan bayi.

Memang, makan enak tidaklah salah ya, Bunda. Tetapi, sangatlah penting untuk makan enak selama kehamilan guna menyehatkan diri sendiri serta calon anak yang belum dilahirkan. Bahkan, makanan favorit yang mungkin berpotensi tidak sehat untuk kehamilan pun perlu dihindari.

Berikut ini 15 makanan yang perlu dihindari saat hamil muda atau trimester pertama:

1. Ikan setengah matang atau mentah

Ikan mentah terutama kerang memiliki risiko bakteri atau parasit seperti norovirus, vibrio, salmonella, dan Listeria. Selain itu, ikan mentah dapat terinfeksi selama penanganan, penyimpanan, dan pengolahan.

Jenis infeksi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi dan jika Bunda hamil, beberapa di antaranya dapat melewati plasenta ke bayi, bahkan jika Bunda tidak memiliki gejala apa pun. Menurut FDA, penyakit bawaan makanan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya.

2. Daging yang kurang matang atau mentah

Makan daging yang kurang matang atau mentah juga dapat meningkatkan risiko infeksi dari bakteri atau parasit, termasuk Toksoplasma, E.coli, Listeria, dan Salmonella. Bakteri tersebut tentunya dapat mengancam kesehatan Si Kecil dan kesehatan anak.

3. Daging olahan

Daging olahan bisa terkontaminasi dengan berbagai bakteri selama pemrosesan atau penyimpanan. Dan, daging yang diawetkan, yang tidak dimasak, mungkin juga memiliki bakteri atau parasit. Selain itu, daging olahan dapat mengandung natrium dan lemak tidak sehat tingkat tinggi.

4. Telur mentah

Telur mentah dapat mengandung bakteri Salmonella. Gejala infeksi Salmonella meliputi, demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Selain itu, makan telur mentah juga dapat menyebabkan kram di rahim di mana berpotensi menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati.

5. Kecambah mentah

Kecambah mentah perlu dihindari saat hamil meskipun kecambah aman dikonsumsi saat dimasak, menurut FDA. Namun, lingkungan lembab di mana benih perlu mulai tumbuh sangat ideal untuk pertumbuhan Salmonella, dan hampir tidak mungkin untuk dicuci. Inilah mengapa penting menghindari mengonsumsinya.

6. Buah dan sayuran yang tidak dicuci

Permukaan buah dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas mungkin terkontaminasi bakteri dan parasit seperti Toksoplasma, E.coli, Salmonella, dan Listeria. Guna meminimalkan risiko infeksi, cuci semua buah dan sayuran secara menyeluruh dengan air bersih serta kupas atau masak sebelum dimakan.

7. Produk susu yang tidak dipasteurisasi

Susu mentah dan produk susu lain yang tidak dipasteurisasi dapat berisi bakteri berbahaya, termasuk Listeria, Salmonella, E.coli, dan Campylobacter. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai infeksi yang biasa disebut keracunan makanan.

8. Makanan olahan

Makanan olahan cenderung rendah nutrisi dan tinggi kalori, gula, lemak tambahan, dan dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan. Selama kehamilan, bumil membutuhkan asupan nutrisi yang baik seperti protein, folat, kolin, dan zat besi. Sehingga, fokuslah memenuhi makanan yang bergizi seimbang seperti protein, sayuran, dan buah-buahan, lemak sehat, serta karbohidrat.

9. Kafein

Penelitian telah mengaitkan asupan kafein yang tinggi dengan risiko kehilangan kehamilan, lahir mati, berat badan kecil saat lahir, dan berbagai masalah perkembangan. Kafein nantinya akan diserap dengan sangat cepat dan mudah masuk plasenta. ACOG merekomendasikan untuk membatasi asupan kafein kurang dari 200 miligram per hari selama kehamilan.

10. Air minum yang terkontaminasi

Minum air yang banyak selama kehamilan sangat penting untuk menghindari dehidrasi. Namun, air minum yang terkontaminasi atau tercemar dapat membahayakan ibu hamil dan bayi yang belum lahir seperti dikutip dari laman Healthline.

11. Teh herbal

Tidak banyak yang diketahui tentang efek herbal tertentu pada janin. Meski demikian, tidak disarankan minum teh herbal kecuali jenis teh herbal tersebut dibuat untuk kehamilan.

12. Alkohol

Tidak ada jumlah alkohol yang terbukti aman selama kehamilan. Minum alkohol saat hamil dapat menyebabkan risiko keguguran dan lahir mati yang tinggi seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

13. Makanan laut yang tinggi merkuri

Makanan laut bisa menjadi sumber protein yang baik. Dan, asam lemak omega-3 dalam banyak ikan dapat membantu perkembangan otak dan bayi. Tetapi, beberapa ikan dan kerang memiliki kadar merkuri yang bisa berbahaya. Terlalu banyak merkuri diketahui dapat merusak sistem saraf bayi yang sedang tumbuh. 

14. Jamur enoki

Ada kemungkinan jamur enoki mengandung bakteri Listeria. Hal ini diketahui dapat menyebabkan infeksi yang disebut listeriosis. Infeksi ini dapat menyebabkan keguguran atau lahir mati, atau membuat bayi yang baru lahir sangat tidak sehat seperti dikutip dari laman Nhs.

15. Beberapa jus buah dan smoothie

Jus buah mungkin bermanfaat selama kehamilan tetapi Bunda dapat memilih dengan aman jus pasteurisasi tanpa tambahan gula. Smoothie juga mungkin mengandung jus yang tidak dipasteurisasi sehingga Bunda bisa menanyakan terlebih dahulu ke petugasnya sebelum membelinya.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda