kehamilan
Dari Keguguran ke Keajaiban: Bunda Ini Hamil Kembar 4 Berisiko dan Berhasil Melahirkan dengan Selamat
HaiBunda
Sabtu, 11 Apr 2026 08:30 WIB
Daftar Isi
Perjalanan menjadi seorang ibu memang tak selalu mulus. Ada air mata, ada kehilangan, dan ada harapan yang terus diperjuangkan. Kisah satu Bunda ini menjadi bukti nyata bahwa setelah badai, selalu ada pelangi yang menunggu.
Bagi Megan Black, perjalanan menuju kehamilan bukanlah hal yang mudah. Ia dan suaminya harus menghadapi kenyataan pahit berupa keguguran-sebuah pengalaman yang sangat menguras emosi dan mental. Namun, di balik kehilangan itu, harapan tidak pernah benar-benar padam.
Dari kehilangan menuju harapan baru
Setelah mengalami keguguran, Megan kembali mencoba untuk hamil. Saat akhirnya mendapatkan kabar positif, perasaan bahagia bercampur cemas tentu tak terhindarkan-hal yang juga dirasakan banyak Bunda setelah kehilangan kehamilan sebelumnya. "Kami hampir putus asa untuk menambah anggota keluarga lagi," kata Black (40), dikutip dari People.
Dalam dunia medis, bayi yang lahir setelah keguguran sering disebut sebagai rainbow baby, simbol harapan setelah masa sulit. Fenomena ini bukan sekadar istilah, tapi juga menggambarkan perjalanan emosional orang tua yang luar biasa . Namun, kejutan besar justru datang saat pemeriksaan USG. Saat melakukan USG, Megan dan suaminya awalnya hanya berharap satu bayi. Tapi hasilnya benar-benar di luar dugaan, bukan satu, melainkan empat bayi sekaligus!
"Kami tidak berpikir itu mungkin. Mencoba memiliki satu bayi saja sudah cukup sulit... Bagaimana mungkin ada empat?" katanya.
Kehamilan kembar empat atau quadruplets sendiri tergolong sangat langka. Bahkan, kasusnya jauh lebih jarang dibandingkan kembar dua atau tiga, dan sering kali berisiko tinggi bagi ibu maupun bayi.
Tak hanya itu, Megan juga harus menjalani pemantauan ketat dan kemungkinan perawatan intensif selama masa kehamilan. Ia mengalami persalinan prematur dan membutuhkan pengawasan selama sisa kehamilannya yang berisiko tinggi. Setelah kelahiran bayi-bayi prematur tersebut, Megan sedang memulihkan diri dari operasi caesar dan bolak-balik ke NICU setiap hari.
"Sulit rasanya tidak bisa menggendong bayi kapan pun Anda mau atau menjalani kehidupan normal dengan memeluk bayi baru lahir," kata Black.
Kehamilan berisiko tinggi, penuh tantangan
Kabar bahagia itu juga dibarengi dengan kekhawatiran besar. Dokter menyampaikan bahwa ada sekitar 40% kemungkinan tidak semua bayi bisa bertahan selama kehamilan atau setelah lahir.
Kehamilan kembar empat (quadruplets) bukan hanya langka, tapi juga termasuk dalam kategori high-risk pregnancy atau kehamilan berisiko tinggi. Hal ini didukung oleh berbagai penelitian medis.
1. Risiko kehilangan kehamilan lebih tinggi
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis (IntechOpen), kehamilan kembar empat memiliki sekitar 25% risiko kehilangan spontan (miscarriage). Risiko ini jauh lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal atau kembar dua.
Bahkan, studi lain menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah janin, maka risiko kehilangan kehamilan juga ikut meningkat secara signifikan. Artinya, kondisi yang dialami Bunda dalam kisah ini yang sempat mengalami keguguran lalu hamil kembar empat memang termasuk perjalanan yang sangat menantang secara medis.
2. Mayoritas bayi lahir prematur
Penelitian menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen kehamilan kembar empat berakhir dengan kelahiran prematur, dengan rata-rata usia kehamilan sekitar 29-31 minggu.
Prematuritas ini berkaitan dengan berbagai risiko, seperti:
- Berat badan lahir rendah
- Gangguan pernapasan
- Perlu perawatan intensif (NICU)
3. Risiko komplikasi ibu dan janin
Studi lain menyebutkan bahwa kehamilan kembar empat masuk dalam kelompok dengan tingkat komplikasi tertinggi, seperti:
- Kelahiran prematur
- Tekanan darah tinggi (preeklamsia)
- Anemia pada ibu
- Gangguan pertumbuhan janin
4. Tingginya angka persalinan dini
Dalam studi besar terkait kehamilan multiple, rata-rata usia persalinan untuk kembar empat hanya sekitar 29 minggu, jauh dari kehamilan normal (37-40 minggu). Ini menjelaskan kenapa kehamilan seperti ini harus dipantau sangat ketat oleh dokter spesialis.
5. Risiko adverse outcome lebih besar
Penelitian kohort nasional di Denmark menemukan bahwa kehamilan kembar empat memiliki risiko komplikasi hingga 66,7% jika tidak ada intervensi medis tertentu. Meski dengan penanganan medis, risikonya tetap lebih tinggi dibandingkan kehamilan kembar dua.
Perjuangan yang berbuah manis
Meski penuh risiko dan ketidakpastian, Megan memilih untuk terus berjuang. Hari demi hari dilewati dengan harapan dan doa. Hingga akhirnya, momen yang ditunggu-tunggu tiba-ia berhasil melahirkan keempat bayinya dengan selamat.
Kini, keempat bayi tersebut tumbuh dengan baik dan disebut dalam kondisi thriving atau berkembang sehat . Yang lebih mengharukan, Megan menyebut bahwa kini keluarganya dipenuhi oleh rainbow babies yaitu anak-anak yang hadir setelah kehilangan, membawa kebahagiaan yang luar biasa.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kisah Bunda Hamil Anak Kembar setelah 8 Kali Keguguran dan Putuskan Berhenti Diet Vegan
Kehamilan
Mengenal Rainbow dan Sunshine Baby, Si Kecil Pembawa Harapan Pasca Keguguran
Kehamilan
Mengenal Vanishing Twin Syndrome, Janin Kembar Menghilang saat Kehamilan
Kehamilan
Makna Indah di Balik Hadirnya Rainbow Baby yang Bikin Bunda dan Ayah Emosional
Kehamilan
5 Ciri Kehamilan Kembar yang Paling Mudah Dikenali
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Seleb yang Pernah Alami Keguguran saat Hamil Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Artis Ini Ceritakan Pengalaman Hamil Kembar 7 dan Harus Relakan 1 Meninggal di Kandungan
Kisah Bunda Alami Preeklamsia Pasca Persalinan, Berawal dari Sering Lelah saat Hamil
Langka! Bunda Ini Melahirkan Dua Bayi Berjarak 18 Hari dengan Metode Persalinan Berbeda