Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Deretan Gejala Kehamilan Ini Bisa Memengaruhi Penampilan Bunda, Simak Cara Mengatasinya

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 04 Apr 2026 15:30 WIB

Pregnant woman standing in front of mirror in living room
Deretan Gejala Kehamilan Ini Bisa Memengaruhi Penampilan Bunda, Simak Cara Mengatasinya/Foto: Getty Images/Satoshi-K
Daftar Isi
Jakarta -

Gejala kehamilan tak hanya morning sickness. Ada beberapa gejala kehamilan yang bisa mempengaruhi penampilan Bunda. Yuk, simak cara mengatasinya, Bunda.

Kehamilan tentu menjadi momen spesial yang membahagiakan. Tapi, di balik kebahagiaan itu, Bunda mengalami beberapa perubahan di tubuh yang mungkin bikin Bunda kaget saat bercermin.

Penampilan berubah saat hamil, kenapa?

Kehamilan membawa banyak perubahan fisik. Beberapa menakjubkan, namun beberapa membuat Bunda merasa tidak nyaman. Melansir NewyorkFamily, seiring dengan perut yang membesar, banyak ibu hamil memperhatikan perubahan mendadak pada kulit, rambut, dan rutinitas kecantikan secara keseluruhan.

Hormon berperan besar. Peningkatan estrogen dan progesteron dapat memicu berbagai masalah, mulai dari jerawat hingga hiperpigmentasi.

Tetapi saat hamil, tantangan dapat diperparah oleh kehidupan sehari-hari di kota. Misalnya saja perubahan cuaca yang ekstrem, kuman di transportasi umum, polusi, dan stres sehari-hari.

Kabar baiknya? Sebagian besar masalah kecantikan selama kehamilan bersifat sementara, dan ada cara untuk mengatasinya sambil melindungi Bunda dan bayi. 

Gejala kehamilan yang memengaruhi penampilan dan cara mengatasinya

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal dermatologi menyebutkan bahwa lebih dari 90% ibu hamil mengalami perubahan pada kulit selama kehamilan. Berbagai perubahan kulit tersebut dapat berupa perubahan fisiologis (hormonal), perubahan pada penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya, atau perkembangan dermatosis baru yang spesifik untuk kehamilan. 

Semua dermatosis ini dapat dikaitkan dengan perubahan hormonal, vaskular, metabolik, dan imunologis yang mendalam yang terjadi selama kehamilan.

Berikut beberapa gejala kehamilan yang mempengaruhi penampilan ibu hamil:

1. Jerawat selama kehamilan

Hormon kehamilan dapat meningkatkan produksi minyak, yang sering menyebabkan pori-pori tersumbat dan jerawat yang tidak terduga. Bahkan untuk perempuan yang selalu memiliki kulit bersih. Kelembapan di musim panas dan lapisan perawatan kulit yang tebal di musim dingin dapat memperburuk masalah ini.

Cara mengatasinya:

Beberapa obat jerawat umum tidak dianggap aman selama kehamilan, termasuk retinoid (retinol, tretinoin, adapalene), obat isotretinoin, perawatan asam salisilat dosis tinggi, dan obat jerawat oral tertentu.

Untuk pendekatan yang lebih aman, dokter kulit sering merekomendasikan untuk fokus pada menjaga kebiasaan perawatan kulit yang lembut seperti menggunakan pembersih ringan tanpa pewangi.

Jangan lupa untuk mencuci muka setelah perjalanan panjang menggunakan transportasi umum, sering mengganti sarung bantal, dan mencari bahan perawatan kulit yang aman untuk kehamilan seperti asam azelaik atau perawatan topikal dosis rendah yang direkomendasikan dokter.

Di lingkungan perkotaan yang penuh polusi dan keringat, konsistensi dan pembersihan yang lembut dapat membuat perbedaan besar.

2. Topeng kehamilan

Melasma yang sering disebut topeng kehamilan muncul sebagai bercak gelap di pipi, dahi, atau bibir atas. Perubahan hormonal memicu peningkatan produksi melanin, tetapi paparan sinar matahari adalah pemicu terbesar.

Saat hamil, hal itu bisa menjadi rumit. Lingkungan perkotaan memaparkan kulit pada radiasi UV dan polusi udara, tetapi juga, banyak perempuan tidak tahu bahwa panas yang dipantulkan dari bangunan dan trotoar dapat memperburuk pigmentasi!

Cara mencegah dan mengatasi: 

Bunda dapat menggunakan tabir surya mineral spektrum luas (seng oksida atau titanium dioksida) setiap hari, terlepas dari cuaca, mengenakan topi atau kacamata hitam saat berjalan di luar ruangan, dan hindari hidrokuinon dan bahan pemutih kuat selama kehamilan kecuali jika diresepkan.

Sebagian besar melasma memudar secara alami setelah kehamilan, meskipun membutuhkan waktu.

3. Kulit kering dan sensitif akibat perubahan cuaca

Pada ibu hamil, fluktuasi hormon dapat melemahkan lapisan pelindung kulit, sehingga lebih sulit untuk mempertahankan kelembapan. Itulah mengapa banyak ibu hamil tiba-tiba mengalami ruam, kulit mengelupas, kemerahan, atau iritasi dari produk yang telah mereka gunakan selama bertahun-tahun.

Kehamilan dapat membuat kulit lebih reaktif terhadap eksfolian kimia yang kuat, asam glikolat atau salisilat dengan persentase tinggi, atau wewangian sintetis.

Cara mengatasi:

Untuk itu, dokter kulit sering menyarankan untuk fokus pada hidrasi dan perlindungan dengan menggunakan pelembap sederhana tanpa wewangian.

Batasi eksfoliasi, dan menghindari mandi dengan air yang terlalu panas. Jangan lupa menggunakan pelembap selama bulan-bulan musim dingin yang kering.

4. Stretch mark dan perubahan kulit tubuh

Stretch mark adalah salah satu masalah kecantikan kehamilan yang paling umum, terutama karena tubuh tumbuh pesat selama trimester kedua dan ketiga. Genetika berperan utama, tetapi menjaga kelembapan kulit dapat membantu meningkatkan elastisitas dan kenyamanan.

Beberapa perawatan stretch mark biasanya mengandung bahan-bahan yang dilarang dokter selama kehamilan, seperti retinoid, pengelupasan kimia berkekuatan tinggi, dan minyak esensial tertentu. 

Cara mengatasi:

Untuk pendekatan yang lebih aman, fokuslah pada kesehatan kulit daripada solusi ajaib. Usahakan menjaga kelembapan kulit, minum banyak air, dan kenakan pakaian berbahan kain yang menyerap keringat selama musim panas yang lembap.

Semakin sering Bunda menggaruk, semakin rentan Bunda terhadap stretch mark atau kulit mengelupas.

5. Rambut rontok atau justru lebih tebal 

Perubahan hormon juga bisa memengaruhi siklus rambut. Ada Bunda yang merasa rambutnya lebih tebal, tapi ada juga yang mengalami kerontokan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perubahan ini normal terjadi karena siklus pertumbuhan rambut berubah selama kehamilan.

Cara mengatasinya:

Bunda dapat mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan sampo berbahan lembut, serta menghindari styling yang berlebihan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda