Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Tips Aman Mudik Ibu Hamil, Penting Ketahui Usia Kandungan hingga Tanda Bahaya di Perjalanan

dr. Adi Widodo, SpOG, Subsp. Obginsos   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Mar 2026 09:55 WIB

Dokter Sisipan
dr. Adi Widodo, SpOG, Subsp. Obginsos
Melayani konsultasi kehamilan & promil, persalinan normal/caesar, KB, dan kesehatan reproduksi wanita. Praktik di Brawijaya Hospital Duren Tiga: Senin, Rabu, Jumat (19.00–21.00), Selasa (09.00–12.00).
Tips mudik ibu hamil
Tips mudik ibu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Saito Fam
Daftar Isi
Jakarta -

Mudik ibu hamil perlu dipersiapkan dengan matang agar tak mengganggu Kesehatan selama di perjalanan. Menjaga Kesehatan ibu dan bayi di kandungan adalah prioritas utama, agar tetap fit selama Hari Raya Idul Fitri berlangsung.

Seperti yang kita tahu, ibu hamil memiliki beragam syarat dan ketentuan untuk dipenuhi sebelum bepergian. Hal-hal tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan ibu dan bayi hingga ke tempat tujuan.

Bagi ibu hamil yang berencana mudik, simak beberapa hal yang penting untuk diketahui, mulai dari batas aman usia kandungan, hingga hal-hal yang harus diwaspadai. Dengan begitu, mudik menjadi lebih menyenangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pentingnya memperhatikan usia dan kondisi kandungan sebelum mudik

Sebelum memutuskan untuk bepergian jauh, ibu hamil perlu mengetahui batasan yang aman untuk melanjutkan perjalanan, salah satunya memastikan batas usia kehamilan. Mengetahui usia kehamilan yang relatif aman, dapat meminimalisir berbagai risiko terjadi di perjalanan.

Idealnya, perjalanan jauh saat hamil dilakukan saat kandungan berusia 16-32 minggu untuk kehamilan pertama, dan 16-28 minggu untuk kehamilan kedua. Pada rentang usia tersebut, kondisi kehamilan biasanya lebih stabil sehingga risiko di perjalanan jauh lebih kecil.

Ibu hamil dengan usia kandungan di atas 32 minggu, terutama lebih dari 35 minggu, umumnya tidak dianjurkan melakukan perjalanan jauh seperti mudik. Pada usia kehamilan tersebut, ukuran janin sudah cukup besar sehingga dapat mengurangi kenyamanan ibu selama perjalanan.

Sementara itu, kehamilan yang di atas 35 minggu tidak dianjurkan untuk bepergian jauh karena lebih rentan dan berisiko. Pada fase ini, ibu hamil yang terlalu banyak bergerak akan lebih sering mengalami kontraksi palsu dan berisiko terjadinya persalinan.

Tips bepergian ibu hamil saat mudik

Tentunya setiap orang ingin memiliki momen mudik yang menyenangkan, sekalipun dalam kondisi hamil. Demi menjaga perjalanan tetap nyaman, ibu hamil perlu memperhatikan beberapa hal selama mudik, terutama jika perjalanan berlangsung cukup lama.

1. Istirahat sesekali

Saat berpergian dengan mobil, setidaknya ibu hamil disarankan untuk beristirahat setiap empat jam sekali dengan berhenti ke rest area, restoran, atau mushola sekitar. Cukup 30 menit atau satu jam hingga ibu hamil merasa nyaman.

2. Jaga energi tubuh

Selain itu, sehari sebelum perjalanan sebaiknya ibu hamil mengisi waktu dengan istirahat yang cukup. Hindari aktivitas berat seperti berkemas berlebihan atau mencari oleh-oleh dalam waktu lama, agar kondisi fisik tetap terjaga saat perjalanan.

3. Mengatur posisi dengan tepat

Jika ibu hamil bepergian dengan pesawat dan terjadi delay, ibu hamil dianjurkan untuk mengganti posisi secara berkala, seperti duduk, berjalan, atau berbaring jika memungkinkan.

4. Konsultasi dengan dokter

Tidak ada salahnya jika ibu berkonsultasi dengan dokter saat kontrol terakhir sebelum perjalanan. Dokter mungkin akan memberikan obat anti-kontraksi sebagai langkah pencegahan bila terjadi kontraksi selama perjalanan.

Hal yang harus diwaspadai saat mudik bagi ibu hamil

Selain mempersiapkan kondisi tubuh, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi ibu hamil, sebagai berikut:

Kontraksi

Seperti yang disampaikan sebelumnya, salah satu hal yang perlu diwaspadai ibu hamil adalah kontraksi. Jika perut terasa keras atau muncul kontraksi, sebaiknya segera beristirahat dan mencari bantuan medis apabila kontraksi tidak berkurang.

Dehidrasi

Ibu hamil juga perlu memperhatikan tanda-tanda dehidrasi. Beberapa tanda tersebut berupa rasa haus berlebihan, bibir kering, atau jumlah urine yang sedikit. Warna urine yang mulai berwarna kuning tua juga bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.

Kaki bengkak

Selain itu, ibu hamil perlu mewaspadai kaki bengkak yang terjadi akibat terlalu lama duduk atau berdiri selama perjalanan. Untuk mengurangi risiko ini, ibu hamil disarankan untuk berjalan kaki ringan sekitar 10 menit setiap 4 jam sekali.

Pergerakan janin

Secara umum, janin bergerak minimal sekitar dua kali dalam satu jam. Jika gerakan janin terasa berkurang atau tidak seperti biasanya, sebaiknya ibu hamil segera melakukan pemeriksaan dengan dokter di fasilitas terdekat.

Tips aman melakukan mudik jarak jauh

Bagi ibu hamil yang melakukan perjalanan jauh yang berlangsung lebih dari 4 jam, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan kaki antara lain:

  1. Usahakan berdiri atau berjalan kaki setiap 1-2 jam.
  2. Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman.
  3. Lakukan gerakan pada kaki saat duduk, seperti memutar pergelangan kaki atau sesekali mengangkat kaki jika tidak memungkinkan untuk berjalan.
  4. Hindari menyilangkan kaki terlalu lama.
  5. Gunakan stoking kompresi untuk membantu melancarkan sirkulasi darah pada kaki.

Demikian tips persiapan mudik yang aman untuk ibu hamil, dan beberapa cara meregangkan tubuh selama perjalanan. Dengan memahami persiapan bumil mudik serta berbagai hal yang perlu diperhatikan selama perjalanan, ibu hamil tetap bisa menikmati momen mudik dengan lebih aman dan nyaman bersama keluarga. Semoga bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(Indah Ramadhani/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda