Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 17 Mar 2026 16:00 WIB

Ilustrasi liburan
Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya/Foto: Getty Images/mbbirdy
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan yang dijalani dengan penuh rasa senang biasanya membuat pasangan jadi lebih siap menghadapi masa-masa menjadi orangtua nantinya. Tak heran, babymoon tiba-tiba jadi tren di Korea Selatan, ini alasan di baliknya.

Perubahan kehamilan pada fisik dan juga suasana hati membuat beban perempuan mungkin semakin berat. Belum lagi, perut yang membesar disertai kaki bengkak, punggung pegal, dan mood yang roller coaster menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapinya.

Hal tersebut mungkin tampak berat dijalani ya, Bunda. Namun, bagi calon ibu di Korea Selatan, kehamilan justru membawa hal lain yakni menikmati keinginannya untuk berlibur ke luar negeri, seperti dikutip dari laman Asianews.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tren babymoon di Korea Selatan

Ya, tren babymoon pertama kali populer di negara tersebut lebih dari satu dekade. Perjalanan tersebut menjadi liburan terakhir bagi calon orang tua sebelum rutinitas menyusui sepanjang waktu dan malam tanpa tidur dimulai. Seiring perjalanan waktu, praktik tersebut menjadi ritual penting seperti halnya honeymoon bagi pasangan.

Dalam pencarian cepat dari babymoon di Instagram menghasilkan lebih dari 831 ribu unggahan. Tentu saja, potensi tersebut menjadikan banyak agen perjalanan lokal menawarkan paket jasa bertemakan babymoon dengan rencana perjalanan yang dirancang untuk meminimalkan beban fisik dan memprioritaskan kesehatan bagi wisatawan hamil.

Dari sekian destinasi yang banyak ditawarkan, liburan ke Guam, Bali, Maladewa, dan tempat-tempat resor di Asia Tenggara menjadi yang paling banyak difavoritkan karena cuacanya yang hangat, dan jarak perjalanan yang relatif pendek, serta kenyamanan resor.

Selain itu, liburan ke Jepang belakangan ini juga menonjol sebagai pilihan berlibur yang menarik karena yen yang melemah sehingga memungkinkan calon orang tua Korea untuk membeli perlengkapan bayi mahal dengan harga lebih rendah daripada di Korea.

Kemewahan sebelum menjadi orang tua

Bagi banyak calon orang tua, babymoon menawarkan kesempatan berharga untuk mempersiapkan pola pikir mereka guna menghadapi bulan-bulan awal menjadi orang tua yang penuh tuntutan.

Salah seorang ibu misalnya, Jin So-young, 37 tahun, seorang ibu di Seoul yang melahirkan anak kembar di Agustus, sempat melakukan perjalanan ke Maladewa bersama suaminya selama seminggu pada Februari ketika ia hamil enam bulan.

Mereka pun rela menempuh perjalanan panjang selama 10 jam ke pulau tersebut, yang tidak memiliki rute langsung dari Korea, guna menikmati hari-hari tenang mereka berdua saja.

“Kami memilih rute di mana saya bisa beristirahat sebanyak mungkin selama transit. Kami membicarakan tentang persalinan dan pengasuhan anak sepanjang perjalanan, dan itu membantu kami mempersiapkan diri sebagai tim untuk apa yang akan datang. Ketika bayi kami sudah besar, saya ingin sekali membawa mereka ke sana,” katanya.

Tidak seperti perjalanan pasangan lainnya, babymoon biasanya direncanakan berdasarkan selera dan preferensi calon ibu dengan tentunya ayah yang sering kali memberikan dukungannya.

Di antara para ibu yang melek media sosial saat ini, babymoon sering kali juga menjadi sebuah perjalanan fotografi.

Seperti yang dilakukan Kim Seo-young, yang melahirkan pada bulan Juli dan melakukan perjalanan dua hari ke Jeonju, Provinsi Jeolla Utara saat hamil enam bulan untuk mengambil sesi foto kehamilan.

“Saya memilih Jeonju karena saya pikir foto-fotonya akan terlihat indah jika saya berjalan di jalanan yang dipenuhi rumah-rumah kayu tua sambil mengenakan hanbok (pakaian tradisional Korea),” katanya.

Dikatakannya lebih lanjut bahwa perutnya saat itu sudah bulat sempurna, jadi ia ingin mengambil banyak foto selama perjalanan. "Saat bayi kami sedikit lebih besar, kami berencana untuk mengunjungi tempat yang sama lagi dengan pakaian yang sama untuk mengambil foto lagi sebagai keluarga kecil bertiga.”

Meskipun Kim tidak menyewa fotografer profesional dalam perjalanan itu, banyak pasangan yang sedang babymoon melakukannya, merencanakan tampilan dan lokasi pemotretan mereka jauh-jauh hari.

Di platform perjalanan MyRealTrip, puluhan penyedia jasa fotografi luar negeri yang mengkhususkan diri dalam layanan foto untuk wisatawan Korea, terutama pengantin baru yang sedang berbulan madu, menjual paket yang disesuaikan untuk babymoon.

Sebuah studio di Hawaii juga menyewakan gaun hamil dan menyediakan properti yang menarik. Hana Tour, agen perjalanan terbesar di Korea Selatan, seperti banyak perusahaan lain, menyediakan sesi foto luar ruangan dalam paket Asia Tenggara dan Jepang mereka, menggunakan fotografer profesional lokal untuk mengambil foto kehamilan di tempat-tempat wisata utama.

Ilustrasi babymoon saat hamilIlustrasi babymoon saat hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmyla Malysheva

Babymoon menjadi sebuah pendidikan prenatal

Dalam istilah Korea, babymoon kerap disebut dengan taegyo yang berarti pendidikan prenatal. Meskipun manfaat pendidikannya tidak memiliki dasar ilmiah, orang tua di Korea telah lama percaya bahwa apa yang dilihat, didengar, dan dipelajari seorang ibu selama kehamilan dapat memengaruhi emosi atau kecerdasan bayi sampai batas tertentu.

Kim Eun-hye, seorang ibu hamil berusia 34 tahun di Incheon yang diperkirakan melahirkan pada 31 Desember, telah melakukan perjalanan empat kali dalam enam bulan terakhir ke Hawaii, Jepang, Pulau Jeju, dan Jeongseon di Provinsi Gangwon, dengan harapan dapat memberikan berbagai pengalaman sensorik kepada bayinya.

Ia mengenang perjalanannya ke Hawaii pada bulan Agustus, dan mengatakan, "Melihat alam dan berenang di laut zamrud membuat saya merasa lebih terhubung dengan bayi saya di lingkungan yang damai itu, sesuatu yang tidak dapat saya alami di kota.”

Di luar itu semua, meskipun bepergian ke luar negeri selama kehamilan menjadi pilihan pribadi, sebenarnya ada juga kekhawatiran yang berkembang bahwa banyaknya unggahan di sosial media yang memamerkan babymoon cenderung mengabaikan risiko yang mungkin terjadi.

Sebagian besar orang tua biasanya melakukan babymoon antara minggu ke-15 dan ke-28, yang menurut dokter merupakan periode yang relatif stabil. 

Maskapai penerbangan domestik pun biasanya membatasi penumpang hamil setelah melewati minggu ke-32. Korean Air, misalnya, memberikan persyaratan untuk melampirkan surat keterangan dokter yang menyatakan penumpang layak bepergian setelah usia kehamilan 32 minggu, dan tidak mengizinkan penumpang yang sudah hamil lebih dari 37 minggu.

Namun, risiko apa pun memang selalu ada selama kehamilan, dan paparan lingkungan yang tidak dikenal saat bepergian dapat meningkatkan risiko tersebut, menurut Yoo Jung-hyun, seorang dokter kandungan di Bundang Jesaeng Hospital.

“Periode aman sebenarnya tidak ada selama kehamilan. Meskipun risiko keguguran dini menurun setelah trimester pertama, komplikasi seperti persalinan prematur, pendarahan, atau infeksi dapat terjadi kapan saja,” katanya.

Ditambahkannya bahwa ada juga banyak kasus di  mana virus ditularkan melalui air yang terkontaminasi dan jika seorang ibu hamil jatuh sakit di luar negeri, akan sulit bagi orang asing untuk mengakses perawatan medis yang tepat.

Di luar sana, ternyata ada juga kasus ibu hamil yang mengalami keguguran selama atau setelah perjalanan prenatal, meskipun penyebabnya memang beragam.

Salah satu orang tua yang menggunakan forum daring terbesar di Korea yakni Moms Holic mengatakan bahwa dirinya melakukan perjalanan ke Guam saat hamil 21 minggu.

"Selama perjalanan, tiba-tiba saya merasakan gerakan janin dan mulai mengalami sakit perut. Saya memajukan penerbangan saya untuk pulang lebih awal, tetapi akhirnya saya mengalami keguguran. Ini menjadi trauma seumur hidup."

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda