Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

4 Penyebab Keputihan Bau Amis, Waspadai Penumpukan Bakteri

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Apr 2026 17:30 WIB

Keputihan usai berhubungan intim
Penyebab keputihan bau amis/ Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography
Daftar Isi

Pernahkah Bunda merasa keputihan berbau amis di waktu-waktu tertentu? Secara medis, keputihan yang berbau menunjukkan adanya reaksi bakteri di dalam vagina.

Seperti yang disampaikan para ahli, vagina yang sehat secara alami akan memiliki bakteri, baik itu bakteri jahat atau baik. Dalam kondisi normal, bakteri baik tumbuh untuk mengurangi bakteri jahat yang terlalu banyak sehingga keseimbangan bakteri di vagina tetap terjaga.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai kondisi ini, penting bagi Bunda untuk mengetahui penyebabnya serta bagaimana cara mengatasinya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal vaginosis bakteri (VB)

Melansir dari laman Cleve and Clinic, vaginosis bakteri (VB) merupakan kondisi di mana salah satu kelompok bakteri yang tumbuh di dalam vagina terlalu banyak dan menyebabkan ketidakseimbangan. Dalam kondisi yang tidak normal, VB merupakan infeksi ringan.

Kondisi VB inilah yang membuat cairan atau keputihan memiliki bau yang khas seperti bau amis. Namun, Bunda tidak perlu khawatir berlebihan, karena VB merupakan kondisi yang umum terjadi pada setiap perempuan. Meski begitu, gejalanya tidak boleh disepelekan, ya.

Berdasarkan data medis, VB lebih sering menjumpai perempuan yang berusia 15 sampai 44 tahun. Bahkan faktanya, perempuan yang mengalami VB mencapai sekitar 35 persen.

Sampai saat ini, peneliti mengatakan bahwa VB dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, bila gejalanya merugikan dan semakin tidak nyaman, segera periksakan ke tenaga kesehatan, sebab kondisi ini dapat mempengaruhi pasangan yang sedang menjalani program hamil.

Komplikasi lainnya dari kondisi VB yang tidak ditangani dengan baik, bisa memicu peningkatan risiko, seperti infeksi saluran menular, penyakit radang panggul, infeksi HIV, serta komplikasi alat kontrasepsi IUD.

Gejala lain vaginosis bakteri, selain keputihan bau amis

Selain berbau amis, terdapat beberapa gejala yang diperkirakan sebagai penanda perempuan mengalami vaginosis bakteri. Namun, untuk memastikannya, Bunda dianjurkan untuk menghubungi dokter yang berkaitan. Beberapa gejala tersebut di antaranya:

  • Keputihan tidak normal, seperti berwarna keabu-abuan dan berair
  • Terdapat iritasi ringan di sekitar vagina dan vulva.
  • Merasakan sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Vagina terasa sedikit gatal.
  • Keputihan berbau amis, terutama setelah berhubungan seks.

Penyebab keputihan bau amis

Para peneliti menemukan bahwa apapun yang dapat mengganggu keseimbangan alami dalam vagina dapat mempengaruhi jumlah bakteri di dalamnya. Ketika keseimbangan  bakteri terganggu, bakteri jahat akan tumbuh lebih banyak dan memicu terjadinya VB.

Ketika ketidakseimbangan bakteri atau VB terjadi, keputihan berbau amis dapat menjadi sinyal dari tubuh bahwa ada sesuatu yang kurang tepat pada kesehatan vagina.

Beberapa aktivitas yang diketahui mampu meningkatkan risiko terjadinya VB adalah:

  • Douching atau membersihkan vagina dengan cairan khusus
  • Berhubungan seksual tanpa kondom
  • Memakai alat kontrasepsi berupa KB IUD
  • Merokok

Cara mengurangi keputihan bau amis karena vaginosis bakteri

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mencegah keputihan bau amis karena VB yang dikutip dari berbagai sumber, sebagai berikut:

1. Konsumsi antibiotik

Mengutip dari laman Health Direct, cara paling efektif mengurangi keputihan berbau amis karena vaginosis bakteri adalah dengan mengonsumsi antibiotik resep dokter. Biasanya, antibiotik berbentuk tablet atau krim dan diberikan ketika Bunda telah menjalani pemeriksaan.

2. Hindari douching

Membersihkan vagina dengan cairan khusus justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami yang ada di dalam vagina. Karenanya, kurangi pembersihan vagina dengan douching dan cukup bersihkan area luar vagina dengan air bersih dan sabun yang gentle.

3. Hindari aktivitas seksual

Hindari aktivitas seksual sampai gejala dan perawatan selesai. Apabila ingin melakukan hubungan seksual, sebaiknya gunakan kondom untuk mencegah reaksi kimia antara sperma dan bakteri yang membuat keputihan bau amis semakin parah.

4. Bangun pola hidup yang sehat

Membangun pola hidup yang sehat, seperti menjaga kesehatan area kewanitaan dan berhenti merokok, vape, atau minum minuman beralkohol. Zat kotinin yang terkandung dalam rokok dapat mengendap di cairan vagina dan membunuh bakteri baik.

Demikian penjelasan mengenai kondisi keputihan bau amis yang kerap dialami para perempuan. Semoga informasinya bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda