kehamilan
Dampak Buruk Kehamilan Lebih dari 39 Minggu pada Bumil dengan Diabetes Gestasional
HaiBunda
Minggu, 29 Mar 2026 15:10 WIB
Daftar Isi
Diabetes gestasional merupakan peningkatan kadar gula darah yang terdeteksi pertama kali selama kehamilan, Bunda. Kondisi medis ini menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang bisa menyebabkan berbagai masalah pada janin.
Studi terbaru mengungkap kaitan antara diabetes gestasional pada usia kehamilan seorang ibu. Studi yang diterbitkan di jurnal Pregnancy pada awal tahun 2026 ini menemukan bahwa usia kehamilan yang semakin lanjut dikaitkan dengan risiko perinatal yang lebih tinggi pada diabetes gestasional yang dikontrol melalui diet.
Secara spesifik, studi mengungkap bahwa perempuan dengan diabetes melitus gestasional yang melanjutkan kehamilan hingga lebih dari 39 minggu dapat meningkatkan risiko mengalami persalinan caesar, distosia bahu pada bayi, dan bayi baru lahir besar (makrosomia).
Dalam studi ini, para peneliti melakukan studi kohort retrospektif terhadap kelahiran tunggal cukup bulan yang lahir hidup di satu rumah sakit antara November 2010 dan Februari 2024. Analisis berfokus pada pasien yang didiagnosis menderita diebetes melitus gestasional yang dikontrol diet dan melahirkan pada usia kehamilan 39 minggu atau lebih.
Studi mengecualikan pasien dengan diabetes melitus gestasional yang diobati dengan insulin, diabetes pra-kehamilan, kehamilan ganda, atau indikasi medis lain untuk persalinan dini. Kemudian, pasien dengan diabetes yang terkontrol melalui diet ditangani secara observasi hingga 42 minggu, kecuali muncul indikasi obstetri lainnya.
Dari total 156.214 persalinan selama periode penelitian, 4467 terjadi pada usia kehamilan 39 minggu atau lebih pada pasien dengan diabetes melitus gestasional yang dikontrol melalui diet.
Hasil studi menunjukkan bahwa bertambahnya usia kehamilan pada ibu dengan diabetes dikaitkan dengan peluang yang lebih tinggi untuk beberapa hasil buruk pada ibu, bahkan setelah disesuaikan dengan usia dan paritas.
"Pasien dengan diabetes melitus gestasional yang terkontrol melalui diet memiliki peningkatan risiko morbiditas ibu dan neonatal dibandingkan dengan populasi non-diabetes," demikian kesimpulan dari para penulis, dilansir laman Contemporary Obgyn.
"Persalinan pada usia kehamilan 39-40 minggu untuk pasien ini mungkin dikaitkan dengan angka kejadian persalinan caesar primer dan bayi baru lahir besar untuk usia gestasional yang lebih rendah, tetapi penelitian prospektif lebih lanjut diperlukan untuk benar-benar menentukan waktu persalinan optimal bagi populasi ini."
Mengetahui tentang diabetes gestasional
Melansir dari laman John Hopkins Medicine, diabetes melitus gestasional adalah suatu kondisi di mana hormon yang diproduksi oleh plasenta mencegah tubuh menggunakan insulin secara efektif. Hal itu membuat glukosa menumpuk dalam darah alih-alih diserap oleh sel-sel.
Berbeda dengan diabetes tipe 1, diabetes gestasional tidak disebabkan oleh kekurangan insulin. Kondisi medis ini terjadi karena hormon lain yang diproduksi selama kehamilan yang dapat membuat insulin kurang efektif atau disebut resistensi insulin.
Penyebab diabetes gestasional
Penyebab GDM belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa teori mengenai penyebannya, Bunda.
Menurut pakar, beberapa hormon seperti estrogen, kortisol, dan laktogen plasenta manusia dapat memiliki efek penghambat pada insulin atau efek kontra-insulin. Efek ini biasanya dimulai sekitar 20 hingga 24 minggu kehamilan.
Seiring pertumbuhan plasenta, semakin banyak hormon-hormon tersebut diproduksi, dan risiko resistensi insulin menjadi lebih besar. Biasanya, pankreas mampu memproduksi insulin tambahan untuk mengatasi resistensi insulin, tetapi ketika produksi insulin tidak cukup untuk mengatasi efek hormon plasenta, terjadilah diabetes gestasional.
Diabetes gestasional juga dikaitkan dengan beberapa faktor risiko, seperti:
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Riwayat keluarga mengidap diabetes
- Pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram (kg) sebelumnya.
- Perempuan yang berusia lebih dari 25 tahun memiliki risiko lebih besar terkena diabetes gestasional dibandingkan yang lebih muda
- Perempuan keturunan Afrika-Amerika, Indian Amerika, Asia-Amerika, Hispanik atau Latino, atau penduduk Kepulauan Pasifik juga memiliki risiko lebih tinggi
- Memiliki gangguan toleransi glukosa.
Penanganan diabetes gestasional
Pengobatan khusus untuk diabetes gestasional akan ditentukan oleh dokter berdasarkan usia ibu, riwayat kesehatan, tingkat keparahan penyakit, dan tingkat toleransi ibu terhadap obat-obatan dan prosedur penanganan.
Pada dasarnya, pengobatan diabetes gestasional berfokus pada menjaga kadar glukosa darah dalam kisaran normal. Pengobatan dapat meliputi diet khusus, latihan, pemantauan kadar gula darah harian, dan pemberian suntik insulin.
Demikian penelitian terkait diabetes gestasional dan penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Tes Toleransi Glukosa Oral saat hamil, Ketahui Manfaat dan Biayanya Bun
Kehamilan
Ria Ricis Alami Anemia & Gula Darah Tinggi Jelang Persalinan, Bikin Suami Khawatir
Kehamilan
Perawatan dan Tanda Awal Kehamilan dengan Diabetes Gestasional
Kehamilan
8 Gejala Diabetes Gestasional Selama Kehamilan dan Cara Mencegahnya
Kehamilan
Usai Melahirkan, Pasien Diabetes Gestasional Perlu Jaga Pola Hidup
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Felicya Angelista Hamil 7 Bulan, Ungkap Naik 12 Kg
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri-ciri Gula Darah Tinggi pada Ibu Hamil dan Cara Menurunkannya
Ketahui Risiko Jangka Panjang bila Ibu Hamil Terkena Diabetes
Diabetes saat Hamil Tingkatkan Risiko Gangguan Perkembangan Anak hingga 39%, Ini Tanda-tandanya