kehamilan
Ramai Kasus para Perempuan India Nekat Jual Sel Telur untuk Program IVF
HaiBunda
Selasa, 10 Mar 2026 15:59 WIB
Daftar Isi
Bunda, belakangan ini publik dikejutkan dengan laporan dari NPR yang mengungkap fenomena perempuan-perempuan di India nekat menjual sel telur mereka untuk program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Praktik ini sebenarnya ilegal, tetapi tetap terjadi karena dorongan ekonomi dan tingginya permintaan sel telur di industri fertilitas.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?
Aturan donasi sel telur di India
Di India, donasi sel telur diatur ketat. Pemerintah melarang adanya pembayaran komersial kepada donor. Artinya, perempuan tidak boleh menjual sel telurnya untuk mendapatkan uang. Donasi seharusnya dilakukan secara sukarela atau altruistik.
Namun dalam praktiknya, kebutuhan pasangan yang menjalani IVF sangat tinggi. Sementara itu, jumlah donor resmi terbatas. Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membentuk pasar gelap. Perempuan-perempuan dari keluarga ekonomi lemah ditawari uang dengan imbalan menjalani proses pengambilan sel telur secara diam-diam.
Dalam studi lain yang dipublikasikan melalui PubMed Central, peneliti menyoroti bagaimana penggunaan donor telur masih menjadi isu sensitif di masyarakat India. Tidak semua pasangan infertil terbuka terhadap opsi ini karena pertimbangan budaya dan sosial.
Di sisi lain, perempuan yang menjadi donor sering kali tidak membicarakan keputusan tersebut kepada keluarga besar karena takut stigma. Situasi ini membuat praktik donasi terjadi dalam ruang yang tertutup dan minim pengawasan sosial.
Faktor ekonomi jadi alasan utama
Banyak perempuan yang terlibat bukan karena ingin, melainkan karena terdesak kebutuhan. Uang dari satu kali proses pengambilan sel telur bisa digunakan untuk membayar sewa rumah, melunasi utang, atau memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa larangan pembayaran justru membuat transaksi terjadi di bawah tangan. Tanpa perlindungan hukum dan pengawasan medis yang ketat, risiko eksploitasi menjadi semakin besar.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Reproductive Biomedicine & Society Online meneliti pengalaman perempuan donor sel telur di Mumbai. Penelitian kualitatif ini mewawancarai 25 perempuan yang pernah menjalani prosedur donasi.
Hasilnya cukup jelas: mayoritas donor mengaku alasan utama mereka adalah kebutuhan finansial. Uang dari satu kali donasi dianggap dapat membantu membayar kebutuhan keluarga, biaya hidup, atau utang. Motif altruistik memang ada, tetapi bukan faktor dominan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa banyak donor tidak sepenuhnya memahami detail prosedur medis dan risiko jangka panjang yang mungkin terjadi.
Sel telur/ Foto: Getty Images/ugurhan |
Proses medis yang tidak sederhana
Bunda perlu tahu, proses pengambilan sel telur bukan prosedur ringan. Perempuan harus melalui rangkaian suntikan hormon untuk merangsang ovarium memproduksi lebih banyak sel telur. Setelah itu dilakukan prosedur pengambilan sel telur melalui tindakan medis invasif.
Jika dilakukan di klinik resmi dengan standar ketat, risiko bisa diminimalkan. Namun dalam praktik ilegal, pengawasan sering kali tidak memadai. Efek samping yang mungkin terjadi antara lain gangguan hormon, sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), infeksi, hingga komplikasi jangka panjang pada kesehatan reproduksi.
Dilema etika di balik industri IVF
Industri IVF di India berkembang pesat dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Biaya yang relatif lebih terjangkau dibanding negara Barat membuat permintaan terus meningkat. Di satu sisi, regulasi dibuat untuk melindungi perempuan dari eksploitasi.
Namun di sisi lain, kondisi ekonomi dan tingginya kebutuhan membuat sebagian perempuan tetap mengambil risiko. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik teknologi reproduksi yang canggih, tetap ada persoalan sosial dan kemanusiaan yang perlu diperhatikan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
Kehamilan
Ilmuwan Klaim Bisa 'Meremajakan' Sel Telur Manusia untuk Sukseskan Promil via IVF
Kehamilan
Bunda, Begini lho Proses Transfer Embrio ke Rahim pada Program IVF
Kehamilan
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
Kehamilan
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Dea Ananda Jalani Kehamilan Trimester 3, Bahagia Nantikan Kelahiran Baby S
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Sel telur/ Foto: Getty Images/ugurhan
Jepang akan Beri Rp22 Juta pada Warganya yang Bersedia Jalani Egg Freezing
Lahirkan Bayi Orang Lain dari IVF, Pasutri Ini Bertekad Mencari Ortu Kandung Sang Putri
Cerita Ibu yang Jalani Program Bayi Tabung di Luar Negeri demi Pilih Gender Anak, Picu Perdebatan!