kehamilan
Bagaikan Keajaiban! Alami Bocor Ketuban, Bayi Ini Bertahan di Kandungan dan Lahir dengan Selamat
HaiBunda
Minggu, 29 Mar 2026 11:00 WIB
Daftar Isi
Sebuah kisah mengharukan datang dari seorang Bunda yang harus menghadapi ruptur uteri selama masa kehamilan. Bunda bernama Ericka Michel ini harus menerima kenyataan bahwa ia mengalami kerobekan dinding rahim di usia kandungan yang menginjak minggu ke-15.
Saat itu, Michel yang tengah bersantai tiba-tiba merasa celananya basah. Awalnya ia pikir hanya terkena tumpahan biasa. Namun, cairan tersebut tidak berhenti keluar dari area vaginya. Merasa curiga, Michel akhirnya menghubungi dokter kandungannya.
Dugaan lain dari Michel adalah ia terkena kebocoran kandung kemih. Akan tetapi, setelah dokter kandungannya melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Michel dinyatakan bukan mengalami kebocoran kandung kemih, melainkan kebocoran ketuban yang disebabkan robeknya dinding rahim atau ruptur uteri.
Saat itu, Michel benar-benar kehilangan fokus. Tubuhnya shock, ia tidak menyangka bahwa akan menghadapi ujian yang sangat berat di usia kandungan yang terbilang muda. Lantas, pihak rumah sakit segera menelpon suaminya dan memberi kabar tentang kondisi kandungan Michel.
“Mereka menjelaskan apa yang terjadi dan mengatakan bahwa sudah tidak ada cairan di dalam kantung ketuban. Pilihan yang diberikan kepada kami hanya dua, melanjutkan kehamilan dengan segala risikonya, atau melakukan prosedur dilatasi dan kuretase untuk mengakhiri kehamilan,” tutur suami dari Ericka Michel, Dustin Michel, yang dikutip dari Goerie.
Keputusan berani keluarga Michel
Karena janin dalam kandungan Michel masih memiliki detak jantung, keluarga Michel memutuskan untuk melanjutkan kehamilan tersebut. Michel diberikan antibiotik sebagai langkah pencegahan apabila kebocoran memicu infeksi. Setelah itu, baru Michel diizinkan pulang.
Pecahnya selaput ketuban prematur, atau preterm premature rupture of membranes (PPROM), terjadi pada sekitar 2 persen hingga 4 persen dari seluruh kehamilan, Bunda. Rata-rata bayi yang bertahan hidup ketika PPROM di usia kehamilan 15-23 minggu hanya sebesar 26,8 persen.
Mengapa peluang bertahan hidupnya sangat kecil? Ahli neonatologi dari Saint Vincent, Dr. Alaaeldin Omar menjawab, “Janin sangat membutuhkan cairan ketuban untuk bertahan hidup di dalam kandungan, terlebih untuk perkembangan paru-parunya.”
“Pada tahap tersebut, paru-paru belum cukup matang untuk menunjang kehidupan di luar rahim. Karenanya, peluang bertahan hidupnya sangat kecil,” sambungnya.
Tanda-tanda kondisi kantung ketuban mulai membaik
Dalam kunjungan lanjutan ke dokter kandungan, Michel mendapatkan sebuah kabar bahagia. Setelah usia kehamilannya menginjak 19 minggu, tubuhnya mulai mengisi kembali cairan ketuban. Diketahui cairan ketuban tersebut berasal dari urine yang dihasilkan janin.
“Dia (istrinya) minum banyak cairan. Jadi, kami berasumsi bahwa semakin banyak ibu minum dan buang air kecil, semakin banyak pula cairan yang dapat diproduksi bayi,” tutur suami Michel.
Meski sempat mengalami beberapa kali kontraksi palsu, kondisi janin yang dikandungnya terus menunjukkan perkembangan positif. Dokter memastikan bahwa perkembangan janin tersebut semakin membaik dan sangat memungkinkan bertahan hidup apabila dilahirkan.
Kasus ruptur uteri Bunda Michel merupakan sebuah keajaiban yang langka
Selang lima minggu kemudian, Michel merasakan semburan cairan hangat yang kembali mengalir di antara kedua kakinya. Ketika dilihat, cairan tersebut adalah darah. Dokter kandungan pun datang dan menyatakan bahwa waktu persalinan telah tiba.
Setelah melalui ujian yang cukup berat dan mengancam nyawa, keluarga Michel akhirnya menyambut kelahiran sang bayi pada 16 Februari. Bayinya sangat mungil, ia lahir melalui operasi caesar dengan berat dua pons 14 ons.
"Ini adalah sebuah keajaiban. Memang ada bayi lain yang selamat setelah mengalami pecah ketuban di awal kehamilan, tetapi hal itu tidak umum,” kata Dr. Omar.
Baby Mary akhirnya dirawat sementara di rumah sakit sambil menunggu berat badannya bertambah dan paru-parunya berkembang. Ventilatornya kini sudah dilepas dan para perawat akan memantau perkembangannya selama beberapa waktu.
Kisah ruptur uteri yang dialami seorang aktris Indonesia
Pada tahun 2023, seorang aktris, selebgram, dan influencer, Lady Nayoan membagikan kisahnya saat mengalami kehamilan berisiko diakibatkan ruptur uteri. Istri dari Rendy Kjaernett ini berjuang menghadapi robeknya dinding rahim saat kandungannya berusia 34 minggu.
"Lahir di 34 minggu kehamilan karena dinding rahim saya hampir sobek dan dokter bilang kalau saya tidak CITO, kemungkinan saya meninggal dunia karena dinding rahim robek bisa kemana-mana," tulisnya pada sebuah Instagram Stories kala itu.
Menurut pengakuan Lady, pecahnya ketuban terjadi karena dinding rahimnya robek, sehingga ia harus menjalani operasi caesar CITO untuk menyelamatkan diri dan janin yang ada di dalam kandungannya. Bila dibiarkan, khawatir akan menyebabkan komplikasi yang berujung kematian.
Demikian kisah seorang Bunda yang mengalami bocor ketuban karena robeknya dinding rahim atau ruptur uteri hingga berhasil melahirkan bayinya dengan selamat. Semoga kisah ini inspiratif bagi Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Via Vallen Melahirkan Anak Perempuan, Lebih Cepat dari HPL karena Hampir Alami Rahim Robek
Kehamilan
Kisah Artis dan Public Figure yang Pernah Alami Dinding Rahim Robek, Ruptur Uteri yang Bahayakan Nyawa
Kehamilan
Ketahui Bahaya bila Hamil Terlalu Cepat setelah Melahirkan secara Cesar
Kehamilan
Lady Nayoan Istri Rendy Kjaernett Sempat Alami Dinding Rahim Sobek, Kenali Bahayanya
Kehamilan
Mengenal Ruptur Uteri yang Sebabkan Anak Mommy ASF Meninggal Saat Dilahirkan
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Berapa Lama Bayi Bisa Bertahan di Kandungan setelah Ketuban Pecah?
4 Cara Mengetahui Ketuban Pecah, Bumil Perlu Tahu
Kenali Penyebab Air Ketuban Merembes tapi Tidak Mulas dan Hal yang Perlu Dilakukan